Sabtu
05 September 2026 | 3 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saksi Hidup Kudatuli Trenggalek: Jual Emas dan Mesin Diesel Demi Bela Megawati di Jakarta

pdip jatim 260727 gaguk nggalek

TRENGGALEK – Bagi para kader PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 atau Tragedi Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah kelam, melainkan memori perjuangan yang membekas tak terlupakan. Sejumlah kader senior masih merasakan langsung bagaimana mereka berada di garis depan bersama Megawati Soekarnoputri kala itu.

Salah satu saksi hidup peristiwa tersebut adalah Gaguk Susilo Atmodjo, kini menjabat sebagai Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Suruh. Dalam renungan dan sarasehan 30 Tahun Peristiwa Kudatuli di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Minggu malam (26/7/2026), Gaguk membuka tabir perjalanan pedih yang pernah dialaminya bersama kader-kader militan Trenggalek.

“Iya, saya merasakan sendiri peristiwa Kudatuli. Bukan hanya intimidasi oleh aparat penguasa saat itu, tetapi juga sudah mengarah ke fisik,” ujar Gaguk mengawali kisahnya.

Baca juga: Doding Rahmadi: Kudatuli Jadi Pengingat Kader Menjaga Semangat Perjuangan PDIP

Ia mengenang momen pada 24 Juli 1996 ketika mendengar bakal ada tekanan politik untuk membenamkan PDI di bawah pimpinan Megawati Soekarnoputri. Tekanan itu merupakan buntut dari dualisme partai, di mana Megawati berhadapan dengan PDI bentukan pemerintah yang dipimpin Soerjadi.

“Artinya apa? Saat itu, PDI bentukan Ibu Mega harus dilenyapkan. Inilah yang membuat kami bersama kader-kader asal Trenggalek terpanggil untuk membela,” kata Gaguk.

Beberapa hari sebelum puncak tragedi, Gaguk bersama almarhum Akbar Abbas (mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek), Harjiyo, serta sejumlah kader lain memutuskan berangkat ke Jakarta.

Mereka bergabung dengan tokoh pergerakan Surabaya seperti Bambang DH dan politisi asal Trenggalek Sutjipto. Keputusan itu diambil meski perasaan waswas menyelimuti akibat intimidasi berulang terhadap kader di berbagai daerah, mulai dari ancaman “dilenyapkan” hingga cap sebagai warga pembangkang.

“Dan itu berulang-ulang. Tetapi tak membuat kami gentar,” tegasnya.

Perjalanan ke Jakarta kala itu dilakukan dengan modal nekat. Untuk membiayai ongkos ke Surabaya dan Jakarta, sejumlah kader terpaksa urunan.

Ada yang menjual mesin diesel, perhiasan, bahkan keluarga almarhum Akbar Abbas sampai menjual emas demi mencari keberadaannya setelah beberapa hari tidak pulang pasca-bentrokan mereda. Saking terpanggilnya, sebagian kader rela menumpang truk menuju ibu kota.

Situasi di Jakarta saat itu benar-benar membara. Terjadi bentrokan fisik, banyak nyawa melayang, dan aktivis hilang entah kemana. Kekhawatiran keluarga baru hilang setelah para kader Trenggalek dinyatakan selamat.

Gaguk menegaskan bahwa kisah ini bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai pengingat agar generasi muda memahami akar perjuangan partainya.

“Tetapi setidaknya inilah perjalanan partai. Bahwasanya PDI Perjuangan itu berangkat dari sejarah. Jangan sekali-kali lupakan sejarah,” pintanya dengan nada tegas. (azz/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...