SURABAYA — Wali Kota Eri Cahyadi merancang program coaching clinic futsal yang melibatkan langsung pemain dan pelatih profesional Bintang Timur Surabaya (BTS) untuk datang ke sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Pahlawan. Program tersebut diarahkan untuk memotivasi siswa sekaligus menjaring bibit unggul futsal sejak usia dini.
Program pembinaan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan BTS dalam memperkuat ekosistem olahraga, sekaligus menyiapkan atlet muda menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Komitmen itu disampaikan Eri saat menerima audiensi jajaran manajemen dan pemain Bintang Timur Surabaya, didampingi Ketua KONI Surabaya Arderio Hukom, di Ruang Sidang Wali Kota, Rabu (23/9/2026).
Eri mengatakan, keberadaan BTS yang konsisten menorehkan prestasi menjadi modal penting bagi Surabaya untuk memperkuat pembinaan futsal dari tingkat sekolah.
“Surabaya ini memiliki dua kekuatan besar di cabang olahraga sepak bola. Jika lapangan besar kita punya Persebaya, maka di futsal kita memiliki Bintang Timur Surabaya. Kita bangga karena Bintang Timur konsisten menjadi juara sejak 2021 hingga musim 2025-2026 dan diperkuat banyak pemain Timnas,” ujar Eri.
Menurut Eri, pengalaman para pemain dan pelatih profesional BTS perlu ditularkan kepada generasi muda. Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya menyiapkan skema agar coaching clinic dapat digelar secara berkala di sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman berlatih bersama pemain profesional, tetapi juga memperoleh motivasi untuk menekuni futsal secara serius.
Selain pembinaan usia dini, Eri juga meminta KONI Surabaya dan Bintang Timur Surabaya berkolaborasi menyiapkan atlet futsal untuk menghadapi Porprov Jatim 2027.
Pemain-pemain muda yang berkembang melalui akademi pembinaan BTS diharapkan dapat menjadi bagian dari kontingen futsal Surabaya.
“Sebagai tuan rumah Porprov, futsal Surabaya harus menjadi yang terbaik. KONI akan berkoordinasi dengan Bintang Timur untuk memanfaatkan potensi pemain pembinaan mereka untuk membela nama Surabaya,” tegas Eri.
Eri menilai sinergi antara klub profesional, KONI dan Pemkot penting agar pembinaan atlet tidak berjalan sendiri-sendiri. Akademi klub dapat menjadi salah satu sumber talenta yang kemudian dibina secara lebih terarah untuk kebutuhan prestasi olahraga daerah.
Eri juga mengapresiasi konsistensi BTS yang terus mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

BTS mencatatkan diri sebagai juara Pro Futsal League selama enam tahun berturut-turut, mulai musim 2021-2022 hingga 2025-2026. BTS juga dijadwalkan menjadi wakil Indonesia dalam kejuaraan futsal di Brasil pada November mendatang.
Sebagai bentuk dukungan dan kebanggaan terhadap prestasi klub tersebut, Pemkot Surabaya akan menampilkan ucapan selamat bertanding untuk BTS melalui jaringan videotron di sejumlah titik strategis kota, termasuk kawasan perhotelan dan pusat keramaian.
Eri juga menyampaikan selamat bertanding kepada seluruh jajaran BTS yang akan memulai musim baru Pro Futsal League 2026/2027 di Jakarta pada 26 September 2026.
Ia bahkan menyiapkan apresiasi berupa kirab piala keliling apabila BTS kembali membawa gelar juara ke Kota Pahlawan.
“Kami menyiapkan apresiasi khusus berupa kirab piala keliling, jika BTS kembali berhasil membawa pulang gelar juara ke Kota Pahlawan,” tandas politisi PDI Perjuangan itu.
Pemilik sekaligus Ketua Bintang Timur Surabaya, Dimas Bagus Kurniawan, menyambut positif dukungan dan kolaborasi yang ditawarkan Pemkot Surabaya.
Menurut Dimas, dukungan pemerintah kota, termasuk fasilitas, promosi dan sinergi pembinaan, menjadi tambahan motivasi bagi timnya untuk terus berprestasi.
“Terima kasih banyak kepada Pak Wali Kota atas waktunya, beserta seluruh jajaran staf dan Ketua KONI Surabaya. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami bisa disambut langsung di sini. Terima kasih juga atas dukungan fasilitas yang selama ini disiapkan untuk kami,” ujar Dimas.
Terkait program coaching clinic ke sekolah-sekolah, Dimas memastikan BTS siap menerjunkan pemain dan tim pelatih profesional secara berkala.
“Terkait coaching clinic ke sekolah-sekolah, InsyaAllah kami siap selalu untuk hadir dan berbagi ilmu kepada anak-anak sekolah,” tegasnya.
Dimas berharap kolaborasi tersebut tidak hanya memperkenalkan BTS lebih luas kepada masyarakat Surabaya, tetapi juga melahirkan talenta-talenta muda asli Kota Pahlawan.
“Besar harapan kami agar masyarakat Surabaya semakin mengenal bahwa kota ini memiliki tim futsal yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Banyak juga arek-arek Suroboyo yang memperkuat tim ini. Semoga kolaborasi bersama Pemkot dan KONI dapat memunculkan atlet-atlet yang jauh lebih baik lagi di masa depan,” pungkas Dimas. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












