Kamis
29 Oktober 2026 | 5 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Peringatan 70 Tahun, Megawati Ingatkan AI dan Bahaya Imperialisme Digital

pdip jatim 251101 msp 02

BLITAR – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menegaskan pentingnya kembali meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan dan Pancasila di tengah arus teknologi yang kian pesat, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Hal itu disampaikan Megawati di acara peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Museum Bung Karno, Kompleks Makam Bung Karno, Kota Blitar, Sabtu (1/11/2025).

Di hadapan para perwakilan negara dan tamu undangan, Megawati menyinggung fenomena global yang kini ramai diperbincangkan: yaitu AI. Dengan nada tegas dia mengatakan bahwa AI tidak akan pernah melampaui kemampuan otak manusia.

Baca juga: Dihadiri Megawati, 30 Akademisi dari 30 Negara Ikuti Seminar Peringatan 70 Tahun KAA di Kota Blitar

“AI itu tidak lebih hebat dari otak saya, karena otak adalah ciptaan Tuhan,” ujar Megawati disambut tepuk tangan audiens.

Presiden ke-5 RI itu mengingatkan agar masyarakat, terutama generasi muda, tidak tergila-gila pada teknologi AI maupun robotik.

Menurutnya, kemajuan teknologi bisa menjadi bentuk baru dari imperialisme modern jika tidak dikendalikan oleh nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan bangsa sendiri.

“AI bisa jadi alat imperialisme baru. Kita harus hati-hati, jangan sampai bangsa ini kehilangan jati dirinya hanya karena tergoda kemajuan teknologi,” tuturnya.

Dalam pidatonya, Megawati juga mengenang perjalanan hidupnya yang sejak usia 14 tahun telah mengenal dunia politik. Dia mengaku mengidolakan tokoh-tokoh besar dunia seperti Nikita Khrushchev dari Rusia, yang menurutnya merupakan pemimpin dengan visi kuat bagi bangsanya.

Tak lupa, Megawati ini juga menyinggung pidato legendaris Presiden Soekarno, ayahandanya, dalam Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang menyerukan semangat membangun dunia baru “To Build the World Anew.”

“Bung Karno itu pemimpin futuristik. Beliau sudah memikirkan masa depan dunia, mempersembahkan Pancasila bukan hanya untuk Indonesia, tapi bagi umat manusia. Karena Pancasila adalah universal, berakar pada ketuhanan,” beber Megawati.

Megawati juga berpesan kepada anak muda agar tidak terisolasi atau apatis terhadap isu geopolitik, karena masa depan bangsa akan ditentukan oleh pemahaman mereka terhadap dinamika global.

“Geopolitik itu penting. Jangan jadi anak muda yang kuper. Pahami dunia agar tidak mudah dipermainkan oleh kepentingan asing,” ujarnya lantang.

Dalam pidatonya, dia juga menegaskan kembali pandangan Bung Karno bahwa Pancasila adalah “the lifeline map of anti-imperialism” peta jalan kehidupan untuk melawan segala bentuk penindasan dan menjaga kearifan lokal dalam semangat mufakat. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Nila Yani Dorong IKM Gresik Perkuat Modal dan Teknologi agar Tembus Industri Besar

GRESIK – Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di ...
HEADLINE

Gelar Berani Berkomedi, PDIP Jatim Dorong Anak Muda Berani Kritik Sosial dan Politik

MALANG – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mendorong generasi muda lebih berani mengangkat persoalan sosial dan politik ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong YKP Surabaya Garap Bisnis Rumah Bekas dan Material Bangunan Murah

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong PT Yekape Surabaya (Perseroda) mengembangkan ...
LEGISLATIF

Dana Desa Dipangkas hingga 70%, Guntur Wahono Serap Keluhan Kades di Blitar

BLITAR – Pemangkasan Dana Desa (DD) hingga 70 persen menjadi keluhan utama kepala desa (kades) di Kabupaten Blitar. ...
EKSEKUTIF

Proyek Pengendalian Banjir Surabaya Ditargetkan Rampung Pertengahan November

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan sejumlah proyek penanganan genangan, termasuk pembangunan ...
KRONIK

Penguatan Pendidikan Karakter Anak, Ansari Dorong Sinergi Rumah dan Sekolah

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, pembentukan ...