LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan langkah konkret dalam mencetak generasi emas yang bebas stunting. Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Pemkab Lamongan memperkuat komitmennya dengan menyalurkan bantuan periode ketiga di Pendopo Lokatantra, Kamis (23/4/2026).
Langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi berkelanjutan untuk memastikan intervensi penanganan stunting berjalan optimal, terukur, dan tepat sasaran bagi masyarakat di seluruh wilayah Lamongan.
Strategi Holistik: Intervensi Spesifik dan Sensitif
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lamongan, Dirham Akbar Aksara, mengungkapkan bahwa penanganan stunting di Lamongan dilakukan melalui dua jalur utama yang saling berintegrasi.
Pertama, intervensi spesifik yang berfokus pada pemenuhan gizi langsung bagi balita dan ibu hamil. Kedua, intervensi sensitif yang menyasar akar permasalahan di lingkungan tempat tinggal.
“Kami tidak hanya memberikan gizi, tapi juga memperbaiki sanitasi, menyediakan jamban sehat, hingga memastikan kualitas hunian warga layak huni. Ventilasi dan pencahayaan yang baik sangat krusial dalam mendukung kesehatan anak,” tutur Mas Wabup Dirham.

Memutus Mata Rantai Stunting dari Hulu ke Hilir
Dengan pendekatan komprehensif ini, Pemkab Lamongan optimis mampu memutus mata rantai penyebab stunting secara total. Fokus utama perbaikan lingkungan yang dilakukan yakni menyediakan air bersih dan jamban, mengukur berat badan, tinggi badan dan lingkar badan secara rutin. “Selain itu ventilasi dan pencahayaan rumah,” katanya.
Konsistensi Pemantauan adalah Kunci
Mas Dirham menegaskan bahwa kunci keberhasilan Program Genting terletak pada akurasi data dan konsistensi pemantauan. Progres pertumbuhan anak harus dipastikan merangkak naik setiap bulannya.
“Keberhasilan penanganan stunting ditentukan oleh progres pertumbuhan anak. Harus dipastikan setiap intervensi berdampak pada peningkatan berat dan tinggi badan anak secara optimal,” ucapnya.
Berdasarkan hasil evaluasi terbaru, sebagian besar penerima manfaat Program Genting telah menunjukkan indikator tumbuh kembang yang positif. Meski demikian, pengawasan ketat tetap dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar dikonsumsi untuk kebutuhan gizi anak, bukan untuk kebutuhan lainnya.

Membangun Generasi Berdaya Saing
Melalui Program Genting, Pemkab Lamongan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap pola asuh dan kebersihan lingkungan. Upaya ini diharapkan tidak hanya menurunkan angka stunting secara statistik, tetapi juga menciptakan sumber daya manusia (SDM) Lamongan yang sehat, berkualitas, dan memiliki daya saing global di masa depan.
Upaya berkelanjutan ini membuktikan bahwa Lamongan sangat serius dalam menyiapkan “Generasi Tangguh” melalui kolaborasi orang tua asuh dan pemerintah daerah yang harmonis. (Mnh/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











