Rabu
09 September 2026 | 5 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Raih Penghargaan RBD, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Identitas Budaya Masyarakat

PDIP-Jatim Achmad Fauzi Wongsojudo 26052026

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan penghargaan kepada Kabupaten Sumenep atas komitmen dan dedikasi melestarikan, mengembangkan, dan memajukan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas, budaya, dan kekayaan bangsa. 

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menerima penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) pada puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan SDM Kemendikdasmen, Jalan Raya Parung, Ciputat, Bojongsari, Kota Depok, Senin (25/5/2026).

Penghargaan ini sebagai bentuk penghargaan pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah, dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah, melalui berbagai program pendidikan, kebudayaan, dan pelibatan masyarakat.

“Bahasa daerah merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah, kearifan lokal, dan jati diri masyarakat yang harus menjaga keberlangsungannya sampai kapanpun,” ujar Fauzi seusai menerima penghargaan.

Menurut dia, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi cerminan karakter, budaya, dan identitas masyarakat. Ia menilai, penghargaan tersebut sebagai motivasi pelestarian bahasa daerah, agar tetap hidup dan mewariskan kepada generasi muda.

“Kami untuk merawat dan melestarikan bahasa daerah, di antaranya, melalui berbagai program, seperti muatan lokal di sekolah, festival budaya, lomba pidato dan mendongeng yang berkolaborasi dengan komunitas budaya dan lembaga pendidikan,” terangnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu berharap, seluruh elemen yang mendapat penghargaan ini menumbuhkan semangat pelestarian di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, agar bahasa daerah tetap lestari di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi.

“Masyarakat Kabupaten Sumenep hendaknya semakin aktif mengembangkan program pelestarian bahasa daerah, demi menjaga kekayaan budaya bangsa,” terangnya.

“Yang jelas, menjaga dan merawat bahasa daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar tetap lestari di zaman apapun,” tandasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Serahkan Insentif Guru Rohani Lintas Agama, Bupati Ipuk: Bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter

BANYUWANGI – Ratusan guru rohani lintas agama menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pelaku Pembakaran Lahan untuk Sawit Segera Ditindak

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kemudian ...
LEGISLATIF

Jalan Gador-Pakis Rusak dan Lama Dikeluhkan, Doding Turun Langsung Cek Kondisi

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi turun langsung meninjau kondisi jalan rusak yang ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah membangun satu kepemimpinan dalam penanganan bencana yang ...
LEGISLATIF

Buleks: Air Keruh Jangan Dibebankan ke Konsumen, Sumber Masalah Harus Dibuka Transparan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Budi Leksono atau Buleks meminta Perumda Air Minum Surya Sembada ...
LEGISLATIF

Tolak Utang Rp786 Miliar, Fraksi PDI-P Jember Tinggalkan Paripurna KUA-PPAS 2027

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memilih tidak masuk ruang paripurna saat penandatanganan nota ...