SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Agatha Retnosari, mengajak mahasiswa untuk melakukan advokasi pada masyarakat dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam memecahkan persoalan.
Hal tersebut disampaikan Agatha saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Legislatif yang digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya dengan tema “Mengoptimalkan Legislatif dengan Mewujudkan Karakter Mahasiswa yang Responsif dan Proaktif” di UPT Aneka Industri dan Kerajinan, Jl. Pagesangan II, Surabaya, Minggu (5/11/2023).
“Dalam melakukan advokasi, teman-teman mahasiswa harus menentukan dulu apa agendanya? Bagaimana respon masyarakat? Kalau sudah jelas agendanya dan mendapatkan persetujuan dari masyarakat, maka advokasi bisa dilakukan,” ujar Agatha.

Menurut Agatha, advokasi juga dilakukan dengan step by step secara berkelanjutkan. Karena itu, semua pihak yang terlibat harus memiliki kesamaan cara pandang dan komitmen untuk mencapai target yang telah ditentukan.
“Tujuan itu harus dapat tercapai. Harus realistis. Sasaran atau tujuan itu bisa bermacam-macam. Tapi ingat, makin sedikit sasaran makin mudah dikelola,” jelasnya.

Anggota Komisi B DPRD Jatim itu juga memaparkan, kemampuan mahasiswa dalam melakukan analisa situasi menjadi modal penting. Dengan analisa yang tepat, tambah Agatha, persoalan akan mudah diselesaikan.
“Semua advokasi bergantung pada analisis situasi yang kuat dari persoalan atau isu advokasi yang dikawal. Jika perlu lakukan penelitian, research tambahan. Kadang aktor atau institusi dapat dipengearuhi secara langsung, kadang tidak langsung,” tandasnya. (set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













