Selasa
23 Juni 2026 | 11 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyuwangi Berbagi Program Smart City dengan 75 Kabupaten/Kota

pdip-jatim-rapat-smart-city-di-banyuwangi

BANYUWANGI – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar evaluasi pelaksanaan smart city se-Indonesia di Banyuwangi. Kegiatan selama tiga hari, Selasa – Kamis (18-20 Juni 2019) ini diikuti 75 Kabupaten/Kota di Indonesia yang telah melaksanakan program smart city.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik penyelenggaraan evaluasi smart city yang diadakan di wilayahnya. “Ini merupakan kesempatan bagi Banyuwangi untuk bisa sharing dengan berbagai daerah yang telah mengembangkan smart city,” kata Anas.

Anas menyebutkan, kegiatan ini bisa dimanfaatkan Banyuwangi untuk mendapatkan masukan tentang penggunaan teknologi informasi (TI) guna mempercepat sekaligus mempermudah pelayanan publik.

“Para pembuat keputusan yang hadir bisa saling tukar program untuk memperkaya pelayanan publiknya yang efisien dan efektif,” tuturnya.

Dia mencontohkan Banyuwangi yang baru saja mengenalkan layanan publik mandiri, di mana warga bisa mengurus dokumen sendiri (self service) tanpa harus bertemu petugas.

“Program ini masih terus disempurnakan dan diharapkan Kemenkominfo bisa mendukung pelaksanaannya,” ujar Anas.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kemenkominfo, Hery Abdul Azis mengatakan, dipilihnya Banyuwangi untuk lokasi pertemuan ini lantaran Banyuwangi merupakan salah satu daerah di Indonesia yang telah mengimplentasikan smart city, dengan label Smart Kampung.

“Dengan program smart kampungnya, Banyuwangi terbukti berupaya mendekatkan dan mempermudah pelayanan publik dengan menggunakan kendaraan tekonologi komunikasi dan informasi (TIK),” papar Hery.

“Desa-desa pun telah diajak untuk aktif menggunakan TIK,” imbuhnya.

Selain itu, Banyuwangi dipilih sebagai lokasi evaluasi agar para peserta bisa melihat beragam inovasi berbasis TIK yang telah dikembangkan oleh kabupaten di ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Hery mengaku, beragam inovasi seperti Bayi Lahir Procot Pulang Bawa Akta yang memanfaatkan TIK yang dibuat Banyuwangi dianggap sangat menginspirasi karena memudahkan warga, serta berbagai program lainnya.

“Inovasi yang dilakukan Banyuwangi itu sederhana tapi bisa menginspirasi banyak orang. Peserta dari daerah lain bisa langsung melihat bagaimana proses perubahan yang dilakukan Banyuwangi. Kegiatan ini di harapkan bisa memotivasi peserta lainnya,” ujar Hery.

Dia lalu menerangkan bahwa evaluasi ini dilakukan pada kabupaten/kota yang masuk dalam gerakan smart city pada tahun 2017 dan 2018 yang jumlahnya saat ini mencapai 75 daerah.

Dan evaluasi ini bertujuan untuk memperbaiki serta peningkatan kualitas dan pengaruh layanan tersebut pada publik. Mulai dari mereka yang telah menerapkan Smart Branding, Smart Mobility, hingga Smart Environment semua di evaluasi bareng-bareng.

Hery lalu menyebutkan sejumlah parameter yang harus dijaga dalam pelaksanaan program smart city. Parameter tersebut di antaranya, komitmen, kolaborasi dan public partnership.

“Komitmen, contohnya Banyuwangi yang mempunyai komitmen kuat menjaga identitas kotanya dengan mewajibkan setiap bangunan baru mengangkat arsitektur lokal. Kedua, kolaborasi dengan banyak pihak,” ungkap Hery.

Terakhir, lanjut Hery, ada keterlibatan publik yang tinggi dalam pelaksanaan tersebut. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Hadiri Purna Siswa SLB Ar Rochmah Lamongan, Wabup Dirham Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif

LAMONGAN – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai kegiatan Purna Siswa ke-1 Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) dan ...
EKSEKUTIF

Pendaftar SD Sekolah Rakyat Ngawi Baru Tiga Siswa, Pemkab Jajaki Opsi Libatkan Anak Panti Asuhan

NGAWI – Proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Ngawi terus berjalan. Hingga Senin ...
KRONIK

Perkuat SDM Kesehatan, Bupati Sumenep Jalin Kerja Sama dengan FK UTM

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berkomitmen memperkuat sumber daya manusia (SDM) dalam bidang ...
KRONIK

Program Selantang Banyuwangi, Ketika Sekolah Tidak Mengenal Batas Usia

BANYUWANGI – Usia Harapan Hidup (UHH) penduduk Banyuwangi terus meningkat, dari 74,13 tahun pada 2024 menjadi 74,43 ...
LEGISLATIF

Puan Desak PLN Transparan soal Pemadaman Listrik Bergilir, Minta Dampak ke Masyarakat Segera Dimitigasi

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta PLN transparan menjelaskan penyebab pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Kerahkan 31 Armada Tangani Genangan Usai Hujan Deras Dua Hari

Pemkot Surabaya mengerahkan 31 armada untuk menangani genangan akibat hujan deras selama dua hari. Wali Kota Eri ...