Jumat
24 Juli 2026 | 1 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banteng Surabaya Dirikan Posko “Ganjar Presiden” di Gubeng, Taru: Perkuat Basis Penting PDI Perjuangan

pgip-jatim-230522-posko-pilpres-1

SURABAYA – Kader banteng di Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, meresmikan pendirian posko gotong royong “Ganjar Presiden” di kawasan padat penduduk, kampung Pucangan Alun-Alun. Gubeng selama ini menjadi basis penting PDI Perjuangan di Kota Pahlawan.

Peresmian dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Adi Sutarwijono. Hadir juga Bendahara DPC Taru Sasmito, serta Jordan Bataragoa selaku Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Tampak hadir pula kalangan pengurus kampung, RT dan RW, dan tokoh masyarakat.

“Ini menjadi posko induk di Kecamatan Gubeng, yang terhubung dengan posko-posko lainnya di kampung-kampung. Paling tidak satu kelurahan, kami dirikan 5 posko Ganjar Presiden,” kata Agus, fungsionaris PAC PDI Perjuangan Gubeng.

Peresmian ditandai pemotongan tumpeng nasi kuning. Diharapkan, posko gotong royong menjadi titik koordinasi pergerakan pemenangan PDI Perjuangan dan Ganjar Pranowo sebagai Capres dalam Pemilu 2024.

“PDI Perjuangan menang Pemilu tiga kali alias hattrick, Ganjar Pranowo terpilih Presiden,” kata Agus.

Taru Sasmito menegaskan, sejak Ganjar Pranowo ditetapkan Calon Presiden RI 2024, pada 21 April lalu, oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, posko-posko gotong royong bermunculan di Kota Surabaya.

“Lahirnya posko-posko gotong royong di kampung-kampung diprakarsai para kader banteng bersama masyarakat setempat. Semoga bergerak bersama, bergotong royong, holopis kuntul baris,” kata Taru.

Dia menyebut, Kecamatan Gubeng merupakan basis penting PDI Perjuangan. Di berbagai even Pemilu dan Pilkada, terbukti PDI Perjuangan memetik kemenangan tebal di kawasan Gubeng.

“Begitu pula dalam Pemilu 2024, kita bergerak bersama-sama rakyat untuk meraih kemenangan besar bagi PDI Perjuangan, termasuk Mas Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden RI, penerus Pak Jokowi,” kata Taru.

Menurutnya, berdirinya posko-posko “Ganjar Presiden” untuk memperkuat dan memperluas di basis-basis penting dan utama PDI Perjuangan di Surabaya.

“Dengan berdirinya posko-posko gotong royong, kita memperluas gerakan pemenangan PDI Perjuangan dan Mas Ganjar Pranowo,” terangnya.

Adi Sutarwijono menambahkan, lahirnya posko-posko gotong royong menandakan kader-kader PDI Perjuangan solid dan terus bergerak di tengah-tengah rakyat.

“Kita pupuk dan jaga terus kesolidan. Karena bagi PDI Perjuangan, kesolidan adalah setengah dari kemenangan,” ujar Adi.

“Terus bergerak di tengah rakyat. Keberadaan posko-posko gotong royong harus mempunyai andil dalam menyelesaikan problem-problem krusial di masyarakat,” ajak politisi yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya tersebut. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pedagang Pasar Baru Magetan Cemas Tergusur Rencana Pembangunan Bioskop, DPRD Turun Tangan

MAGETAN – Kawasan Pasar Baru Magetan kembali menjadi sorotan. Belum usai persoalan penataan parkir, kini muncul ...
KABAR CABANG

PDIP Trenggalek Mulai Musran-Musanran, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek memulai Musyawarah Ranting dan Musyawarah Anak Ranting dari Kecamatan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tertibkan Parkir Surabaya, 250 Lokasi Disegel dan Makam Keputih Terapkan Gate System

Pemkot Surabaya menertibkan pengelolaan parkir dengan menyegel 250 lokasi yang belum berizin serta menerapkan gate ...
LEGISLATIF

Hari Anak Nasional, Kanang Berbagi Motivasi kepada Wali Murid SDN Margomulyo 2 Ngawi

NGAWI – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SDN Margomulyo 2 Ngawi. ...
LEGISLATIF

Dukung Sekolah Terintegrasi, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Tolak Pengambilalihan Aset Daerah

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Rakyat, ...
RUANG MERAH

Menghitung Genarasi Emas dari Lambung

Oleh Martin Rachmanto ADA sebuah fragmen ingatan yang abadi dari dekade 1950-an, ketika halaman Istana Negara belum ...