Kamis
22 Januari 2026 | 8 : 54

Pembukaan Puncak Petik Laut ke-124 Muncar, Desi Prakasiwi Lepas Kirab Perahu Gitik

PDIP-Jatim Desi dan Petik Laut 11072025

BANYUWANGI – Kirab Perahu Gitik menjadi penanda dimulainya puncak tradisi Petik Laut Muncar 2025 yang digelar Kamis (10/7/2025) pagi. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi, Hj. Desi Prakasiwi, secara resmi melepas kirab dari halaman Koramil Muncar, yang kemudian diarak menuju Pelabuhan Muncar sebagai titik akhir prosesi sebelum pelarungan sesaji ke laut.

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, saya berangkatkan dan semoga lancar dan selamat sampai tujuan. Selamat dan sukses untuk Petik Laut Muncar 2025,” ujar Desi saat melepas kirab.

Kirab ini membawa perahu gitik, replika perahu slerek berukuran 4 meter x 90 sentimeter, yang mengangkut sesaji berupa berbagai hasil bumi, termasuk kepala kambing kendit berkail emas. Replika tersebut menjadi simbol utama pelarungan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat nelayan terhadap hasil laut yang melimpah.

Sejak pagi buta, masyarakat telah memadati halaman Koramil Muncar dan jalur kirab. Para peserta kirab tampil dalam balutan pakaian adat, kostum bertema maritim, serta membawa atribut budaya pesisir. Suasana semakin semarak dengan iringan musik Sound Horeg Sultan, drum band pelajar, dan deretan kendaraan hias.

Kirab yang juga diikuti politisi PDI Perjuangan ini melintasi rute Koramil – Pasar Muncar – Tikungan Brak – hingga berakhir di Pelabuhan Muncar. Sepanjang jalur, Desi menyapa warga yang tumpah ruah di pinggir jalan, menyambut kirab dengan antusias.

Setibanya di pelabuhan, anggota Komisi II DPRD Banyuwangi itu menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba mancing dan miniatur perahu yang menjadi bagian dari rangkaian petik laut tahun ini.

“Petik laut ini adalah warisan budaya yang luar biasa. Sudah diselenggarakan sejak tahun 1901 dan sekarang memasuki tahun ke-124. Ini membuktikan betapa kuatnya tradisi ini melekat di hati masyarakat,” jelas Desi.

Ia menambahkan, tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kepercayaan dan spiritualitas masyarakat nelayan, tapi juga mengandung nilai-nilai gotong royong, solidaritas sosial, serta potensi pariwisata budaya.

“Momentum seperti ini juga penting untuk mendidik generasi muda agar mencintai budaya leluhur. Saya berharap kegiatan ini terus dilestarikan dan menjadi ruang ekspresi serta identitas masyarakat pesisir khususnya, masyarakat Muncar,” tandasnya. (ars/set)

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Optimis Becak Listrik Bantuan Prabowo Mampu Tingkatkan Pendapatan Para Tukang Becak

SURABAYA – Sejumlah tukang becak di Surabaya menerima bantuan 200 unit becak listrik dari Presiden Prabowo ...
KRONIK

Ketua DPRD Tulungagung Bagikan 20 Ribu Bibit Kopi pada Masyarakat

TULUNGAGUNG – Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono, membagikan 20 ribu batang bibit kopi kepada kelompok tani ...
KOLOM

1970, Tahun Duka Cita yang Menguatkan

Oleh Eri Irawan, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya “You never know how strong you are until being strong is ...
LEGISLATIF

Banyu Biru Djarot Dorong Green Jobs Jadi Kunci Pariwisata Berkelanjutan

JAKARTA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Banyu Biru Djarot menegaskan, penyiapan dan peningkatan green jobs ...
KABAR CABANG

PDIP Trenggalek Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD, Doding: Kepala Daerah Harus Dipilih Rakyat

TRENGGALEK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek bersikap tegas menolak wacana pemilihan kepala daerah ...
LEGISLATIF

Banjir Tahunan, Fraksi PDI Perjuangan Lamongan Dorong Pembentukan Perda Sungai

LAMONGAN – Masalah banjir tahunan di Kabupaten Lamongan memicu desakan serius untuk memperkuat payung hukum ...