Senin
26 Oktober 2026 | 11 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saksi Hidup Kudatuli Trenggalek: Jual Emas dan Mesin Diesel Demi Bela Megawati di Jakarta

pdip jatim 260727 gaguk nggalek

TRENGGALEK – Bagi para kader PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 atau Tragedi Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah kelam, melainkan memori perjuangan yang membekas tak terlupakan. Sejumlah kader senior masih merasakan langsung bagaimana mereka berada di garis depan bersama Megawati Soekarnoputri kala itu.

Salah satu saksi hidup peristiwa tersebut adalah Gaguk Susilo Atmodjo, kini menjabat sebagai Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Suruh. Dalam renungan dan sarasehan 30 Tahun Peristiwa Kudatuli di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Minggu malam (26/7/2026), Gaguk membuka tabir perjalanan pedih yang pernah dialaminya bersama kader-kader militan Trenggalek.

“Iya, saya merasakan sendiri peristiwa Kudatuli. Bukan hanya intimidasi oleh aparat penguasa saat itu, tetapi juga sudah mengarah ke fisik,” ujar Gaguk mengawali kisahnya.

Baca juga: Doding Rahmadi: Kudatuli Jadi Pengingat Kader Menjaga Semangat Perjuangan PDIP

Ia mengenang momen pada 24 Juli 1996 ketika mendengar bakal ada tekanan politik untuk membenamkan PDI di bawah pimpinan Megawati Soekarnoputri. Tekanan itu merupakan buntut dari dualisme partai, di mana Megawati berhadapan dengan PDI bentukan pemerintah yang dipimpin Soerjadi.

“Artinya apa? Saat itu, PDI bentukan Ibu Mega harus dilenyapkan. Inilah yang membuat kami bersama kader-kader asal Trenggalek terpanggil untuk membela,” kata Gaguk.

Beberapa hari sebelum puncak tragedi, Gaguk bersama almarhum Akbar Abbas (mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek), Harjiyo, serta sejumlah kader lain memutuskan berangkat ke Jakarta.

Mereka bergabung dengan tokoh pergerakan Surabaya seperti Bambang DH dan politisi asal Trenggalek Sutjipto. Keputusan itu diambil meski perasaan waswas menyelimuti akibat intimidasi berulang terhadap kader di berbagai daerah, mulai dari ancaman “dilenyapkan” hingga cap sebagai warga pembangkang.

“Dan itu berulang-ulang. Tetapi tak membuat kami gentar,” tegasnya.

Perjalanan ke Jakarta kala itu dilakukan dengan modal nekat. Untuk membiayai ongkos ke Surabaya dan Jakarta, sejumlah kader terpaksa urunan.

Ada yang menjual mesin diesel, perhiasan, bahkan keluarga almarhum Akbar Abbas sampai menjual emas demi mencari keberadaannya setelah beberapa hari tidak pulang pasca-bentrokan mereda. Saking terpanggilnya, sebagian kader rela menumpang truk menuju ibu kota.

Situasi di Jakarta saat itu benar-benar membara. Terjadi bentrokan fisik, banyak nyawa melayang, dan aktivis hilang entah kemana. Kekhawatiran keluarga baru hilang setelah para kader Trenggalek dinyatakan selamat.

Gaguk menegaskan bahwa kisah ini bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pengingat agar generasi muda memahami akar perjuangan partainya.

“Tetapi setidaknya inilah perjalanan partai. Bahwasanya PDI Perjuangan itu berangkat dari sejarah. Jangan sekali-kali lupakan sejarah,” pintanya dengan nada tegas. (azz/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dari Sumenep ke Jakarta, Rafiq Membawa Cerita Madura dan Semangat Merawat Indonesia

JAKARTA – Perjalanan dari Sumenep menuju Jakarta bukan sekadar perpindahan dari satu kota ke kota lain bagi ...
EKSEKUTIF

Marhaen Djumadi Dorong Penguatan Pangan dan Kesejahteraan Petani Nganjuk

NGANJUK – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menilai kebijakan pemerintah pusat terkait harga gabah membantu memberikan ...
SEMENTARA ITU...

165 Pecatur Ikuti Piala Ketua DPRD Trenggalek, Doding Bidik Atlet Berprestasi

TRENGGALEK – Sebanyak 165 pecatur dari Trenggalek dan luar daerah mengikuti turnamen terbuka catur Piala Ketua DPRD ...
KABAR CABANG

Warga Ponggok Kesulitan Air Bersih, PDIP Kediri Salurkan Bantuan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

KEDIRI – Kesulitan air bersih yang dialami warga Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mendorong DPC PDI ...
HEADLINE

Megawati di Merah Muda Fest: Anak Muda Harus Kritis dan Bertanggung Jawab atas Masa Depan Bangsa

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendorong generasi muda berani berpikir kritis, ...
SEMENTARA ITU...

Hujan Tak Surutkan Semangat, Ribuan Warga Blitar Ikuti Jalan Sehat Hari Santri

BLITAR – Hujan rintik-rintik tak menyurutkan semangat ribuan warga Kabupaten Blitar mengikuti Jalan Sehat Hari ...