Jumat
16 Oktober 2026 | 10 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Ipuk Ajak Doktor Termuda Lulusan UGM Asal Banyuwangi Jadi Motivator Pendidikan

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-05052025..

BANDUNG – Di tengah kegiatan Halal Bihalal Ikawangi Bandung, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersua dengan Dewi Agustiningsih, Minggu (4/5/2025). Gadis asal Tukangkayu, Banyuwangi itu merupakan doktor tercepat dan termuda lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, yang kini menjadi dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Prestasi Dewi Agustiningsih tersebut membuat banyak orang berdecak kagum. Tak ayal, Ipuk memintanya untuk bisa berbagi inspirasi dan motivasi kepada anak-anak muda lainnya di Banyuwangi.

“Kami berharap, nanti Dewi bisa berbagi cerita, memberikan motivasi dan pengalamannya kepada anak-anak Banyuwangi lainnya,” ujar Ipuk.

Ipuk juga menegaskan bahwa perjuangan Dewi Agustiningsih tersebut bisa diraih oleh anak muda lainnya. Ada banyak kesempatan yang bisa diraih.

“Kami menyiapkan Program Banyuwangi Cerdas bagi anak-anak muda Banyuwangi yang berasal dari keluarga pra-sejahtera agar bisa kuliah,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

Dewi, anak bungsu dari pasangan Suyanto dan Surahma tersebut, meraih prestasinya dengan penuh perjuangan. Sejak duduk di bangku sekolah menengah di SMPN 1 Banyuwangi, Dewi harus menerima kenyataan. Ayahnya yang merupakan sopir honorer di Perhutani harus pansiun karena usia.

“Sejak saat itu, saya harus masuk pararel (rangking tiga tertinggi), agar dapat beasiswa untuk meringankan biaya pendidikan saya,” ungkap perempuan kelahiran 27 Agustus 1998 itu.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya di SMAN 1 Glagah dengan semangat yang sama. Hingga akhirnya bisa diterima di UGM pada 2016 dengan program beasiswa juga. “Alhamdulillah, S1 sampai S3 saya di UGM semua lewat beasiswa,” ungkapnya.

Doktor di bidang kimia tersebut memang memiliki cita-cita yang kuat. Berbekal niat dan doa orangtua, ia berhasil meraih prestasi yang diharapkannya. Ia berhasil lulus studi doktor dalam 2 tahun 6 bulan 13 hari yang umumnya rerata butuh waktu 4 tahun 7 bulan. Usianya yang baru 26 tahun juga terhitung muda di tengah rerata peraih doktoral berada di usia 42 tahun 6 bulan 16 hari.

“Jangan pernah takut bermimpi. Asalkan kita punya niat dan mengantongi doa orangtua, apapun di dunia ini bisa kita taklukan,” pesannya.

Tak hanya itu, lulusan SDN 1 Kepatihan itu, juga langsung diterima langsung sebagai dosen di ITB.

“Sebelum wisuda beberapa waktu lalu, sudah diterima sebagai dosen di ITB. Sidang terbuka di bulan Oktober tahun lalu, November dapat kepastian diterima sebagai dosen,” ceritanya. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kukuhkan 66 Kepala Sekolah, Bupati Lukman Tekankan Integritas dan Mutu Pendidikan

BANGKALAN – Kepala sekolah bukan sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi juga memegang tanggung jawab besar ...
KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...
KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...