Kamis
16 Juli 2026 | 5 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Aliansi Gemuk Prabowo, Pengamat Unair: Sejarah Pilpres Tanpa Incumbent, Koalisi Ramping Menang

pdip jatim 230331 airlangga pribadi

SURABAYA – Dinamika politik jelang Pilpres 2024 semakin menghangat dengan terbentuknya koalisi gemuk yang digalang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Prabowo resmi didukung Golkar dan PAN, sehingga koalisi Prabowo menjadi gabungan antara Gerindra, PKB, Golkar, dan PAN.

Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Airlangga Pribadi mengatakan, meski Prabowo membawa koalisi gemuk, tidak dengan serta merta memperkuat potensi kemenangan mantan menantu mendiang penguasa Orde Baru Soeharto itu sebagai pemenang pilpres 2024.

“Nanti dulu. Ada beberapa pertimbangan yang perlu dipikirkan sebelum kita pada kesimpulan koalisi gemuk bakal memudahkan menang Pilpres,” kata Airlangga kepada media, Selasa (15/8/2023).

Baca juga: Golkar dan PAN Akhirnya Dukung Capres Lain, PDI Perjuangan Siap Ulang Sukses Pilpres 2014

Dia lantas merinci sejumlah hal. Pertama, sejarah Pilpres langsung di Indonesia memperlihatkan bahwa terutama pada pemilihan Presiden baru di mana tidak ada incumbent seperti pada tahun 2014, justru pemenang pilpres saat itu, yaitu Joko Widodo, didukung koalisi ramping yakni PDI Perjuangan, PKB, Nasdem, Hanura.

“Pilpres ini terkait interaksi antara kandidat capres-cawapres dan pemilih secara langsung. Program, performance, dan rekam jejak menjadi penentu di hadapan pemilih,” ujar doktor alumnus Murdoch University, Australia, tersebut.

Hal kedua, lanjut Airlangga, dalam kajian ilmu manajemen ada istilah “No Giant Can Dance” (tidak ada raksasa bisa berdansa). Meskipun asumsi ini tidak selalu benar, menurut dia, sepertinya hal itu sangat bisa jadi relevan dengan pilpres 2024.

“Apa sebabnya? Karena partai-partai pendukung Prabowo memiliki kepentingan yang bertabrakan satu sama lain, terutama terkait kepentingan sama-sama ingin menjadi cawapres. PKB yang paling awal mengusung ketuanya Muhaiman Iskandar, lalu PAN mengusung Erick Thohir sebagai Cawapres, belum lagi ketua umum Golkar seperti diamanatkan dalam Munas partai tersebut memberi mandat untuk maju Pilpres,” jelasnya.

Dia mengatakan, semua parpol dalam koalisi gemuk Prabowo berambisi untuk menjadi cawapres.

“Dalam kondisi demikian maka kemungkinan eskalasi pergerakan dalam koalisi bisa menjadi lamban karena konflik kepentingan yang keras di dalam. Hal ini bisa jadi persoalan setelah kontestasi pilpres 2024 berlangsung,” kata Airlangga. (red/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Minta Peningkatan PAD Tak Membebani Rakyat

DPRD Kabupaten Trenggalek meminta pemerintah daerah meningkatkan PAD secara kreatif tanpa membebani masyarakat, ...
EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Mulai Musran dan Musanran, Diana Sasa: Panaskan Mesin Partai, Perkuat Pengabdian Untuk Rakyat

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi memulai pelaksanaan Musyawarah Ranting ...
KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...