Minggu
19 Juli 2026 | 7 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banteng Surabaya Kenang Adi Sutarwijono sebagai Kader yang Berjuang di Jalan Sunyi

pdip-portal-1770908839267

SURABAYA — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya mengenang Adi Sutarwijono sebagai kader yang berjuang dalam “jalan sunyi”. Sosoknya dinilai sabar, tenang, dan memilih menyerap berbagai persoalan sendiri sebelum mengambil keputusan.

Bendahara DPC PDI Perjuangan Surabaya, Agatha Retnosari, mengaku memiliki banyak kenangan bersama almarhum, bahkan jauh sebelum dirinya resmi bergabung dengan partai.

“Kenangan dengan beliau jauh sebelum saya bergabung dengan PDI Perjuangan. Beliau adalah sosok yang sabar,” ujar Agatha, Kamis (12/2/2026).

Ia mengakui memiliki karakter yang bertolak belakang dengan almarhum. Dalam berbagai kesempatan, keduanya kerap terlibat perdebatan saat membahas persoalan organisasi maupun kebijakan partai.

“Saya yang berkepribadian bertolak belakang. Kita berdebat dalam berbagai urusan. Tapi kader partai yang sangat sabar adalah beliau,” katanya.

Menurut Agatha, Awi tidak pernah memperlihatkan beban yang dipikulnya sebagai pimpinan. Ia menyebut kepemimpinan yang dijalani almarhum sebagai sebuah “jalan sunyi”, karena banyak persoalan diselesaikan tanpa perlu diketahui orang lain.

“Beliau tidak pernah menyampaikan kesulitan. Jadi seorang pemimpin adalah jalan sunyi. Semua diserap sendiri, lalu mencari solusi,” tuturnya.

Tak hanya itu, Agatha juga menilai almarhum memiliki sikap terbuka terhadap generasi muda di partai. Ia menyebut Awi memberi ruang dialog dan kesempatan kepada kader-kader muda untuk berkembang. “Yang hebat lagi, beliau terbuka dengan kelompok muda,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Fuad Benardi. Ia menilai Awi sebagai sosok yang mampu mengakomodasi berbagai kepentingan dalam organisasi tanpa mengabaikan prinsip.

“Beliau adalah sosok yang sabar. Mengakomodir semua pihak, dalam membuat kebijakan selalu menjaga kebutuhan semua pihak,” kata Fuad.

Menurutnya, setiap keputusan yang diambil almarhum selalu melalui pertimbangan matang. Tidak ada kebijakan yang dibuat secara tergesa-gesa atau emosional.

“Keputusan apa pun dipertimbangkan dengan seksama. Kebaikan dan kesabaran beliau luar biasa,” ujarnya.

Fuad juga mengaku banyak mendapat nasihat langsung dari almarhum, terutama terkait sikap dalam menghadapi dinamika politik dan organisasi. “Beliau mengingatkan saya untuk bersabar dan tidak emosional,” tuturnya.

Bagi jajaran DPC PDI Perjuangan Surabaya, kepergian Awi bukan hanya kehilangan seorang pimpinan, tetapi juga figur yang menjadi penyeimbang dalam berbagai dinamika internal.

Sikapnya yang tenang dan terbuka dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga soliditas partai di Surabaya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Organisasi Pencak Silat Kedepankan Rasaning Ati dan Persaudaraan

Ketua KONI Trenggalek Doding Rahmadi mengajak seluruh organisasi pencak silat mengedepankan rasaning ati, menjaga ...
KRONIK

Banyuwangi Ethno Carnival, Kekuatan Budaya Lokal yang Mendunia

BANYUWANGI – Pagelaran parade kostum Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sukses menyihir ribuan pasang mata penonton, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Minta Inspektorat Perkuat Pengawasan, Dorong Pencegahan Penyimpangan Tata Kelola

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa inpspektorat memiliki peran strategis sebagai ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Minta Aspirasi Reses Menjadi Pijakan Utama dalam Penyusunan Kebijakan

SUMENEP – Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, meminta semua aspirasi masyarakat harus jadi pijakan utama dalam ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Latih Ratusan Petani Cara Bikin Pupuk Organik

BOJONEGORO — Upaya memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan terus digalakkan di tingkat daerah. Guna menekan ...
BERITA TERKINI

DPC Ngawi Gelar Rakor Bersama KSB PAC, Matangkan Persiapan Musran

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama jajaran Ketua, Sekretaris, ...