Kamis
16 April 2026 | 11 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal PAW 3 Menteri, PDI Perjuangan Masih Klarifikasi Calon Pengganti

pdip jatim - hasto - pers - di aula dpd

pdip jatim - hasto - pers - di aula dpdJAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, soal pergantian antar waktu (PAW) bagi tiga kader di DPR yang telah diangkat jadi menteri, DPP sudah melakukan persiapan cukup lama. Hanya, saat ini DPP masih menunggu kesediaan kader penggantinya untuk duduk di parlemen.

Seperti kursi DPR yang diduduki Puan Maharani (Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), jelas Hasto, Darmawan Prasojo meraih suara terbanyak kedua setelah Puan Maharani di dapil Jawa Tengah V. Darmawan menjadi deputi ketika ada penataan kelembagaan di staf kepresidenan.

“Siapa tahu yang bersangkutan akan menyatakan bersedia menjadi anggota dewan,” kata Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Dipenogoro, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2015).

Menurut Hasto, hal itulah yang menjadi pertimbangan PDI Perjuangan, karena Darmawan Prasojo memiliki hak untuk itu. Sebab raihan suara Darmawan terbanyak setelah Puan.

Untuk pengganti Pramono Anung yang sekarang menjadi Seskab, lanjut Hasto, PDI Perjuangan masih melakukan berbagai pertimbangan strategis untuk meningkatkan kinerja fraksi PDI Perjuangan di DPR. Sejauh ini, ungkapnya, ada dua nama yang akan menggantikan Pramono Anung, yakni Erjik Bintoro (mantan Ketua DPRD Kabupaten Kediri), dan Eva Kusuma Sundari (mantan anggota komisi III DPR RI).

“Jadi di situ ada dua nama yang menjadi perhatian. Kalau dari suara terbanyak memang Erjik. Dan kedua saudari Eva Sundari. Tentu saja partai memiliki pertimbangan mengingat di tengah sorotan masyarakat tentang kinerja dewan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pengganti Tjahjo Kumolo (Mendagri), DPP PDI Perjuangan telah menetapkan satu nama yakni, Tuti N Roosdiono setelah melalui berbagai pertimbangan. Pembahasan penetapan PAW bagi Tjahjo ini telah ditetapkan melalui rapat internal DPP PDI Perjuangan yang dilakukan Rabu 9 September kemarin.

“Terkait dengan pengganti Bapak Tjahjo Kumolo memang ada dua pertimbangan saat itu, tapi akhirnya DPP lebih memilih mereka yang memiliki kapasitas dan kemampuan, yaitu yang memiliki suara terbanyak berikutnya setelah bapak Tjahjo Kumolo (Tuti N Roosdiono),” ujar dia.

DPP PDI Perjuangan, sebut Hasto, masih akan melakukan melakukan klarifikasi perihal kesanggupan dari calon kandidat-kandidat yang akan menggantikan Puan Maharani dan Pramono Anung. “Sekarang kami sedang melakukan klarifikasi untuk siapa yang mengganti bapak Pramono Anung, begitu pula dengan yang mengganti Mbak Puan Maharani,” tuturnya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...