Selasa
28 April 2026 | 9 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cara Memutus Mata Rantai Penyebaran Corona, Marianto: Taati Anjuran Pemerintah

pdip-jatim-marianto-dprd-nganjuk

NGANJUK – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Nganjuk Marianto kembali mengingatkan masyarakat Nganjuk agar lebih disiplin dan menaati imbauan pemerintah terkait kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona atau Covid-19.

“Kami berharap dan mengajak seluruh masyarakat Nganjuk untuk lebih waspada dan bisa mengendalikan diri untuk melaksanakan anjuran pemerintah. Kedisiplinan diri untuk mengikuti anjuran pemerintah itu merupakan upaya kita sebagai partisipasi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Marianto, kemarin.

Pesan ini kembali dia sampaikan seiring bertambahnya kasus Covid-19 di Kabupaten Nganjuk. Dari awal 9 warga yang telah dinyatakan positif, kini bertambah lagi satu pasien positif Covid-19 asal Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.

Total pasien 10 orang yang positif Covid-19 itu sebagaimana yang dirilis tim Gugus Tugas Pecepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk.

“Sekali lagi saya sampaikan, menaati apa yang sudah menjadi anjuran pemerintah itu semua untuk kepentingan bersama,” tegas wakil rakyat yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk ini.

Marianto menambahkan, meski kasus positif Corona bertambah, diharapkan masyarakat tetap waspada dan tidak panik.

“Tetap selalu di rumah, keluar apabila sangat urgent, lakukan social distancing, tidak bersentuhan dan jangan berjabat tangan. Terapkan perilaku hidup sehat, cuci tangan pakai sabun, hindari kerumunan dan wajib gunakan masker saat keluar rumah,” ujar dia.

Data bertambahnya kasus positif Corona setelah keluar hasil tes rapid dan tes swab kepada seorang warga yang awalnhya merupakan orang dalam pemantauan (ODP).

“Tambahan warga yang positif Covid-19 telah dilakukan isolasi di RSUD Nganjuk,” ujar dr Hendriyanto, jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk.

dr Hendri juga menjelaskan, kalau tambahan positif ini berasal dari klaster sebelumnya yakni orang tuanya yang terlebih dahulu dinyatakan positif Covid-19. “Warga yang dinyatakan baru positif Covid-19 ini merupakan anak dari warga positif sebelumnya,” jelas dr Hendri.

Sementara data covid-19 terbaru di Kabupaten Nganjuk, terang dr Hendri, adalah, orang dalam resiko (ODR) sejumlah 21.979 orang, orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 394 orang, orang dalam pengawasan sebanyak 51 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 22 orang dan yang terkonnfirmasi Covid-19 karena adanya tambahan satu kasus menjadi 10 orang.

“Dengan adanya tambahan satu orang yang terkonfirmasi tersebut maka penyebaran Covid-19 masih akan terus terjadi di Kabupaten Nganjuk,” kata dr Hendri.

Dia pun minta masyarakat untuk meyakini kalau virus Corona bisa disembuhkan dan itu sudah terbukti.

“Karena itu, marilah kita semua tetap berdoa kepala Allah semoga pandemi Covid-19 ini segera dihilangkan dari Indonesia dengan segera,” ucapnya. (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Soroti Pergeseran Anggaran APBD, Minta Eksekutif Jaga Transparansi dan Kepatuhan Regulasi

DPRD Jember soroti pergeseran anggaran APBD, minta transparansi dan kepatuhan regulasi dalam pengelolaan keuangan ...
KABAR CABANG

Banteng Kota Blitar Implementasikan Arahan Megawati Lewat Gerakan Tanam Pohon

Kader PDIP Kota Blitar tanam pohon saat Hari Kartini sebagai implementasi arahan Megawati untuk ketahanan pangan ...
EKSEKUTIF

Gresik Peringkat 6 Nasional dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam Evaluasi ...
MILANGKORI

Puan: Negara Wajib Jamin Anak Aman, Termasuk di Daycare

Ketua DPR RI Puan Maharani tegaskan negara wajib jamin keamanan anak, termasuk di daycare, usai kasus kekerasan di ...
KRONIK

Erma Dukung Perjuangan Asosiasi BPD Tulungagung Terkait Kuota Perempuan dalam Pencalonan

TULUNGAGUNG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mendukung perjuangan Asosiasi BPD (Badan ...
RUANG MERAH

Saat Medsos Anak Dibatasi, Orang Tua Diuji

Oleh Priyanto PEMBATASAN penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun resmi diberlakukan sejak 28 Maret ...