Sabtu
12 September 2026 | 6 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saleh Mukadar Usulkan Arah Bernegara Dikembalikan ke Semangat UUD 1945 Sebelum Amandemen

pdip jatim 260727 mukadar

SURABAYA – Politisi senior PDI Perjuangan, Saleh Ismail Mukadar, mengusulkan agar arah kehidupan berbangsa dan bernegara dikembalikan pada semangat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebelum perubahan melalui amandemen. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar penyelenggaraan negara kembali memiliki arah yang jelas.

Usulan itu disampaikan Saleh saat menghadiri tasyakuran relokasi Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus refleksi 30 tahun peristiwa Kudatuli di Jalan Jemur Andayani, Surabaya, Minggu (26/7/2026).

Baca juga: Deni Wicaksono Ajak Kader PDI Perjuangan Pegang Teguh Prinsip ‘Jas Merah’

Dalam refleksinya, Saleh menilai tantangan perjuangan politik saat ini justru lebih kompleks dibandingkan masa Orde Baru. Jika dahulu lawan politik terlihat jelas, kini ancaman terbesar datang dari pragmatisme, korupsi, dan nepotisme yang dinilai menggerus nilai-nilai kehidupan berbangsa.

“Musuh terbesar kita hari ini adalah pragmatisme. Musuh terbesar kita adalah korupsi dan nepotisme,” ujarnya.

Menurut Saleh, perubahan sistem pemilu menjadi sistem suara terbanyak turut memicu menguatnya praktik politik uang dan menggeser orientasi perjuangan politik.

“Tapi ketika kemudian pemilu dilakukan dengan suara terbanyak, dengan terbuka, pragmatisme mulai terjadi, uang di mana-mana, dan kemudian negara ini dibawa ke arah yang sangat jauh, tidak jelas,” katanya.

Ia juga menilai sejumlah perubahan terhadap Undang-Undang Dasar 1945 melalui amandemen membuat arah penyelenggaraan negara semakin kabur.

Karena itu, Saleh mengusulkan agar kehidupan bernegara dikembalikan pada semangat konstitusi sebelum amandemen sebagai pijakan memperkuat kembali nilai-nilai kebangsaan.

“Satu cara untuk kita bisa kembali lagi agar arah bernegara menjadi jelas, menurut saya adalah kembali ke Undang-Undang Dasar 1945. Sehingga nilai-nilai yang menjadi pedoman berbangsa dapat kembali utuh,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Saleh juga mengenang peristiwa Kudatuli sebagai salah satu tonggak penting perjuangan demokrasi yang membuka jalan menuju Reformasi 1998 dan lahirnya PDI Perjuangan.

“Peristiwa 27 Juli itu adalah puncak daripada keberutalan penguasa dan juga merupakan bagian terpenting daripada Reformasi 98,” ujarnya.

Ia mengingat kembali rangkaian peristiwa 27 Juli 1996 di Jakarta dan gelombang aksi yang berlanjut di Surabaya sehari kemudian sebagai bagian dari perjuangan masyarakat melawan hegemoni Orde Baru. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...
KRONIK

Ketua HKTI Magetan Suarakan Aspirasi Petani dan Tekankan Regenerasi di Rakerda HKTI Jatim

MAGETAN — Anggota DPRD Magetan dari PDI Perjuangan sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ...
LEGISLATIF

Tunjang Kinerja Bamag Gresik, Nila Yani Serahkan Bantuan Perlengkapan Operasional

GRESIK – Dukungan terhadap penguatan pelayanan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Gresik terus dilakukan. ...
KRONIK

Budi Leksono Desak PDAM Modernisasi Alat demi Jamin Kualitas Air Warga

SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendesak PDAM Surya Sembada segera melakukan ...
LEGISLATIF

Wiwin Sumrambah Dorong Informasi Sertifikasi Halal Diperkuat, UMKM Harus Mudah Akses Layanan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, mendorong penguatan penyebaran informasi dan ...