Selasa
15 September 2026 | 5 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Salam Pancasila Menggema di HUT Ke-50 PDI Perjuangan

pdip-jatim-hut-pdip-10012023-megawati-1

JAKARTA – Salam Pancasila bukan barang baru di negeri ini. Salam Pancasila dalam akar kesejarahan diadaptasi dari Salam Merdeka yang dipopulerkan Presiden Pertama RI, Ir Soekarno beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1945.

“Salam Pancasila,” pekik Ketua Umum Megawati Soekarno Putri dalam pidatonya membuka acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PDI Perjuangan di JIExpo, Jakarta, Selasa (10/1/2023).

“Salam Pancasila,” sahut serempak ribuan kader PDI Perjuangan di tempat tersebut.

“Merdeka! Merdeka! Merdeka!” sambung Megawati dan Kembali disambut gegap gempita para kader utusan dari seluruh kabupaten dan kota se-Indonesia. “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”.

Soal Salam Pancasila ini, berkaitan dengan awal pidato Megawati. Presiden ke-lima RI tersebut menceritakan, suatu kali ia diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Ketua Dewan Pembina Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Meski hanya ditawari bertugas di Badan, seperti disampaikan Megawati pada berbagai kesempatan, dirinya menerima lantaran berkaitan dengan ideologi Bangsa dan Negara Indonesia: Pancasila.  

Masih berkaitan dengan Salam Pancasila, mengutip laman resmi BPIP, Kepala BPIP Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA memberikan penjelasan terkait Salam Pancasila saat menjadi Keynote Speaker pada Dialog Kebangsaan di Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu pada (2/12/2022).

“Saya tegaskan salam Pancasila bukan mengganti salam kegamaan tetapi salam kenegaraan,” ujarnya.

Dalam kegiatan kenegaraan, diketahui banyak suku ragam agama dan lain-lain, maka Salam Pancasila sebagai salam alternatif untuk menyatukannya.

Salam Pancasila juga disajikan Khoirul Anam, dalam buku berjudul Salam Pancasila, Sebagai Salam Kebangsaan: Memahami Pemikiran Kepala BPIP RI Prof Drs K.H. Yudian Wahyudi MA PHD.

Melansir jawapos.com, Yudian Wahyudi dalam buku tersebut, mengemukakan, Salam Pancasila diadaptasi dari Salam Merdeka yang dipopulerkan Presiden Pertama Indonesia Ir Soekarno selang beberapa hari setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Dimensi akar sejarahnya, asal muasal munculnya Salam Pancasila lahir dari rahim pemikiran Soekarno. Salam Merdeka sebagai salam nasional, kala itu, menjadi maklumat pemerintah tertanggal 31 Agustus 1945 dan resmi mulai diterapkan 1 September 1945. Pekik ini selalu digelorakan Soekarno dalam berbagai forum demi membangkitkan semangat rakyat Indonesia.

Dalam dokumen tertanggal 24 September 1955 di Surabaya, Soekarno menyampaikan pidato kenegaraan di depan Kongres Rakyat Jawa Timur.

”Saudara-saudara sekalian! Saya adalah orang Islam dan saya keluarga negara republik Indonesia. Sebagai orang Islam, saya menyampaikan salam Islam kepada saudara-saudara sekalian, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

“Sebagai warga Negara Republik Indonesia, saya menyampaikan kepada saudara-saudara sekalian, baik yang beragama Islam, baik yang beragama Hindu Bali, baik yang beragama lain, kepada saudara-saudara sekalian saya menyampaikan salam nasional, Merdeka!”. (hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...
LEGISLATIF

Puan Kenang Jejak Bung Karno dan Bulgarian Rose dalam 70 Tahun Persahabatan Indonesia-Bulgaria

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mengenang kunjungan Presiden pertama RI Soekarno ke Bulgaria pada 1961, saat ...
LEGISLATIF

Developer di Gresik Tak Sediakan Lahan Makam Terancam Sanksi

GRESIK – Pengelolaan pemakaman menjadi perhatian serius wakil rakyat kabupaten Gresik. Pasalnya, perumahan kian ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Air Bersih ke Tiga Desa di Sumberrejo Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro mendorong berbagai pihak untuk ...
OLAHRAGA

Hadapi Porprov 2027, Doding Dorong Semua Cabor Terus Poles Atlet dan Pelatih

TRENGGALEK — Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, KONI Kabupaten Trenggalek mendorong ...
LEGISLATIF

PDIP Jember Persoalkan War Room Rp2,5 Miliar, Candra: Memerangi Siapa?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember mempertanyakan urgensi anggaran war room senilai Rp2,5 miliar dalam ...