Selasa
09 Juni 2026 | 2 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Amankan Suara Gus Ipul-Mbak Puti, PDIP Surabaya Siapkan 5.000 Tentara Partai

pdip-jatim-sukadar-sby

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menyiapkan sebanyak 5.000 saksi yang siap mengawal pelaksanaan Pilkada Jatim yang digelar 27 Juni mendatang di Kota Pahlawan.

Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPC PDIP Surabaya Sukadar mengatakan, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno diyakini bakal memperoleh kemenangan di Kota Surabaya.

Namun agar hasil suara pasangan nomor urut 2 itu aman, terang Sukadar, maka perlu dikawal. “Pengawasan perlu dilakukan di setiap TPS (tempat pemungutan suara),” kata Sukadar kepada wartawan, kemarin.

Pria yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Surabaya ini menyebutkan, pengawalan oleh saksi yang merupakan tentara partai ini dimulai dari dari pencoblosan Pilgub Jatim sampai selesai rekapitulasi penghituangan suara.

Selain itu, lanjut dia, tentara partai juga akan mengawal proses pengiriman kotak suara usai pelaksanaan pencoblosan dan penghitungan suara dari TPS sampai di tempat tujuan.

“Tentara partai akan mendampingi terus sampai selesai,” ujarnya.

Saat ini, tambah Sukadar, tentara partai sudah mulai bergerak dengan mencoba mengenali pemilih. Hal ini, menurut Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya ini, perlu dilakukan jika nanti ada pemilih dari luar Surabaya yang mencoba bermain-main di Surabaya akan ketahuan.

“Tentara partai ini cuma mengantisipasi terjadinya praktik politik uang menjelang pencoblosan,” ucap dia.

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, tentara partai harus siap setiap saat dan kapan pun dibutuhkan partai. Untuk itu, Whisnu mengajak tentara partai menjadi komandan pleton di kelurahannya.

Politisi yang juga Wakil Wali Kota Surabaya ini mengatakan, Pemilu 2019 akan lebih rumit karena ada lima surat suara yang diterima pemilih. Yakni surat suara untuk pemilihan anggota legislatif kota/kabupaten, provinsi, DPR RI, DPD RI dan presiden.

Menurutnya, waktu penghitungan surat suara yang diperlukan lebih lama karena tiap kotak suara bisa memakan waktu tiga jam. Untuk itu, tentara partai dibutuhkan dalam mengawal setiap proses pencoblosan sampai penghitungan suara berakhir. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Diana Sasa Temukan Banyak Mata Air di Lokasi Tambang Sayutan: “Harus Dievaluasi”

MAGETAN – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, turun langsung meninjau lokasi aktivitas tambang di Desa ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Desak Pemerintah Siapkan Mitigasi untuk Lindungi Industri Manufaktur

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendesak pemerintah menyiapkan langkah mitigasi konkret untuk menjaga daya ...
KRONIK

Bupati Ipuk Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Progres 75 Persen

BANYUWANGI – Pemerintah pusat membangun Sekolah Rakyat (SR) di Banyuwangi. Saat ini, progres pembangunannya ...
KABAR CABANG

Harlah Bung Karno, BPEK Tuban “Ngangsu Kaweruh” Ideologi dan Ekonomi Kreatif di Blitar

KOTA BLITAR – Memperingati hari kelahiran Soekarno, Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Pemberdayaan ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Fokus Tekan Pengangguran, Mas Dhito Genjot Pelatihan Kerja hingga Job Fair

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan Pemkab Kediri fokus menekan Tingkat Pengangguran Terbuka ...
KRONIK

Ganjar Ajak Generasi Muda Suarakan Kegelisahan Bangsa Lewat Film dan Seni

Ganjar Pranowo mengajak generasi muda menyalurkan gagasan, kritik sosial, dan kegelisahan terhadap kondisi bangsa ...