Rabu
10 Juni 2026 | 10 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati Soroti Krisis Geopolitik Dunia, Tegaskan Relevansi Dasa Sila Bandung

pdip jatim 260420 seminar kaa msp

Megawati Soekarnoputri menegaskan relevansi Dasa Sila Bandung di tengah krisis geopolitik global serta mendorong KAA Jilid II sebagai solusi.

JAKARTA — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan dunia saat ini berada dalam kondisi tidak stabil akibat konflik geopolitik, dan menilai nilai-nilai Konferensi Asia Afrika (KAA), khususnya Dasa Sila Bandung, kembali relevan untuk menjaga kedaulatan negara dari intervensi asing.

Pernyataan itu disampaikan Presiden ke-5 RI tersebut dalam seminar bertajuk “Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini” di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, berbagai konflik global seperti dinamika di Venezuela hingga ketegangan di Timur Tengah menunjukkan sistem internasional saat ini tengah mengalami guncangan.

“Ketika dunia dihadapkan pada persoalan di Venezuela dan serangan terhadap Iran, maka sistem internasional guncang,” ujarnya.

Megawati menilai kondisi tersebut menjadi alarm bagi dunia untuk kembali pada prinsip kesetaraan antarbangsa sebagaimana dirumuskan dalam Dasa Sila Bandung.

Ia menegaskan, semangat KAA, Gerakan Non-Blok (GNB), serta pemikiran geopolitik Bung Karno melalui pidato To Build The World Anew merupakan jawaban untuk menghadapi praktik neokolonialisme dan imperialisme modern.

“Dasa Sila Bandung adalah benteng kedaulatan bangsa dari campur tangan asing,” tegasnya.

Megawati juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap keberadaan pangkalan militer asing yang dinilai dapat mempercepat terjadinya intervensi terhadap negara berdaulat.

Ia menyinggung langkah progresif Indonesia pada 1965 melalui Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Asing sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan.

Menurutnya, kekuatan pertahanan Indonesia harus dibangun dengan perspektif geopolitik yang berorientasi pada perdamaian dunia, bukan semata kekuatan militer.

Megawati juga mengulas pemikiran Bung Karno yang membagi kekuatan dunia menjadi dua, yakni The New Emerging Forces dan The Old Forces. Meski berbeda, keduanya harus tetap berlandaskan nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian.

Di tengah kompleksitas global saat ini, ia menilai perlunya langkah konkret untuk menghidupkan kembali semangat solidaritas antarbangsa, termasuk melalui gagasan Konferensi Asia Afrika Jilid II.

“Pelaksanaan KAA Jilid II menjadi sangat relevan sebagai kompas masa depan bangsa dan dunia,” ujarnya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...
KRONIK

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi dengan TNI AL Perkuat Kemajuan Daerah Maritim

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI ...