Selasa
21 April 2026 | 3 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pengasuh Al-Fattah Kikil Ingin Diana Sasa Jadi Aspirator Pesantren

pdip-jatim-211101-sasa-al-fattah-kikil-1

PACITAN – Ada getar keharuan dirasakan Diana Amaliyah Verawatiningsih, saat legislator DPRD Provinsi Jawa Timur ini menapak jalan masuk menuju kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fattah, Kikil, Arjosari, Kabupaten Pacitan, Senin (1/11/2021).

Perlahan, perempuan yang akrab disapa Diana Sasa ini melewati para santriwan/santriwati yang menyambutnya dengan sikap takzim.

Sejenak ingatannya meloncat ke masa silam, di tahun 2000-an, ketika pernah nyantri di pesantren ini. Saat itu, para santri Ponpes Al-Fattah juga selalu menyambut tamu dengan sikap takzim.

Makin bergetar hatinya, ketika para santri Ponpes Al-Fattah menyambutnya meriah dengan iringan sholawat. Sambil berjalan menuju ruang acara, dia pun mengikuti alunan Sholawat Nabi dengan suara lirih.

Sasa mengatakan, kunjungannya ke Ponpes Al-Fattah untuk reuni dan sowan dengan para pengasuhnya. Sebagai alumnus, politisi kelahiran Pacitan ini mengaku sudah lama ingin berkunjung ke pesantren tersebut,

“Sudah lama saya memendam keinginan untuk sowan kepada Romo Yai, karena saya merasa berutang ilmu. Berutang ilmu kepada Pondok Kikil,” ungkap Sasa, saat bertemu pengasuh Ponpes Al-Fattah, Kikil, KH Burhanuddin Amin.

Di depan para pengasuh ponpes, dan para santri, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini mengaku, banyak mendapat ilmu saat nyantri di Ponpes Al-Fattah,

Menurutnya, meski hanya singkat, saat mondok dia menemukan banyak buku penting yang membuka wawasan tentang keislaman, seperti soal sejarahnya, perkembangannya, dan lainnya.

“Maka kedatangan saya sebagai bentuk terima kasih saya kepada almarhum Ustadz Abbas dan Kyai Burhan yang sudah memberi saya kesempatan untuk membaca buku di perpustakaannya”, ucap Sasa

“Karena saya menemukan banyak buku di Pondok Kikil, maka saya membawakan beberapa buku bacaan untuk para santri sebagai bentuk terima kasih,” ujarnya.

Dia lantas mengajak para santri agar tidak merasa rendah diri atau minder meski berasal dari desa. “Banyaklah membaca buku agar wawasan meluas dan dapat menaklukkan dunia,” tuturnya.

“20 Tahun setelah saya membaca buku-buku di Pondok Kikil, saya bisa menjadi anggota dewan. Sungguh saya berhutang ilmu pada pondok ini. Semoga kelak lahir penerus saya dari pondok Kikil,” imbuh Sasa.

Sedang KH Burhanuddin Amin, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Sasa.

Kyai Burhanuddin juga menyampaikan harapan kepada Sasa selaku wakil rakyat tingkat provinsi, agar menjadi aspirator bagi pesantren di Kabupaten Pacitan, khususnya Ponpes Al-Fattah, Kikil.

Menurutnya, Ponpes Al-Fattah Kikil berkiprah mulai tahun 1977. “Sudah sekitar 50 tahunan. Namun pondok ini juga masih butuh dukungan, baik dukungan moril maupun materiil, supaya kemajuan pondok ini semakin pesat,” Kyai Burhanuddin. (mtd/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Indi Naidha Tekankan Akses Kerja dan Beasiswa bagi Disabilitas Jember 

Indi Naidha menegaskan pemerintah wajib memberdayakan penyandang disabilitas dan mendorong implementasi Perda ...
KRONIK

Wiwin Sumrambah Salurkan Bantuan Alsintan untuk Petani Jombang

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menyerahkan bantuan alat dan ...
KRONIK

Industri Makin Banyak, Ini Strategi Pemkab Ngawi Agar Tenaga Kerja Lokal Terserap Maksimal

NGAWI – Pertumbuhan industri di Kabupaten Ngawi terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, tercatat sudah ada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Tekankan Restrukturisasi PDIP Kabupaten Madiun, Siapkan Mesin Politik 2029

Deni Wicaksono menegaskan Musancab PDIP se- Kabupaten Madiun sebagai bagian restrukturisasi organisasi untuk ...
KRONIK

Erma Tegaskan Pelibatan Gen Z pada Struktur PAC Melalui Proses Panjang

TULUNGAGUNG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten, Erma Susanti, menegaskan bahwa pelibatan Gen Z dalam pengisian ...
KABAR CABANG

Hadapi 2029, Fery Sudarsono Dorong Konsolidasi dan Digitalisasi Kader PDIP Kabupaten Madiun

Fery Sudarsono dorong konsolidasi kader PDIP Kabupaten Madiun hingga akar rumput sekaligus menekankan pentingnya ...