Sabtu
26 September 2026 | 4 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pendaftar SD Sekolah Rakyat Ngawi Baru Tiga Siswa, Pemkab Jajaki Opsi Libatkan Anak Panti Asuhan

IMG-20260623-WA0039_copy_1218x812

NGAWI – Proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Ngawi terus berjalan. Hingga Senin (22/6/2026), jumlah pendaftar untuk jenjang SMP tercatat sebanyak 90 calon siswa, jenjang SMA sebanyak 93 calon siswa, sementara jenjang SD baru terdapat tiga calon siswa.

Sesuai jadwal, penetapan siswa Sekolah Rakyat akan dilaksanakan pada 23 Juni 2026 mendatang.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengakui, rendahnya minat pendaftar untuk jenjang SD menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program tersebut.

“Memang kendalanya di masyarakat, dari hasil rundingan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Kementerian, untuk SD ini karena anak-anak masih kecil,” ujar Bupati Ony, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, sebagian besar sasaran penerima manfaat Sekolah Rakyat berasal dari kelompok desil 1 dan desil 2. Namun, sebagian orang tua masih memiliki kekhawatiran ketika anaknya harus mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem tinggal di asrama.

“Kadang orang tua merasa kalau anak ditaruh di SR itu seperti menitipkan anak di pondok. Beberapa masih tarik ulur,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Ngawi menyiapkan alternatif dengan mengusulkan agar siswa jenjang SD Sekolah Rakyat dapat diisi oleh anak-anak dari panti asuhan yang ada di Kabupaten Ngawi.

“Kita coba mekanisme kemarin, kalau kemudian diisi oleh anak-anak kita di panti asuhan yang ada di Kabupaten Ngawi, apakah itu diperkenankan. Kalau diperkenankan kita akan mengajukan izin kepada Kementerian Sosial,” kata Bupati Ony.

Ia menjelaskan, usulan tersebut dilakukan karena petunjuk teknis (juknis) Sekolah Rakyat saat ini masih mengatur sasaran utama dari kelompok desil 1 dan desil 2.

“Juknisnya belum ada. Juknisnya hanya desil 1 dan desil 2. Dari Dinas Sosial setelah disosialisasikan, yang mau baru tiga itu,” ungkapnya.

Bupati Ony menilai, memaksakan kuota siswa tanpa mempertimbangkan kesiapan dan kemauan peserta didik justru dapat mengurangi tujuan utama dari program Sekolah Rakyat.

“Kalau dipaksakan, ruh daripada menitipkan anak di SR jadi kurang maksimal,” katanya.

Menurut Bupati Ony, anak-anak dari panti asuhan dinilai memiliki kondisi yang lebih memungkinkan untuk mengikuti sistem pendidikan Sekolah Rakyat karena sebagian dari mereka membutuhkan dukungan pendidikan dan pengasuhan.

“Kalau dari panti asuhan kan beda. Mereka memang tidak memiliki orang tua, mungkin hanya ibu atau ayah saja. Ketika kita komunikasikan dengan teman-teman di panti asuhan juga lebih mudah karena di SR tempatnya representatif, pendidikannya dapat, dan seterusnya,” pungkasnya. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...