Rabu
19 Agustus 2026 | 8 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Ipuk Ajak Doktor Termuda Lulusan UGM Asal Banyuwangi Jadi Motivator Pendidikan

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-05052025..

BANDUNG – Di tengah kegiatan Halal Bihalal Ikawangi Bandung, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersua dengan Dewi Agustiningsih, Minggu (4/5/2025). Gadis asal Tukangkayu, Banyuwangi itu merupakan doktor tercepat dan termuda lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, yang kini menjadi dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Prestasi Dewi Agustiningsih tersebut membuat banyak orang berdecak kagum. Tak ayal, Ipuk memintanya untuk bisa berbagi inspirasi dan motivasi kepada anak-anak muda lainnya di Banyuwangi.

“Kami berharap, nanti Dewi bisa berbagi cerita, memberikan motivasi dan pengalamannya kepada anak-anak Banyuwangi lainnya,” ujar Ipuk.

Ipuk juga menegaskan bahwa perjuangan Dewi Agustiningsih tersebut bisa diraih oleh anak muda lainnya. Ada banyak kesempatan yang bisa diraih.

“Kami menyiapkan Program Banyuwangi Cerdas bagi anak-anak muda Banyuwangi yang berasal dari keluarga pra-sejahtera agar bisa kuliah,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

Dewi, anak bungsu dari pasangan Suyanto dan Surahma tersebut, meraih prestasinya dengan penuh perjuangan. Sejak duduk di bangku sekolah menengah di SMPN 1 Banyuwangi, Dewi harus menerima kenyataan. Ayahnya yang merupakan sopir honorer di Perhutani harus pansiun karena usia.

“Sejak saat itu, saya harus masuk pararel (rangking tiga tertinggi), agar dapat beasiswa untuk meringankan biaya pendidikan saya,” ungkap perempuan kelahiran 27 Agustus 1998 itu.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya di SMAN 1 Glagah dengan semangat yang sama. Hingga akhirnya bisa diterima di UGM pada 2016 dengan program beasiswa juga. “Alhamdulillah, S1 sampai S3 saya di UGM semua lewat beasiswa,” ungkapnya.

Doktor di bidang kimia tersebut memang memiliki cita-cita yang kuat. Berbekal niat dan doa orangtua, ia berhasil meraih prestasi yang diharapkannya. Ia berhasil lulus studi doktor dalam 2 tahun 6 bulan 13 hari yang umumnya rerata butuh waktu 4 tahun 7 bulan. Usianya yang baru 26 tahun juga terhitung muda di tengah rerata peraih doktoral berada di usia 42 tahun 6 bulan 16 hari.

“Jangan pernah takut bermimpi. Asalkan kita punya niat dan mengantongi doa orangtua, apapun di dunia ini bisa kita taklukan,” pesannya.

Tak hanya itu, lulusan SDN 1 Kepatihan itu, juga langsung diterima langsung sebagai dosen di ITB.

“Sebelum wisuda beberapa waktu lalu, sudah diterima sebagai dosen di ITB. Sidang terbuka di bulan Oktober tahun lalu, November dapat kepastian diterima sebagai dosen,” ceritanya. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Magetan Desak Pemkab Benahi Perizinan Aset Daerah Usai Polemik Izin Alun-Alun

MAGETAN — Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito: Toleransi Beragama di Sekolah Harus Diteruskan Antar Generasi

Mas Dhito berpesan agar semangat toleransi antarumat beragama di sekolah terus dijaga dan diwariskan kepada ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Dorong Pergub Dipercepat agar Perda Tak Mandek di Aturan

SURABAYA – DPRD Jawa Timur menekankan pentingnya percepatan penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai aturan ...
LEGISLATIF

Martin Dorong Pemprov Jatim Bangun Cadangan Air di Wilayah Rawan Kekeringan Bondowoso

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Martin Hamonangan, mendesak Pemprov Jatim mengubah pola penanganan ...
KRONIK

Desak Usut Tuntas Kasus Ibu Aniaya Anak di Pamekasan, Hj. Ansari: Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta polisi untuk mengusut tuntas kekerasan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Ingatkan Efisiensi APBD 2026 Tak Geser Kepentingan Rakyat

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep mengingatkan agar perubahan anggaran daerah tetap berpijak pada ...