Minggu
03 Mei 2026 | 8 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Banyuwangi Dorong Pengusaha Tambak Miliki Instalasi Pengolahan Limbah

PDIP-Jatim Irianto 20092021

BANYUWANGI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi, Irianto, mendorong pengusaha tambak di Kabupaten Banyuwangi agar memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Selama ini, mayoritas pengusaha tambak belum memiliki IPAL. Limbah dari tambak yang mencemari laut Banyuwangi berakibat berkurangnya ikan.

“Keberadaan IPAL ini hukumnya wajib untuk tambak yang masih budidaya,” ujar Irianto di Kantor DPRD Banyuwangi, Senin (12/12/2022).

Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi tersebut menjelaskan, pencemaran limbah di laut memang luar biasa. Limbah ini telah merusak berbagai biota laut, khususnya yang berada di kawasan perairan daerah pinggiran.

Menurutnya, saat ini untuk mencari ikan, nelayan harus melakukan perjalanan 3-4 jam. Jika tidak, mereka tidak akan mendapatkan ikan. Tidak hanya itu, untuk mencari air bersih di kawasan pesisir sudah sangat sulit. Hampir semua kawasan pesisir telah tercemar limbah.

“Perlu diketahui, kita mencari air yang bersih. Kalau ditarik satu kilometer dari bibir pantai masih belum bersih itu air, masih tercemar,” terang politisi PDI Perjuangan itu.

Dia meminta kesadaran para pengusaha tambak ataupun pabrik yang saat ini belum memiliki IPAL agar segera membuatnya. Dia menyebut, IPAL tersebut merupakan kewajiban dalam dunia usaha. Karena setiap usaha tidak lepas dari limbah yang dapat menimbulkan pencemaran.

“Sejauh ini untuk tambak baru satu yang memiliki IPAL. Yang lainnya belum ada. Seharusnya IPAL itu sudah ada sejak awal dimulainya usaha tersebut. Karena, budidaya pembuangan limbahnya juga ke laut,” tuturnya.

Meski demikian, tambah Irianto, karena biaya pembuatan IPAL ini tidak kecil, dia mendorong pengusaha melakukannya secara bertahap. Dia berharap para pengusaha yang belum memiliki IPAL sadar diri.

Dia menyebut, yang dilakukan DPRD Banyuwangi saat ini sifatnya persuasif untuk menggugah para pengusaha agar secara bertahap menyediakan IPAL di lokasi usahanya. Karena keberadaan IPAL itu pengaruhnya jangka panjang dan untuk kebaikan bersama.

“Kalau dibiarkan, semua masa bodoh, pada akhirnya terjadi seperti saat ini, terumbu karang hancur. Terutama di daerah Muncar ke utara sampai Banyuwangi,” pungkasnya. (ryo/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Cak Eri Ajak Gen Z Karah Jadi Motor Ekonomi Kampung

Eri Cahyadi dorong Kampung Pancasila di Karah Surabaya, libatkan Gen Z, UMKM, dan ekonomi warga berbasis ...
HEADLINE

Hasto Tekankan Gotong Royong dan Persatuan Buruh Kunci Perjuangan Kesejahteraan

Hasto Kristiyanto tekankan gotong royong dan persatuan buruh sebagai kunci perjuangan kesejahteraan pada May Day ...
KABAR CABANG

Sanggar Cantik Merdeka Jadi Ruang Sehat Warga Tuban

TUBAN – Di tengah kepungan gaya hidup digital yang serba cepat, upaya mengembalikan kesadaran masyarakat akan ...
RUANG MERAH

Kartini yang Bekerja

Oleh Mahendra Cipta DALAM kosmologi Madura, konsep tentang perempuan dan semangat Kartini (emansipasi/pendidikan) ...
KRONIK

Sonny Tinjau Pantai Bimo Banyuwangi, Soroti Sampah Pesisir dan Dorong Wisata Fishing Center

BANYUWANGI – Anggota DPR RI Komisi IV, Sonny T. Danaparamita, melakukan kunjungan serap aspirasi ke kawasan pesisir ...
LEGISLATIF

Untari Dorong Kejar Paket A, B, C untuk Tingkatkan Lama Sekolah di Jatim

Sri Untari dorong program kejar paket A, B, C untuk tingkatkan lama sekolah di Jawa Timur yang masih 13,44 tahun. ...