Kamis
23 April 2026 | 11 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Warga Tambak Asri Budidaya Maggot, Agustin Akan Support Pengembangannya

PDIP-Jatim-Agustin-Poliana-02112021

SURABAYA – Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Agustin Poliana, menyelenggarakan reses di balai RT 1 RW 9, Tambak Asri, Morokrembangan Surabaya, Senin (1/11/2021). Menurutnya, pertemuan dengan warga warga Tambak Asri merupakan upaya membangun dan merekatkan kembali ikatan yang sebelumnya sempat terputus.

“Reses kali ini memang saya prioritaskan di asal saya dulunya. Karena warga juga harus tahu bahwa berangkatnya saya adalah dari PDI Perjuangan untuk membesarkan diri. Harapan saya ke depan, PDI Perjuangan tetap besar di wilayah RW 9 ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dalam suasana kekeluargaan dan penuh canda tawa, para warga sangat antusias menikmati pertemuan dengan Agustin. Mereka menyampaikan aspirasinya secara terbuka.

Ketua RW 9, Johan, menyampaikan harapaannya, agar anggota Fraksi PDI Perjuagan DPRD Jatim tersebut memberikan dukungan untuk meningkatkan ekonomi warganya melalui budidaya magot yang telah dirintis bersama.

“Jadi, kami sekarang sedang berjuang membangun rumah magot. Kemarin sudah matur ke pak wali kota, alhamdulillah akan ada bibit lele, ayam yang nanti, sebagian hasilnya dibagikan ke warga. Itu yang sedang kita ajukan,” jelas Johan.

Johan menambahkan, saat ini rumah magot di wilayahnya masih terbatas, sehingga ia berharap dapat difasilitasi agar tempat budidaya bisa semakin luas.

“Nah yang di deck baru RW 9 kita masih lobi ke RW 8. Jadi, nanti ketika warga mau menjadi petani magot, hasilnya per kilogram itu kita beli 4 ribu. Saya mohon restu dan dukungan ibu, mohon difasilitasi,” ujarnya.

Mendengar hal tersebut, Titin sapaan akrab Agustin, mengaku senang dengan perkembangan yang terjadi di RW 9. Dirinya juga akan mendorong usulan tersebut dan mengupayakan percepatannya melalui Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya.

“Kalau itu sudah menjadi hal yang berkembang, insya Allah mereka ingin bisa diekspor. Nah, wilayah RW 9 bisa menjadi suatu gebrakan yang positif dan bisa sebagai percontohan. Bukan hanya di RW 9 saja, ke depan banyak RW lain yang mengikuti,” jelas Agustin.

“Ke depan nanti kita akan support. Sejauh ini mereka berharap tempatnya, lalu butuh anggaran yang tidak sedikit. Itu bisa ada dana hibah yang tersampaikan bagi mereka, sehingga bisa berkembang,” imbuhnya.

Tak lupa, Titin juga mengimbau warga untuk selalu mengutamakan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas. Ia meminta warga Tamba Asri untuk tidak lengah.

“Meskipun Surabaya sudah masuk level 1, tapi tetap harus dijaga protokol kesehatannya. Jangan sampai setelah level 1, malah naik lagi. Harapan saya kita bisa menurunkkan kasus Covid-19 di kota ini,” pungkasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkab Lamongan Perkuat Komitmen Penurunan Stunting Melalui Program Genting

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan langkah konkret dalam mencetak generasi emas yang bebas ...
KRONIK

Ratusan Kasus Narkoba Menghantui Lumajang, Desa Tunjungrejo Perkuat Ketahanan Lewat Penyuluhan Hukum

LUMAJANG – Memajukan desa tak sekadar membangun infrastruktur. Juga bagaimana pembangunan sumber daya manusia (SDM) ...
KABAR CABANG

Ficky Septalinda: Sinergi Tiga Pilar Partai, Strategi Mencapai Kemenangan Kontestasi Politik

BANYUWANGI – Menjaga soliditas dan kekompakan tiga pilar Partai menjadi strategi dan kunci utama PDI Perjuangan ...
KRONIK

Erma Inisiasi Program Nelayan Ramah Lingkungan di Pantai Sidem Tulungagung

TULUNGAGUNG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menginisiasi program nelayan tanah ...
LEGISLATIF

Fery Sudarsono Serahkan 10 Ribu Bibit Buah, Dorong Kemandirian Pangan Warga Madiun

MADIUN – Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono membagikan 10 ribu bibit tanaman produktif kepada masyarakat di ...
KRONIK

Antisipasi Kemarau Ekstrem, Pemkab Ngawi Petakan Sawah Rentan Terdampak dan Percepat Tandur 

NGAWI – Sejumlah langkah antipasi dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam menghadapi ancaman kemarau ekstrem ...