Senin
20 Juli 2026 | 12 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pembukaan Puncak Petik Laut ke-124 Muncar, Desi Prakasiwi Lepas Kirab Perahu Gitik

PDIP-Jatim Desi dan Petik Laut 11072025

BANYUWANGI – Kirab Perahu Gitik menjadi penanda dimulainya puncak tradisi Petik Laut Muncar 2025 yang digelar Kamis (10/7/2025) pagi. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi, Hj. Desi Prakasiwi, secara resmi melepas kirab dari halaman Koramil Muncar, yang kemudian diarak menuju Pelabuhan Muncar sebagai titik akhir prosesi sebelum pelarungan sesaji ke laut.

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, saya berangkatkan dan semoga lancar dan selamat sampai tujuan. Selamat dan sukses untuk Petik Laut Muncar 2025,” ujar Desi saat melepas kirab.

Kirab ini membawa perahu gitik, replika perahu slerek berukuran 4 meter x 90 sentimeter, yang mengangkut sesaji berupa berbagai hasil bumi, termasuk kepala kambing kendit berkail emas. Replika tersebut menjadi simbol utama pelarungan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat nelayan terhadap hasil laut yang melimpah.

Sejak pagi buta, masyarakat telah memadati halaman Koramil Muncar dan jalur kirab. Para peserta kirab tampil dalam balutan pakaian adat, kostum bertema maritim, serta membawa atribut budaya pesisir. Suasana semakin semarak dengan iringan musik Sound Horeg Sultan, drum band pelajar, dan deretan kendaraan hias.

Kirab yang juga diikuti politisi PDI Perjuangan ini melintasi rute Koramil – Pasar Muncar – Tikungan Brak – hingga berakhir di Pelabuhan Muncar. Sepanjang jalur, Desi menyapa warga yang tumpah ruah di pinggir jalan, menyambut kirab dengan antusias.

Setibanya di pelabuhan, anggota Komisi II DPRD Banyuwangi itu menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba mancing dan miniatur perahu yang menjadi bagian dari rangkaian petik laut tahun ini.

“Petik laut ini adalah warisan budaya yang luar biasa. Sudah diselenggarakan sejak tahun 1901 dan sekarang memasuki tahun ke-124. Ini membuktikan betapa kuatnya tradisi ini melekat di hati masyarakat,” jelas Desi.

Ia menambahkan, tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kepercayaan dan spiritualitas masyarakat nelayan, tapi juga mengandung nilai-nilai gotong royong, solidaritas sosial, serta potensi pariwisata budaya.

“Momentum seperti ini juga penting untuk mendidik generasi muda agar mencintai budaya leluhur. Saya berharap kegiatan ini terus dilestarikan dan menjadi ruang ekspresi serta identitas masyarakat pesisir khususnya, masyarakat Muncar,” tandasnya. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Pemkab Kedepankan Pembinaan Pelaku Usaha Mikro Ketimbang Sanksi

Anggota DPRD Jember Suharto meminta Pemkab Jember mengedepankan pembinaan kepada pelaku usaha mikro dibanding ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Hilirisasi Kopi, Petani Harus Nikmati Nilai Tambah Ekonomi

Anggota Komisi B DPRD Jatim Erma Susanti mendorong hilirisasi kopi di Blitar. Petani dan generasi muda diminta ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang: Koperasi Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menegaskan penguatan koperasi harus menjadi agenda bersama untuk memperkokoh ...
KABAR CABANG

Menumbuhkan Spirit Gotong Royong Melalui Turnamen Voli Piala Kades Sumbersuko, Lumajang

LUMAJANG – Lapangan Voli Brajamusti di Desa Sumbersuko, Lumajang, menjadi saksi riuh rendahnya ratusan warga yang ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Car Free Day Surabaya Harus Bebas Pungli

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan kawasan Car Free Day harus bebas dari pungutan liar. Pemkot menggandeng ...
KRONIK

Rano Karno: Si Doel, Kudatuli, dan Utang Demokrasi yang Tak Boleh Dilupakan

Dalam peringatan 30 tahun Kudatuli, Rano Karno menyebut perjalanan politiknya tak lepas dari perjuangan para korban ...