Minggu
12 April 2026 | 12 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Buka Puasa di Teras Gereja, Wiwin: Ini Contoh Kampung Toleransi

PDIP-Jatim-Wiwin-Sumrambah-05032026

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wiwin Isnawati Sumrambah, memberikan apresiasi pada Gereja Kristen Abdiel Zion Pos PI di Desa Tunggorono, Kecamatan/Kabupaten Jombang, usai menggelar buka puasa bersama warga muslim sekitar gereja, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam diskusi bertema “Merajut Persaudaraan, Bersatu dalam Kepedulian, Solidaritas untuk Indonesia Bangkit” itu menjadi ruang silaturahmi lintas agama di Kota Santri.

Acara berlangsung di teras gereja sejak sore hari. Sejumlah jemaat gereja dan puluhan umat muslim duduk berdampingan di kursi yang disusun melingkar dengan hidangan untuk berbuka puasa tersaji lengkap.

Wiwin yang hadir bersama mantan Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, mengaku terkesan dengan suasana kebersamaan yang disaksikan.

“Bayangkan di lingkungan perumahan tengah perkotaan, tetapi toleransi antarumat beragamanya luar biasa. Saya melihat sendiri dari awal sampai selesai, suasananya sangat elok dipandang dan sejuk dirasakan,” ujar Wiwin.

Menurutnya, lingkungan sekitar gereja layak menjadi contoh kampung toleransi. Ia berharap kebersamaan semacam itu tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan juga menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Di tempat yang sama kita makan bersama, meski puasanya berbeda. Ada yang menjalankan Ramadan, ada pula yang bersiap menyambut Paskah. Semoga kerukunan seperti ini terus dilestarikan,” tutur Wiwin.

“Kalau bisa, saling gotong royong ketika ada yang membutuhkan,” imbuh anggota Komisi B DPRD Jatim itu.

Ia menambahkan, toleransi tidak harus ditunjukkan melalui kegiatan berskala besar. Menurutnya, cukup meja makan panjang, niat tulus, dan hati yang terbuka.

“Marilah kita saling menjaga kerukunan hingga saling gotong royong bersama,” jelasnya.

Menjelang waktu berbuka, suasana berlangsung khidmat. Warga lintas agama berfoto bersama sebelum azan Maghrib berkumandang. Setelah doa dipanjatkan, hidangan berbuka disantap bersama. Pengurus gereja juga menyerahkan bingkisan kepada sejumlah tamu sebagai simbol persaudaraan.

Penginjil sekaligus gembala gereja setempat, Suyanto, mengatakan kegiatan buka puasa bersama tersebut telah menjadi agenda tahunan.

“Ini sudah rutin kami lakukan. Tujuannya sederhana, supaya persaudaraan dan kegotongroyongan semakin melekat seperti saudara sendiri. Saling mendukung dan saling menghormati,” ujarnya.

Ia menambahkan, suasana saling mendukung juga terasa saat perayaan hari besar keagamaan lainnya. Jemaat gereja turut bersilaturahmi saat Lebaran, sementara warga muslim hadir memberikan dukungan ketika Natal.

“Yang kami inginkan hanya satu, membangun persaudaraan yang rukun dan saling gotong royong antar sesama umat Tuhan,” kata Suyanto. (fathir/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Tuban Siap Garap Sektor Pertanian dan Persoalan Perempuan

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bersama DPC Tuban menggelar rapat pleno pembentukan kepengurusan PAC ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Ponorogo Perkuat Basis Gen Z, Dorong Keterlibatan Anak Muda dan Perempuan

SURABAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo menegaskan komitmennya untuk merangkul ...
KABAR CABANG

DPC PDIP Jember Serahkan Struktur 31 PAC ke DPD Jatim, Tekankan Soliditas Kader

SURABAYA — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jember menyerahkan susunan struktur Pengurus Anak ...
HEADLINE

Said Abdullah: PAC PDI Perjuangan Wajib Pahami Ideologi Partai

SURABAYA — Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan bahwa kader yang masuk dalam struktur ...
KABAR CABANG

PDIP Pacitan Targetkan 9 Kursi DPRD, Andalkan Penguatan PAC dan Kader Muda

PACITAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pacitan menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jombang Terapkan Kaderisasi Berjenjang, Jaga Ideologi Pancasila Tak “Pedot Oyot”

SURABAYA – Dalam istilah Jawa, dikenal ungkapan pedot oyot. Ungkapan ini menggambarkan terputusnya akar atau ...