PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Bambang Juwono, menggelar simposium tentang “Pemberdayaan Sosial Ekonomi Kemasyarakatan melalui Program Aspirasi Masyarakat” di kantor DPC PDI Perjuangan Ponorogo dan aula Hotel Gajah Mada, 25-26 April 2022.
Bambang Logos, sapaan akrab Bambang Juwono, memberi penguatan kepada pengurus PAC dan Ranting tentang pemberdayaan sosial ekonomi melalui program aspirasi masyarakat. Tujuannya, dengan adanya program-program tersebut para kader bisa lebih mampu untuk menjalankan tugas-tugas Partai.
“Utamanya bagaimana sebagai kader mampu menjalankan suatu kegiatan, program yang membawa manfaat untuk kepentingan masyarakat,” ujar Logos di kantor DPC PDI Perjuangan Ponorogo, Senin (25/4/2022).
Dengan begitu, lanjut Logos, ia berharap melalui kelompok, masyarakat bisa belajar berkomunikasi, belajar bermusyawarah, dan merencanakan. Sehingga program yang hadir pun bisa membawa manfaat dan Partai bisa menjadi yang terbaik untuk masyarakat.
“Itu suatu hal yang sangat penting yang harus dijalani oleh kawan-kawan dan semoga dengan program itu PDI Perjuangan bisa lebih dikenal masyarakat, lebih dicintai masyarakat, dan kehadiran kita punya arti,” tutur Ketua DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu.
Logos juga menjelaskan, jika PDI Perjuangan mampu dicintai masyarakat, maka target pun bisa tercapai, seperti penambahan kursi pileg dan jabatan sebagai pemimpin daerah bisa dipertahankan kekuasaannya.
“Bagaimana kita terus menarik, kita punya target supaya lebih dicintai rakyat. Kalau dicintai artinya tambah besar,” tegas Logos.
Maka dari itu, simposium tersebut merupakan salah satu upaya untuk mencapai cita-cita PDI Perjuangan. Cita-cita bisa dicapai dengan adanya perjuangan, kerja keras, gotong royong, dan kekompakan.
Selain itu, partai dengan lambang banteng itu mempunyai komitmen kebangsaan dengan menjaga empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.
“Itu nanti otomatis, kita nggak usah memikirkan bagaimana kita menang. Antar organisasi partai bisa bersinergi dengan baik asalkan hasilnya bisa didapatkan. Asal dilakukan dengan semangat inti Pancasila, gotong royong,” lanjutnya.
Menurut Logos, ada perkembangan lebih baik dari para kader saat mengikuti simposium tersebut. Hal tersebut dapat dilihat pada peningkatan kedisiplinan dan kekompakan.
“Dari hari ke hari teman-teman makin baik. Ikut acara tertib, rata-rata mereka bisa dengerin dengan baik, kompak. Ada kemajuan belajar. Tadi sempat saya singgung juga kalau pemimpin harus sanggup mendengarkan, nggak hanya sanggup berkata-kata saja,” pungkasnya.
Sekedar informasi, simposium tersebut dihadiri oleh pengurus PAC dan Ranting dari Kecamatan Mlarak, Jetis, Sampung dan Ngrayun, kurang lebih 120 orang. Usai simposium, dilanjutkan dengan buka bersama. (jrs/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













