MAGETAN – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan yang sekarang menjabat sekretaris DPC terkenal kritis terhadap kebijakan Pemkab. Selain itu Suyono Wiling sering turun langsung ke lapangan dan berbaur dengan masyarakat.
Kritisnya Suyono Wiling sebagai anggota dewan dari PDI Perjuangan Magetan dapat dilihat dari sikapnya. Misal sikapnya dalam mengawal anggaran memastikan sumber pendapatan pemkab dan jumlah pendapatan yang berasal dari tiga komponen utama.
Yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) mendasar pada data potensi obyek, pendapatan transfer dari pemerintah pusat, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.
“Kita kawal semua anggaran yang masuk ke Pemkab dengan sikap kritis agar semuanya dapat terserap dan tepat sasaran,” Kata Suyono Wiling.
Sementara itu dirinya yang dipercaya partai sebagai ketua fraksi menjalankan fungsi DPRD mengusahakan budgeting/anggaran melalui badan anggaran DPRD menyusun, membahas, dan menyetujui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bersama pemerintah daerah melalui tim APBD ekskutif di ketuai sekdakab.
Memastikan penggunaan APBD pada program prioritas, mendasar kepada mandatori (top down) dan mengakomodasi Hasil Musrenbangkab dan pokir DPRD (bottom-up) yang berpihak pada kepentingan rakyat di selaraskan dengan visi misi kepala daerah.
Sementara itu dalam menjalankan fungsi pengawasan DPRD Wiling menyampaikan:
1. Pengawasan Pelaksanaan Perda: Melalui RDP dgn ekskutif mengevaluasi dan Memastikan Perda yang dibuat bersama pemda di tindak lanjuti dengan perbub dan benar-benar dijalankan.
2. Pengawasan APBD: Mengawasi penggunaan anggaran daerah agar sesuai peruntukan y dan tidak di alihkan pd program di luar perda APBD tanpa melalui pembahasan Dan persetujuan dewan.
3. Pengawasan Kinerja Pemerintah Daerah
Fungsi DPRD melakukan pengawasan dan memberikan masukan kepada Bupati dan OPD melalui paripurna, pandangan umum fraksi dan melalui RDP untuk menjalankan Perda dan regulasi lain yang terkait dengan kinerja. Baik berupa serapan anggaran, target capaian maupun input output out come impact dan benefit.
Fraksi di DPRD juga melakukan pengawasan terhadap tindak lanjut temuan BPK melalui RDP untuk Memastikan rekomendasi dan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ditindaklanjuti.
Dirinya sebagai Ketua Fraksi konsen pengawasan pada pelayanan publik. Mengawasi kualitas pelayanan dasar seperti mutu pendidikan,mutu kesehatan, dan infrastruktur, melakukan pengawasan Tindak Lanjut temuan BPK melalui RDP untuk Memastikan rekomendasi dan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ditindaklanjuti.

Sebagai ketua fraksi dan anggota komisi D dia terkenal dikalangan dewan rajin mengikuti sidak bahkan sering turun sendirian sebagai wakil rakyat guna mendengar keluh kesah di masyarakat.
Menurutnya, sidak penting untuk memastikan bahwa alokasi dan penggunaan dana publik berjalan sesuai dengan rencana yang telah disetujui, transparan, dan akuntabel, menyaksikan langsung keberadaan dilokasi atas aduan masyarakat sekaligus menampung aspirasi.
Dijelaskan lebih lanjut oleh Wiling jika dirinya sering bertemu warga melalui serap aspirasi 3 kali dalam setahun, sosper 2 kali dalam sebulan.
Juga kunjungan daerah baik bersama komisi maupun Pansus, dan secara informal turun bertemu warga secara informal baik kegiatan kemasyarakatan dan sosial. Arisan, kerja bhakti, menghadiri tasyakuran, menghadiri pengajian, menghadiri perlombaan, berkunjung ke panti jompo, berkunjung pelatihan disabilitas dan lain lain.
“Kami sering mengadvokasi masyarakat pengguna BPJS berobat ke RS santunan ke tuna netra berupa sembako, makanan,” terang Suyono Wiling. Bahkan sangat konsen pada warga mengidap HIV yg dikucilkan dari lingkungan.
Dirinya menyampaikan dalam menjalankan tugas yang diamanatkan partai dan diberikan amanat rakyat sebagai wakilnya akan menjalankan dengan ikhlas demi PDI perjuangan dan kemakmuran masyarakat Magetan.(rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













