Sabtu
17 Oktober 2026 | 6 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Perempuan Internasional, Ini Pesan Dyah Katarina

pdip-jatim-dyah-katarina-surabaya

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Dyah Katarina, mengatakan bahwa saat ini kaum perempuan telah mendapatkan pengakuan di ruang-ruang publik. Banyak kiprah perempuan dalam pengambilan kebijakan publik mulai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hingga di berbagai aktivitas sosial dan ekonomi lainnya.

“Kita lihat misalkan, sekarang kepala dinas atau sopir PMK sudah tidak harus laki-laki. Kepala Puskesmas, camat atau lurah sekarang juga banyak yang perempuan. Itu sejak zamannya Pak Bambang DH sudah berlaku. Artinya, siapa yang mampu ya silakan. Jadi, laki-laki atau perempuan sudah tidak lagi jadi pertimbangan untuk menempati suatu jabatan,” katanya, Selasa (8/2/2022).

Politisi asal PDI Perjuangan itu menegaskan, ketika kesetaraan gender diberlakukan, maka tidak perlu lagi melihat ini laki-laki atau perempuan, karena semuanya sama dan setara.

“Kalau ada diskriminasi baru kita soroti, dan menurut saya sekarang tidak ada diskriminasi sekarang. Artinya, tidak lagi membedakan gendernya, laki-laki atau perempuan tetapi lebih kepada kemampuan seseorang,” jelasnya.

Wakabid Perempuan dan Anak DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu pun menambahkan bahwa sejauh ini Pemkot Surabaya telah memberikan sosialisasi, penyadaran ke masyarakat tentang kesetaraan gender. Namun menurutnya hal itu masih perlu lebih digencarkan lagi.

“Karena ternyata masih ada masyarakat yang belum kena sasaran. Misalkan selama ini sasarannya adalah kader yang di mana kader punya tugas untuk menyampikan ke warga, tetapi mungkin tidak memiliki kemampuan, fasilitas maupun sarana untuk menyampaikannya. Nah, ini menjadi evaluasi untuk Pemkot Surabaya supaya lebih merata lagi,” tandasnya.

Dalam rangka Hari Perempuan Internasional yang diperingati pada hari ini (Selasa, 8/3/2022), Dyah pun berpesan kepada semua perempuan untuk tetap menjadi diri sendiri dan berupaya menjadi perempuan yang mandiri.

“Mandiri bukan berarti gagah terus berkonotasi negatif, tetapi lebih pada perempuan harus mandiri agar apabila terjadi sesuatu, perempuan itu sudah settle. Kembangkanlah potensi diri, tidak usah minder. Karena perempuan itu kalau dikasih kesempatan, dia bisa menjadi apapun,” tandasnya. (dhani/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Rawat Mangrove, Pelestarian Lingkungan Harus Berkelanjutan

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam ...
KRONIK

Hadiri Lomba Mewarnai Tugu Keris, Bupati Fauzi Puji Kreativitas Ratusan Anak

SUMENEP – Komunitas Lakona Lakone sukses menggelar lomba mewarnai tugu keris tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan ...
HEADLINE

Hasto Tawarkan Moratorium Hutan dan Penataan Ulang Tata Ruang untuk Atasi Karhutla

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menawarkan dua langkah mendasar untuk mengatasi ...
KRONIK

Kanang Minta Kader PDIP yang Ingin Jadi Wabup Ponorogo Perkuat Konsolidasi Lintas Partai

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, meminta kader PDI Perjuangan yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...