Bupati Gresik Sampaikan Tingkat Kesembuhan Kasus PMK Capai 70 Persen

 23 pembaca

GRESIK – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Pasalnya, Gresik ditetapkan sebagai zona merah penyebaran PMK.

Meski demikian, pemerintah menyatakan angka kesembuhan kasus yang menyerang hewan ternak sapi itu cukup tinggi. Mencapai 70 persen. Hal itu tidak lepas dari upaya semua pihak dalam melakukan penanganan dan pencegahan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, penanganan kasus PMK di Gresik cukup baik. Mulai dari pendataan setiap wilayah hingga memutus rantai penyebaran PMK.

Selain itu, menutup sementara pasar hewan ternak. Proses jual beli hanya boleh dilakukan di masing-masing kandang. Bahkan, melarang hewan dari luar daerah masuk Gresik. Terutama yang tidak dilengkapi dokumen kesehatan.

“Tapi kita tidak melarang pendistribusian antar kandang, asalkan sapi ini benar-benar dinyatakan sehat,” kata bupati yang diusung PDI Perjuangan tersebut, Sabtu (6/8/2022).

Gus Yani mengatakan, ada salah satu wilayah yang berstatus bebas PMK. Yakni Pulau Bawean. Meski demikian, tetap saja suntik vaksin hewan ternak digencarkan diwilayah tersebut.

“Kuncinya adalah pada imunitas hewan tersebut, yang mana imunitas ini bisa dibentuk dari lingkungan kita sendiri,” ungkap Gus Yani usai melakukan pertemuan dengan Komisi B DPRD Jawa Timur.

Gus Yani juga menyarankan setiap hewan ternak diberikan minuman ramuan alami, misalnya menggunakan rebusan daun meniran dicampur gula merah.

“Saat ini kondisi yang sakit mencapai 5.247 ekor yang sembuh sekitar 3.930. Artinya kesembuhan kurang lebih diangka 70 persen,” pungkasnya.

Sementara Amar Saifuddin, Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jatim mengungkapkan, sekitar 400.000 ekor hewan ternak di Indonesia terinfeksi PMK dan kerugian ditaksir sampai 9.9 triliun.

Dirinya juga menerima laporan bahwa belakangan tren PMK di Jawa Timur juga semakin naik. Laporan terakhir dari Dinas Peternakan Jawa Timur 173.000 sekian kasus, yang sakit 51 persen dan yang sembuh baru 46 persen.

“Berarti kesembuhannya ini juga relatif belum maksimal, kemudian yang potong paksa 1,sekian persen dan mati 1,sekian persen,” ungkap Amar. (mus/hs)