Sabtu
08 Agustus 2026 | 9 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Andreas Dorong Masyarakat Melek Keuangan agar Tak Jadi Korban Penipuan Digital

pdip jatim 260808 andreas

MALANG – Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo mendorong masyarakat memperkuat literasi keuangan di tengah semakin maraknya investasi bodong dan penipuan digital. Pemahaman terhadap sistem keuangan dinilai penting agar masyarakat mampu mengenali risiko sekaligus mengetahui lembaga yang berwenang melindungi dana mereka.

Hal itu disampaikan Andreas dalam Sosialisasi Peran dan Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bertema “Uang Aman di Era Digital: Memahami Perlindungan Simpanan oleh LPS” di Hotel Mirabel, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (7/8/2026).

Menurut Andreas, perkembangan teknologi memberikan kemudahan dalam mengakses layanan keuangan, tetapi sekaligus membuka ruang munculnya berbagai risiko baru. Masyarakat perlu memiliki pengetahuan yang cukup agar tidak mudah tergiur tawaran investasi maupun layanan keuangan yang tidak jelas.

“Di dalam ekosistem keuangan kita, ada industri jasa keuangan yang diawasi dan diatur oleh OJK. Namun, ada juga lembaga yang khusus menangani perlindungan dana nasabah, yaitu LPS,” ujar Andreas.

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK), kewenangan LPS diperluas. LPS tidak hanya menjalankan fungsi penjaminan simpanan nasabah perbankan konvensional maupun syariah, tetapi juga memiliki peran dalam pencegahan dan penanganan krisis keuangan.

“Berdasarkan UU PPSK yang baru, kita memberikan tugas kepada LPS untuk mencegah lembaga perbankan agar tidak mengalami masalah. Tujuannya meminimalkan biaya krisis, sehingga dampak seperti krisis moneter 1998 yang sampai menutup bank tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Andreas juga menyampaikan bahwa LPS ke depan akan mengemban tugas tambahan dalam menjalankan Program Penjaminan Polis (PPP) untuk sektor asuransi. Menurutnya, perluasan fungsi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan konsumen dalam sistem keuangan nasional.

“Nanti LPS juga akan menjamin asuransi. Persiapannya saat ini sudah mulai berjalan,” katanya.

Karena itu, Andreas meminta masyarakat tidak hanya memahami keberadaan LPS, tetapi juga mengetahui syarat agar simpanan dapat memperoleh penjaminan.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diperkenalkan prinsip 3T, yakni simpanan tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga tidak melebihi batas penjaminan, serta nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank.

Kegiatan yang digelar Yayasan Insan Bakti Rakanuala bekerja sama dengan DPR RI, LPS, dan OJK tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan pelaku UMKM, pemuda, komunitas lokal, dan tokoh masyarakat Kepanjen.

Andreas berharap peningkatan literasi keuangan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan formal sekaligus membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan keuangan di tengah perkembangan layanan digital. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Andreas Dorong Masyarakat Melek Keuangan agar Tak Jadi Korban Penipuan Digital

MALANG – Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo mendorong masyarakat memperkuat literasi keuangan di tengah ...
SEMENTARA ITU...

Lewat Dramasoka Pendekar Caping Gunung, Rijanto Ajak Warga Guyub Bangun Blitar

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan gotong royong sebagai modal utama ...
LEGISLATIF

Anggota Dewan Ratih Damayanti Bantu Warga Tak Mampu yang Koma 3 Hari dan Terkendala BPJS

LUMAJANG – Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Lumajang yang juga menjabat sebagai anggota Komisi D DPRD Kabupaten ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Gelar Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

TUBAN– DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban terus mematangkan rencana perlindungan sosial bagi kader. Sebagai langkah ...
OLAHRAGA

Anang Maruf dan Yusuf Ekodono Gabung Soekarno Cup, Dorong Talenta Pelosok Naik Panggung

Legenda Timnas Indonesia Anang Maruf dan Yusuf Ekodono bergabung di Soekarno Cup 2026 karena ingin memperluas ...
LEGISLATIF

19 Daerah Jatim Darurat Kekeringan, Fraksi PDIP Dorong Mitigasi Berkelanjutan

Sebanyak 19 daerah di Jatim berstatus darurat kekeringan. Fraksi PDIP DPRD Jatim meminta pemerintah mengubah pola ...