Minggu
01 November 2026 | 11 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Veteran Nasional dan Puncak Serangan Umum Mempertahankan Kemerdekaan

pdip-jatim-eksekutif-100823-veteran

BAHWA peringatan Hari Veteran Nasional dimaksudkan untuk mengenang gencatan senjata pada tanggal 10 Agustus 1949 setelah para pejuang kemerdekaan republik Indonesia melawan tantara Belanda di Surakarta. Begitu bunyi lengkap salah satu poin pertimbangan dalam Keputusan Presiden RI Nomor 34 Tahun 2014 Tentang Hari Veteran Nasional.

Gencatan senjata pada waktu tersebut, sekaligus menjadi puncak serangan umum yang dilakukan tentara Indonesia di kota Surakarta atau Solo selama 4 hari 4 malam sejak tanggal 7 sampai 10 Agustus 1949 seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Surakarta, surakarta.go.id

Serangan umum tersebut rangkaian dari sejumlah serangan umum yang dilakukan semenjak Belanda memasuki Kota Surakarta pada masa agresi Belanda ke-II. Serangan umum pertama dilakukan pada 8 Februari 1949 dan kedua pada 2 Mei 1949.

Sejatinya, sebelum serangan umum ketiga dilancarkan, Presiden Sukarno memerintahkan penghentian tembak menembak pada 3 Agustus 1949. Perintah berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia dan diumumkan melalui radio.

Karena adanya masalah teknis, perintah dari Presiden Sukarno baru terlaksana setelah tanggal 10 Agustus, yang terjadi pada puncak pertempuran.

“Hal inilah yang akhirnya membuat serangan umum secara otomatis berakhir. Berakhirnya serangan umum secara otomatis ini juga menandakan berakhirnya masa penjajahan Belanda di Kota Solo,” sebut website tersebut.

Kedatangan tentara Belanda di Kota Surakarta bagian dari invasi di sejumlah kota khususnya di Jawa dan Sumatra pasca proklamasi kemerdekaan. Kedatangan Belanda atau NICA (Netherlands Indies Civil Administration) bersama pasukan sekutu untuk pertama kalinya pada 29 September 1945 di Jakarta.

Baca juga: Kisah Penyelamatan Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih

Sejak itu, NICA melakukan operasi pembersihan di Jakarta dan meluas di berbagai kota di Indonesia. Kondisi itu memaksa pemerintahan RI dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta pada 4 Januari 1946.

Pemerintahan di Yogyakarta hanya bertahan 2 tahun. Pertengahan Desember 1948, Presiden Sukarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta beserta sejumlah menteri ditangkap. Mereka diasingkan ke Sumatra. Begitu juga 150-an pegawai pemerintahan ditahan.  

Invasi dilakukan NICA bersama sekutu menuai perlawanan dari Republik Indonesia yang masih berusia sangat muda. Berbagai perjuangan fisik hingga jalan diplomatik dilakukan sejak 1946 sampai 1949.

Hingga pada konferensi meja bundar, perjanjian antara pemerintah RI dengan Belanda di Den Haag pada 23 Agustus sampai 2 November 1949, Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia. (frgj/hs)

===

Foto:Plt Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko dan seorang anggota Legiun Veteran RI dalam acara tasyakuran memperingati kemerdekaan RI di Guest House Kota Kraksaan, Rabu (17/8/2022). (dok.pdiperjuangan-jatim.com)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...
LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...