Sabtu
06 Juni 2026 | 12 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Kartini, FPDIP DPRD Jatim Terima Pengaduan dari Keluarga Santri Putri Korban Pencabulan

IMG-20260421-WA0014_copy_914x540

SURABAYA – Satu keluarga asal Kota Surabaya, mengadukan dugaan tindak pencabulan dialami anak gadisnya oleh pengasuh salah satu pondok pesantren di Sidoarjo, kepada sejumlah legislator Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur di Surabaya, Selasa (21/4/2026).

Kabar memilukan terjadi bertepatan dengan peringatan Hari Kartini tahun ini. Gadis asal Surabaya, sebut saja Mawar, didampingi dua kerabatnya lelaki dan perempuan datang ke ruang Fraksi PDIP DPRD Jatim di Jl Indrapura, Surabaya.

Mereka ditemui sejumlah anggota FPDIP, Martin Hamonangan, Hari Yulianto, Diana AV Sasa dan Ony Setiawan.

Pencabulan Tak Cuma Sekali
Salah seorang keluarga korban menceritakan, pencabulan dialami Mawar terjadi beberapa kali rentang September hingga Desember 2025.

Motif yang dilakukan pelaku, dengan memanggil Mawar ke ruangan di lantai dua pondok pesantren dengan dalih bersih-bersih ruangan. Namun, itu hanya dalih pelaku. Di ruangan itu, tindak pencabulan dilakukan.

“Alasannya bersih-bersih gudang,” kata kerabat korban.

Keluarga korban juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian Resor Kota Sidoarjo.

Laporan resmi kepada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sidoarjo dilakukan dua kali. Yakni pada tanggal 25 dan 26 Maret 2026.

“Kami tidak terima, dan meminta pelaku dihukum seberat-beratnya,” kata keluarga korban.

Menunggu Gerak Cepat Kepolisian

Terkait laporan itu, anggota DPRD Jawa Timur Martin Hamonangan SH MH menyatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menindaklanjut pengaduan tersebut.

“Kami akan membentuk tim kuasa hukum untuk mendampingi proses hukumnya,” kata Martin Hamonangan yang juga Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Melihat rentang waktu kejadian dan tindakan yang berulang, Martin khawatir korban tidak hanya satu orang.

Martin meminta aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian bergerak cepat memproses pelaporan tersebut.

“Ini termasuk kejahatan pidana serius. Bila perlu, polisi segera menangkap pelaku untuk mencegah kejahatan yang berulang,” kata Martin.

Senada dengan Martin, legislator Hari Yulianto juga menyatakan akan mengawal pelaporan keluarga korban.

Apalagi, kata dia, dalam kasus-kasus pencabulan, penyembuhan trauma dialami korban membutuhkan jangka waktu yang sangat lama.

“Ada trauma psikis korban, perampasan masa depan anak. Saya pikir kepolisian harus bertindak cepat,” tandasnya.(hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Untari Dorong Penguatan Regulasi Disabilitas untuk Menjamin Hak Kelompok Rentan

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan regulasi perlindungan penyandang ...
LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Soroti Banyak Perda Belum Efektif, DPRD Jatim Dorong Evaluasi Menyeluruh

Ketua Bapemperda DPRD Jawa Timur Yordan M. Batara Goa mendorong evaluasi menyeluruh terhadap perda yang telah ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Minta Pemerintah Lebih Serius Lindungi Peternak Ayam Petelur

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan meminta pemerintah lebih serius memperhatikan nasib peternak ayam ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Soroti Ketimpangan DBHCHT, Minta Daerah Penghasil Dapat Porsi Lebih Berkeadilan

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur membawa isu strategis DBHCHT, kinerja BUMD, dan penyesuaian program ...
KABAR CABANG

Mencari Mereka yang Tercecer dari Bansos, Kerja-kerja Kerakyatan dari PAC PDIP Mumbulsari

Kisah pendampingan warga prasejahtera di Mumbulsari, Jember. Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan turun ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Ketahanan Ekologi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Anggota DPRD Jawa Timur Diana Sasa menegaskan ketahanan ekologi harus menjadi prioritas pembangunan daerah. ...