MAGETAN – Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan untuk membelikan kendaraan dinas baru bagi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) berpotensi batal. Hal ini terjadi setelah muncul kritik tajam dari Fraksi PDI Perjuangan dalam pandangan umum fraksi beberapa waktu lalu.
Anggaran sebesar Rp 498,8 juta yang semula dialokasikan untuk pengadaan mobil operasional tersebut kini resmi digeser untuk membiayai perbaikan infrastruktur jalan yang dinilai lebih mendesak.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan, Suyono Wiling, membenarkan adanya pengalihan alokasi dana tersebut. Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama dalam rapat pembahasan Banggar DPRD Magetan.
”Dari pembahasan Banggar, anggaran digeser ke infrastruktur,” kata Suyono Wiling, Jumat (25/9/2026).
Suyono menjelaskan, dana sebesar Rp 498.810.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut dialihkan ke pos belanja modal infrastruktur. Fokus utamanya adalah untuk pengerjaan perataan atau leveling pada ruas jalan Bendo–Belotan guna menunjang mobilitas masyarakat.
“Atas kesepakatan bersama dari hasil rapat Banggar, anggaran pengadaan mobil TP PKK dialihkan ke belanja modal infrastruktur, yaitu leveling jalan Bendo-Belotan,” ujarnya.
Berita terkait:Fraksi PDI Perjuangan Magetan Soroti Pengadaan Videotron dan Mobil Dinas PKK
Langkah pengalihan anggaran ini diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan APBD agar lebih menyentuh kebutuhan publik secara langsung, khususnya dalam perbaikan sarana transportasi dan aksesibilitas warga.
Pengalihan ini juga merespons banyaknya keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di wilayah Kabupaten Magetan yang dinilai mengganggu keselamatan dan mobilitas perekonomian warga.(rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













