Senin
26 Oktober 2026 | 7 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wakil Ketua DPRD Lumajang Minta Pemkab Terbuka Soal Pinjaman Rp 200 M

IMG-20210625-WA0013_copy_1200x676_1

LUMAJANG – Wakil Ketua DPRD Lumajang, H Bukasan SPd menilai Pemkab Lumajang belum optimal dalam penggunaan instrumen APBD. Termasuk ketidaktransparanan perihal pinjaman uang senilai Rp 200 miliar.

Menurut Bukasan, ketidakoptimalan penggunaan instrumen APBD tersebut ditandai dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang masih terlalu besar. Menurutnya, hal ini terjadi dikarenakan buruknya kualitas perencanaan anggaran pemkab, baik dari sisi pengeluaran maupun penerimaan.

“Sebenarnya banyak faktor yang menjadikan pemerintah sehingga akhirnya jadi SiLPA. Jika tidak ingin terjadi SiLPA, maka pemerintah harus meningkatkan kualitas perencanaan anggaran secara matang,” ujarnya.

Bukasan, yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lumajang berharap, SiLPA yang masih ada nantinya dapat dijadikan tambahan sebagau ruang fiskal. Sehingga, menurut Bukasan, implementasi kebijakan yang berpihak pada rakyat dapat berjalan dengan baik.

“SiLPA itu nanti, bila kebijakan sudah turun harus dikembalikan seperti semula, tidak boleh digunakan untuk yang lainnya. Ditambah lagi dengan pengajuan peminjaman uang ke Kementerian Keuangan, yang kita di lesgislatif tidak tahu untuk apa,” tambahnya dihubungi melalui ponselnya, Kamis (24/6/2021).

Bukasan mengaku, belum ada pembahasan antara eksekutif dan legislatif terkait peminjaman sebesar Rp 200 miliar itu. Meski demikian, ia juga mengatakan bahwa rencana pinjaman tersebut akan dialokasikan untuk perbaikan jalan.

“Sejauh ini belum ada diskusi atau rapat terkait hal ini. Meskipun, dalam pembayarannya nanti dipotongkan dari Dana Alokasi Umum (DAU),” jelasnya.

Lebih lanjut, Bukasan meminta supaya pemerintah bersikap transparan memberi penjelasan kepada legislatif terkait perihal tersebut. Termasuk, spek jalan, dan titik mana saja yang menjadi prioritas.

“Saya pikir pemerintah harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, terlebih DAU. Karena, kalau DAU itu dipotong, apakah nantinya tidak mempengaruhi kegiatan yang melekat dari dana itu sendiri,” terangnya.

Bahkan, Bukasan mengaku tidak setuju jika pemerintah melakukan peminjaman tanpa ada pemaparan serta pembahasan yang jelas. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

165 Pecatur Ikuti Piala Ketua DPRD Trenggalek, Doding Bidik Atlet Berprestasi

TRENGGALEK – Sebanyak 165 pecatur dari Trenggalek dan luar daerah mengikuti turnamen terbuka catur Piala Ketua DPRD ...
KABAR CABANG

Warga Ponggok Kesulitan Air Bersih, PDIP Kediri Salurkan Bantuan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

KEDIRI – Kesulitan air bersih yang dialami warga Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mendorong DPC PDI ...
HEADLINE

Megawati di Merah Muda Fest: Anak Muda Harus Kritis dan Bertanggung Jawab atas Masa Depan Bangsa

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendorong generasi muda berani berpikir kritis, ...
SEMENTARA ITU...

Hujan Tak Surutkan Semangat, Ribuan Warga Blitar Ikuti Jalan Sehat Hari Santri

BLITAR – Hujan rintik-rintik tak menyurutkan semangat ribuan warga Kabupaten Blitar mengikuti Jalan Sehat Hari ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Dukung Gantangan Perkutut Trenggalek, Berpotensi Gerakkan Ekonomi Lokal

TRENGGALEK – Gantangan burung perkutut di Kabupaten Trenggalek berpotensi berkembang menjadi penggerak ekonomi ...
KRONIK

Kanang: Banteng Futsal League Mbah Kung Cup Bagian dari Konsolidasi Partai

NGAWI – Banteng Futsal League Mbah Kung Cup 2026 menjadi bagian dari konsolidasi PDI Perjuangan untuk memperkuat ...