LAMONGAN – DPC PDI Perjuangan Gresik menyambut baik bergabungnya sejumlah tokoh nahdliyin dalam jajaran struktural partai di Gresik. Pihak DPC optimis, kehadiran para tokoh dan warga NU di kandang Banteng menjadi suplemen penambah kekuatan partai.
“Alhamdulillah, teman-teman Nahdliyin berbondong-bondong gabung dengan kita di PDI Perjuangan. Terutama di dapil saya, di Kecamatan Bungah, MWC NU-nya tumplek blek ke PDI Perjuangan. Kemudian di Kecamatan Sidayu, bendahara MWC berencana ikut meramaikan pemilu 2024 berangkat dari PDI Perjuangan,” ungkap Sekretaris DPC Gresik, Noto Utomo kepada www.pdiperjuangan-jatim.com usai bersilaturahmi dengan pengurus DPC Lamongan di Lamongan, Rabu (26/5/2021).
Bergabungnya kalangan Nahdliyin di kandang banteng, lanjut dia, menunjukkan bahwa PDI Perjuangan sebagai partai yang terbuka dan konsisten dalam upaya memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Noto Utomo juga optimis kehadiran para tokoh NU menjadi tambahan suplemen bagi Partai untuk menaikkan perolehan kursi PDI Perjuangan pada pemilu mendatang.
“Kami optimis pada pemilu ke depan kursi PDI Perjuangan naik dari 6 menjadi 10 kursi,” kata Noto Utomo yang juga penasehat di PC GP Ansor Gresik dua periode.
Faktor kekuatan lain dari PDI Perjuangan saat ini, kata Noto Utomo, yakni telah memiliki bupati Gresik. Konsistensi dan keberhasilan bupati dalam menjalankan program-programnya hingga akhir jabatan mendatang, secara otomatis akan menjadi faktor pendongkrak bertambahnya kepercayaan rakyat kepada PDI Perjuangan.
Tak kalah penting, lanjut Noto Utomo, semangat musancab Gresik kapan hari adalah titik tolak kebangkitan kader-kader PAC, ranting dan anak ranting untuk kerja keras demi kemenangan.
Bukan berhenti di situ saja, Noto Utomo juga memastikan gerakan masif turun ke bawah, untuk lebih dekat dan menyampaikan apa saja program yang bisa dinikmati masyarakat dari pemerintah juga telah ia dan teman-teman se-fraksi sampaikan kepada rakyat.
“Contohnya, melalui sambung tangan dari Fraksi PDI Perjuangan Gresik, bagaimana masyarakat bisa menikmati terutama untuk Kartu Gresik sehat. Kartu Gresik Sehat itu sebelum ini banyak masyarakat kayaknya belum tahu betul,” beber Noto Utomo.
Berangkat dari itu, ungkap dia, Partai menyosialisasikan agar masyarakat yang belum beruntung selama ini, bisa menikmati Kartu Sehat Gresik. Noto Utomo yang juga ketua fraksi mengaku telah menginstruksikan kepada kader atau fraksi PDI Perjuangan, bagaimana membangun komunikasi dengan masyarakat.
“Saya juga sudah sampaikan kepada teman-teman fraksi, gaji dewan itu tidak murni miliknya dewan saja, tapi di dalamnya ada hak masyarakat,” tutupnya. (ak/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












