Selasa
21 Juli 2026 | 9 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Begini Upaya Pemkab Gresik Selamatkan Ternak Sapi dari Wabah PMK

IMG-20220511-WA0019_copy_900x507

GRESIK – Kabupaten Gresik menjadi salah satu wilayah terdampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi, seperti terjadi di Desa Sembung Kecamatan Wringinanom.

Pemerintah daerah pun melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan sapi milik para peternak di Kota Pudak. Salah satunya, memberikan vitamin dan berbagai perawatan lainnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, wabah PMK hanya menyerang hewan ternak sapi. Dan tidak menular kepada manusia. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak terporvokasi oleh isu atau hoax.

“Ini yang harus kita sampaikan kepada masyarakat, Insya Allah PMK bisa kita selesaikan. Karena ini virus, maka kita berikan vitamin sambil menunggu vaksin yang akan diberikan dari Kementan,” kata Gus Yani usai mendampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Selasa (10/5/2022).

Gus Yani menegaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan seluruh OPD dan Camat termasuk juga kepala desa untuk melakukan pendataan yang valid dan terukur.

Tujuannya, untuk mengetahui populasi sapi di Gresik. Baik yang dalam kondisi sakit maupun sehat. Dirinya juga akan bekerjasama dengan Universitas Airlangga untuk meminta pendampingan dokter hewan di Kabupaten Gresik.

“Untuk mengecek kondisi sapi yang sakit. Dan mengecek sapi yang layak untuk dipotong,” ungkap bupati diusung PDI Perjuangan tersebut.

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah telah menerapkan isolasi berbasis kandang. Dan menutup sementara pasar hewan ternak serta melakukan pengawasan lalu lintas pengiriman hewan yang masuk ke wilayah Gresik.

“Upaya ini untuk mencegah meluasnya PMK di wilayah Gresik dan Jawa Timur. Serta memaksimalkan pemberikan obat-obatan di setiap hewan ternak yang dimiliki warga,” pungkasnya.

Diketahui, dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke Gresik. Dalam kunjungannya juga memberikan bantuan berupa desinfektan, antibiotik, vitamin, anti radang, APD dan handsprayer electric untuk bisa digunakan dalam penanggulangan wabah PMK. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan ...