Selasa
21 April 2026 | 5 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ahmad Basarah: Pesan Buya Syafii, Pancasila Jangan Lagi Dikhianati oleh Siapa Pun

pdip-jatim-210813-basarah

MALANG – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengenang sosok mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah almarhum Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif sebagai tokoh Islam yang sederhana, moderat, dan selalu menggaungkan semangat kebhinekaan di Indonesia.

Ketua DPP PDI Perjuangan ini memandang Buya Syafii dalam karyanya selama hidup layak dianggap sebagai salah satu guru bangsa.

“Karena peran-peran besar yang beliau dedikasikan kepada bangsa Indonesia. Saya pernah bertemu beliau, bertukar pikiran, dan mendapatkan kesempatan menimba ilmu Islam dan kebangsaan dari almarhum,” kata Basarah dalam keterangannya, Sabtu (28/5/2022).

Diberitakan, Buya Syafii Maarif meninggal dunia pada hari Jumat (27/5/2022) pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Kabar meninggalnya Buya Syafii kemarin disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Baca juga: Buya Syafii Maarif Berpulang, Megawati dan Keluarga Besar PDI Perjuangan Sangat Berduka

Sosok Buya Syafii, lanjut Basarah, dikenal sebagai sosok yang selalu berfokus kepada kepentingan bangsa Indonesia. Untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi suatu bangsa yang besar, kuat, dan terus bersatu di tengah keberagaman yang ada.

Kepemimpinan Buya Syafii di PP Muhammadiyah, membawa salah satu ormas Islam besar yang mengedepankan moderasi beragama di Indonesia. Basarah mengungkapkan, tokoh nasional dengan pemikiran kebangsaan dan kenegaran dengan wawasan Pancasila seperti Buya Syafii akan sangat dirindukan.

“Bangsa Indonesia sebenarnya masih butuh sosok-sosok guru bangsa yang bisa menjadi tempat belajar sekaligus mengingatkan bangsa ini jika dirasa ada yang melenceng dari cita-cita pendiri bangsa. Tugas generasi sekarang adalah bagaimana melanjutkan cita-cita almarhum agar bangsa ini bisa menjadi bangsa mandiri dan maju dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tuturnya.

Menurutnya, tidak hanya bangsa Indonesia yang kehilangan sosok Ketua Umum ke-13 PP Muhammadiyah periode 1998 hingga 2005 ini. Namun, dunia internasional juga merasakan kehilangan sosok pejuang moderasi tersebut.

Karya Buya Syafii di kancah internasional, sebut Basarah, diakui kapasitasnya dalam kepemimpinannya di Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP). Buya Syafii juga dikenal sebagai sosok yang santun dan sederhana itu dikenal tidak pernah lelah menyatukan visi esoterisme Islam di kalangan para pemuka agama.

“Dunia Islam kehilangan beliau sama dengan saat bangsa Indonesia kehilangan mantan Presiden RI serta mantan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid, Nurcholis Madjid, Taufiq Kiemas, atau tokoh besar lainnya. Jejak mereka semua bisa dilihat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” beber Basarah.

Dia menambahkan, tokoh seperti Buya Syafii akan sangat sulit ditemukan bangsa Indonesia, sebagai sosok orang yang bisa menyatukan agama dengan nasionalisme dalam konteks pemikiran dan tindakan.

“Tokoh ideal ini tidak mempertentangkan antara agama dan Pancasila atau sebaliknya Pancasila dan agama. Nah, Buya Syafii di mata saya adalah tokoh yang bisa melakukan peran itu,” sebutnya.

Buya Syafii dalam hidupnya secara gamblang menegaskan bahwa Pancasila telah menjadi bagian inheren dari bangsa dan menjadi perekat bangsa. Bahkan, mengganti Pancasila sama artinya dengan melumpuhkan sendi bangsa.

Maka, pesan dari Buya Syafii agar Pancasila jangan lagi dikhianati oleh siapa pun sehingga menjadi lumpuh dalam mengawal kemerdekaan bangsa harus benar-benar dijalankan oleh para kader-kader generasi penerus bangsa.

“Jangan dibiarkan lagi tahun-tahun kemerdekaan ini berlalu dengan sia-sia. Indonesia terlalu mulia untuk dijadikan ajang pertarungan politik tuna adab dengan membenamkan Pancasila ke bawah debu sejarah! Itu yang pernah beliau katakan dan ini bisa jadi wasiat yang diamanatkan kepada seluruh anak bangsa, termasuk saya,” pungkas Ahmad Basarah. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Indi Naidha Tekankan Akses Kerja dan Beasiswa bagi Disabilitas Jember 

Indi Naidha menegaskan pemerintah wajib memberdayakan penyandang disabilitas dan mendorong implementasi Perda ...
KRONIK

Wiwin Sumrambah Salurkan Bantuan Alsintan untuk Petani Jombang

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menyerahkan bantuan alat dan ...
KRONIK

Industri Makin Banyak, Ini Strategi Pemkab Ngawi Agar Tenaga Kerja Lokal Terserap Maksimal

NGAWI – Pertumbuhan industri di Kabupaten Ngawi terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, tercatat sudah ada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Tekankan Restrukturisasi PDIP Kabupaten Madiun, Siapkan Mesin Politik 2029

Deni Wicaksono menegaskan Musancab PDIP se- Kabupaten Madiun sebagai bagian restrukturisasi organisasi untuk ...
KRONIK

Erma Tegaskan Pelibatan Gen Z pada Struktur PAC Melalui Proses Panjang

TULUNGAGUNG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten, Erma Susanti, menegaskan bahwa pelibatan Gen Z dalam pengisian ...
KABAR CABANG

Hadapi 2029, Fery Sudarsono Dorong Konsolidasi dan Digitalisasi Kader PDIP Kabupaten Madiun

Fery Sudarsono dorong konsolidasi kader PDIP Kabupaten Madiun hingga akar rumput sekaligus menekankan pentingnya ...