Minggu
19 Juli 2026 | 1 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Perempuan Internasional, Ini Pesan Dyah Katarina

pdip-jatim-dyah-katarina-surabaya

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Dyah Katarina, mengatakan bahwa saat ini kaum perempuan telah mendapatkan pengakuan di ruang-ruang publik. Banyak kiprah perempuan dalam pengambilan kebijakan publik mulai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hingga di berbagai aktivitas sosial dan ekonomi lainnya.

“Kita lihat misalkan, sekarang kepala dinas atau sopir PMK sudah tidak harus laki-laki. Kepala Puskesmas, camat atau lurah sekarang juga banyak yang perempuan. Itu sejak zamannya Pak Bambang DH sudah berlaku. Artinya, siapa yang mampu ya silakan. Jadi, laki-laki atau perempuan sudah tidak lagi jadi pertimbangan untuk menempati suatu jabatan,” katanya, Selasa (8/2/2022).

Politisi asal PDI Perjuangan itu menegaskan, ketika kesetaraan gender diberlakukan, maka tidak perlu lagi melihat ini laki-laki atau perempuan, karena semuanya sama dan setara.

“Kalau ada diskriminasi baru kita soroti, dan menurut saya sekarang tidak ada diskriminasi sekarang. Artinya, tidak lagi membedakan gendernya, laki-laki atau perempuan tetapi lebih kepada kemampuan seseorang,” jelasnya.

Wakabid Perempuan dan Anak DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu pun menambahkan bahwa sejauh ini Pemkot Surabaya telah memberikan sosialisasi, penyadaran ke masyarakat tentang kesetaraan gender. Namun menurutnya hal itu masih perlu lebih digencarkan lagi.

“Karena ternyata masih ada masyarakat yang belum kena sasaran. Misalkan selama ini sasarannya adalah kader yang di mana kader punya tugas untuk menyampikan ke warga, tetapi mungkin tidak memiliki kemampuan, fasilitas maupun sarana untuk menyampaikannya. Nah, ini menjadi evaluasi untuk Pemkot Surabaya supaya lebih merata lagi,” tandasnya.

Dalam rangka Hari Perempuan Internasional yang diperingati pada hari ini (Selasa, 8/3/2022), Dyah pun berpesan kepada semua perempuan untuk tetap menjadi diri sendiri dan berupaya menjadi perempuan yang mandiri.

“Mandiri bukan berarti gagah terus berkonotasi negatif, tetapi lebih pada perempuan harus mandiri agar apabila terjadi sesuatu, perempuan itu sudah settle. Kembangkanlah potensi diri, tidak usah minder. Karena perempuan itu kalau dikasih kesempatan, dia bisa menjadi apapun,” tandasnya. (dhani/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Pemkab Bangun Sistem Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto meminta Pemkab Jember membangun sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. ...
HEADLINE

PDIP Bakal Resmikan Monumen Kudatuli, Simbol Perjuangan Demokrasi dan Tolak Kekerasan Negara

PDI Perjuangan akan meresmikan Monumen Kudatuli pada 27 Juli 2026 sebagai simbol penghormatan terhadap pejuang ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Organisasi Pencak Silat Kedepankan Rasaning Ati dan Persaudaraan

Ketua KONI Trenggalek Doding Rahmadi mengajak seluruh organisasi pencak silat mengedepankan rasaning ati, menjaga ...
KRONIK

Banyuwangi Ethno Carnival, Kekuatan Budaya Lokal yang Mendunia

BANYUWANGI – Pagelaran parade kostum Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sukses menyihir ribuan pasang mata penonton, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Minta Inspektorat Perkuat Pengawasan, Dorong Pencegahan Penyimpangan Tata Kelola

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa inpspektorat memiliki peran strategis sebagai ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Minta Aspirasi Reses Menjadi Pijakan Utama dalam Penyusunan Kebijakan

SUMENEP – Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, meminta semua aspirasi masyarakat harus jadi pijakan utama dalam ...