Selasa
25 Agustus 2026 | 8 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Kala Kanang dan Agit Nobar Hati Suhita Bersama Muda Mudi Ngawi

IMG-20230722-WA0019_copy_1175x676_copy_881x507

NGAWI – Muda mudi di Kabupaten Ngawi mendapatkan kesempatan nonton film Hati Suhita. Bertempat di bioskop Ngawi, puluhan pemuda dan pemudi dari Kecamatan Ngawi, Pitu dan Kasreman nonton bareng (nonton bareng) Plh Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), dan Anggota DPRD Ngawi, Feligia Agit Hendiadi. Hadir juga Mbak Esti serta Agus Budianto (Black Hoe).

Selain nobar Hati Suhita, muda mudi Ngawi itu juga mendapatkan pengarahan dari Kanang atau Mbah Kung. Dalam kesempatan itu, Kanang memaparkan potensi yang dimiliki generasi muda saat ini.

Seperti misal ketertarikan generasi muda dengan teknologi informasi. Kanang berpendapat, generasi muda harus menjadi pelaku, tidak hanya menjadi objek ekspensi teknologi informasi dengan segala produknya.

“Generasi muda, Gen Z dan Milenial, yang pertama harus disatukan terlebih dahulu. Anak-anak yang suka dengan IT, harus di-melek-kan lagi, apa manfaatnya itu semua. Generasi kita tidak hanya menjadi objek, tetapi harus menjadi subjek,” kata Kanang saat dikonfirmasi pdiperjuangan-jatim.com, pada Jumat (21/7/2023) semalam.

Mantan Bupati Ngawi dua periode itu juga berpesan, generasi muda hendaknya memiliki mental entrepreneur. Menurutnya, dengan mental entrepreneur, generasi muda akan lebih mudah melihat peluang yang ada.

Apalagi, dikolaborasikan dengan teknologi informasi saat ini, generasi muda akan jauh lebih mudah melihat peluang-peluang, apabila bermental entrepreneur.

“Jadi kita tidak hanya bermain game, tidak hanya menjadi penonton YouTube. Tetapi bagaimana kita bisa menjadi pelakunya, tidak hanya sebagai objek teknologi. Ini yang harus diajarkan kepada generasi muda, bahwa teknologi bisa menjadi peluang,” kata Kanang.

Memberikan sedikit ulasan film, Kanang mengatakan, film Hati Suhita lebih kepada emansipasi wanita. Bahwa wanita, kaum perempuan juga diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi. Wanita tidak boleh lagi dimaknai sebatas ‘konco wingking’ bagi seorang pria. Pemahaman itu, menurut Kanang harus dikikis. Para wanita memiliki hak yang sama untuk berdaya.

“Perempuan harus berprestasi, perempuan memiliki kesempatan yang sama, perempuan bisa menjadi masa depan bangsa,” kata Kanang.

Kanang menambahkan, sejarah Indonesia membuktikan, bangsa dan negara sebesar ini pernah dipimpin oleh sosok perempuan. Yakni Megawati Soekarno Putri sebagai Presiden RI ke 5, sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh perempuan yang memiliki kiprah penting di Indonesia.

“Maka itu harus menjadi suatu contoh bagi kita semua, bahwa perempuan itu harus diberikan tempat dan kesempatan yang sama,” papar Ir. Budi Sulistyono (Kanang).

Sementara itu, Feligia Agit Hendiadi, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi menyampaikan, nobar film Hati Suhita sebagai bentuk penghargaan bagi ekosistem perfilman tanah air. Dengan mengajak anak-anak muda nobar film produksi anak bangsa, juga sebagai bentuk dukungan terhadap film tanah air.

“Kita harus mencintai film-film karya Indonesia,” pesan Agit sapaanya.

Kepada anak-anak muda, Kepala BPEK DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi itu menyampaikan, partai Banteng Moncong Putih partai yang dekat dengan generasi muda. Terbukti, selain nobar, PDI Perjuangan Ngawi juga kerap mengadakan even yang bersinggungan dengan anak-anak muda.

“PDI Perjuangan ini partainya anak muda. Kita punya mimpi besar bersama PDI Perjuangan, sinergitas ini akan terus kita gelorakan,” papar Feligia Agit Hendiadi, saat nobar film Hati Suhita bersama anak-anak muda Ngawi.

Hati Suhita, sebuah film drama Indonesia adopsi dari novelis Khilma Anis tengah jadi perbincangan kaula muda. Film ini berkisah tentang perjuangan getir Alina Suhita seorang perempuan matang yang ingin mempertahankan biduk rumah tangganya dengan Gus Biru. Film sepanjang 137 menit, berlatar pesantren di Kediri ini begitu menguras emosi.
Sedikit mengulas film Hati Suhita. Film ini berkisah tentang Suhita yang harus menerima perjodohan dengan Gus Biru yang tidak mencintainya.

Alur film menampilkan perjuangan Suhita demi mendapatkan hati Gus Biru yang masih belum bisa move on dari Rengganis, kekasihnya saat masih mahasiswa.(amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

390 Ranting Dikukuhkan, PDIP Kabupaten Malang Siapkan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029

PDIP Kabupaten Malang mengukuhkan 390 pengurus ranting sebagai bagian konsolidasi menuju Pemilu 2029 dan upaya ...
KRONIK

Sambut Muktamar ke-35 NU, Baguna PDIP Jatim Buka Posko Pelayanan Gratis bagi Muktamirin

JOMBANG – Menyambut kedatangan ribuan peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Badan Penanggulangan Bencana ...
SEMENTARA ITU...

Wayang Kulit Semarak Hari Jadi Blitar ke-702, Rijanto: Tradisi Harus Tetap Hidup di Masyarakat

Pagelaran wayang kulit lakon Bimo Bangkit memeriahkan Hari Jadi Blitar ke-702. Bupati Rijanto menegaskan pentingnya ...
HEADLINE

Jelang Muktamar ke-35 NU, DPD PDIP Jatim Ziarah ke Makam Mbah Wahab, Mbah Hasyim dan Gus Dur

JOMBANG – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, ...
KRONIK

Genjot Transformasi Digital, Pemkab Bangkalan Hadirkan Layanan PBB yang Mudah dan Cepat lewat MyTax

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus mendorong transformasi digital dalam penyelenggaraan ...
LEGISLATIF

Reses, Warga Kasiman Bojonegoro Sampaikan Ragam Aspirasi kepada Lasmiran

BOJONEGORO – Infrastruktur jalan, perbaikan saluran air, hingga penguatan modal usaha mikro, kecil, dan menengah ...