Senin
20 Juli 2026 | 3 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Tak Mungkin Incar Jabatan Partai

megawati-jokowi

megawati-jokowiJAKARTA – Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah yakin, Presiden Joko Widodo tidak akan maju sebagai ketua umum dalam kongres partai yang direncanakan April 2015 mendatang. Sebab, kader PDI Perjuangan itu sudah melarang kabinetnya rangkap jabatan di partai politik.

Menurut Basarah, jika menteri sudah dilarang rangkap jabatan di parpol, tidak mungkin Jokowi akan melanggarnya sendiri. “Jokowi tidak mungkin maju sebagai ketua umum,” tegas Basarah di Jakarta, Senin (15/12/2014).

Dia menjelaskan, menteri yang tugasnya adhoc dilarang rangkap jabatan karena dianggap bisa mengganggu fokus tugasnya. “Apalagi jabatan presiden yang tanggung jawabnya lebih luas dari menteri. Tidak mungkin dia (Jokowi) double standard,” ujar anggota Komisi III DPR tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Basarah menyikapi Survei Cyrus. Survey yang diumumkan Senin itu di antaranya menyatakan Jokowi di peringkat pertama kandidat Ketua Umum PDI Perjuangan.

Soal siapa yang bakal menjadi ketua umum, kata Basarah, itu adalah urusan internal PDI Perjuangan. “Silakan saja berpendapat. Tapi pada akhirnya keputusan penting yang menyangkut masa depan partai menjadi yuridiksi politik partai,” ujarnya.

Senada, politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menilai Jokowi punya komitmen kuat memisahkan pemerintahan dengan parpol. Dan sudah terbukti Jokowi melarang menteri merangkap jabatan di parpol.

“Kita mau ada keterpisahan antara partai dengan pemerintahan dan Pak Jokowi sudah declare,” tegas Eva.

Dia juga yakin Jokowi tak berambisi memimpin partai pemenang Pemilu 2014 ini. “Jokowi nggak mau kok jadi Ketum PDI Perjuangan,” ungkapnya.

Sementara itu, politisi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menganggap survei Cyrus itu mengada-ada. Sebab, saat Rakernas Semarang Oktober 2014 lalu, seluruh DPD PDI Perjuangan sudah mengusulkan Mega jadi ketum kembali.

“Survei itu tidak perlu dilakukan karena sudah ada keputusan rakernas. Survei itu tampaknya mengada-ada,” kata Hendrawan.

Dia menganggap kepemimpinan Mega masih dibutuhkan PDI Perjuangan. “Mega jadi ketum lagi, PDI Perjuangan akan solid, dan menjamin 5 tahun ke depan akan support pemerintah secara all out,” ucapnya. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi, Demokrasi Memerlukan Kritik dan Kebebasan Berpendapat

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Blitar Targetkan Musran 22 Kecamatan Rampung Sebelum 17 Agustus

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menargetkan Musyawarah Ranting di 22 kecamatan rampung sebelum 17 Agustus 2026 ...
KRONIK

Mobil Legends, Nobar Piala Dunia, dan Ekonomi Kreatif Anak Muda Ponorogo

PONOROGO – Antusiasme anak muda mewarnai turnamen Mobile Legends yang digelar di kafe WOW KWB Ponorogo, Minggu ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jember Siapkan Kader Muda hingga Gen Z, Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029

DPC PDI Perjuangan Jember memperkuat kepengurusan ranting di Sumbersari, Sukowono, dan Ajung dengan merekrut kader ...
KRONIK

Nobar Final Piala Dunia, Bupati Bangkalan Berbaur dengan Masyarakat

BANGKALAN – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai Pendopo Agung Bangkalan saat ratusan masyarakat dari ...
RUANG MERAH

Tak Ada Tarian Tango di Grahadi

Oleh Diana Sasa* RENCANA saya sederhana: nobar di warkop. Di Magetan. Bareng warga. Gagal. Senin pagi ini ada ...