Rabu
15 Juli 2026 | 6 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyuwangi Bakal Jadi Jujugan Wisatawan Karena Ini…

pdip-jatim-anas-webinar-240720

BANYUWANGI – Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memprediksi Banyuwangi bakal menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan lokal (domestik) saat memasuki adaptasi kebiasaan baru (new normal).

Prediksi ini dia sampaikan setelah Pemkab Banyuwangi menerapkan protokol kesehatan ketat di sektor wisata dan melakukan sertifikasi pada destinasi, hotel dan restauran hingga pembatasan pengunjung dengan penggunaan teknologi.

“Beberapa hari lalu kami melakukan webinar dengan Menko Marves Pak Luhut dan Pak Menpar Wishnutama. Dalam pertemuan virtual tersebut, Pak Menko menyebut Banyuwangi diperkirakan akan menjadi tujuan wisatawan di masa normal baru ini,” ungkap Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat (24/7/2020).

Webinar itu sendiri digelar Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) pada 22 Juli 2020. Webinar juga menghadirkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, dan diikuti para gubernur, bupati/wali kota, dan Kepala Dinas Pariwisata se-Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Luhut menyebut Banyuwangi akan menjadi tujuan wisata favorit yang bakal didatangi banyak wisatawan domestik karena lokasinya yang berada di kota penyangga, atau berdekatan dengan kota besar, yakni Surabaya.

Aksesibilitas menuju Banyuwangi juga mudah, karena bisa dijangkau oleh semua jenis transportasi.

“Tren menunjukkan bahwa wisatawan domestik akan melakukan kunjungan ke kota penyangga yang memiliki alam indah dan bersih. Misalnya, orang Jakarta itu ke Sentul dan Puncak. Sedangkan dari Surabaya ya ke Banyuwangi. Banyuwangi bakal menjadi tempat yang banyak dikunjungi,” sebut Luhut.

Dia juga menyampaikan adanya perubahan tren paradigma perjalanan pariwisata, dari pariwisata massal menjadi pariwisata yang lebih berkualitas (quality tourism).

Untuk itu, Luhut pun meminta setiap daerah agar betul-betul menerapkan protokol kesehatan. Terutama daerah yang diprediksi bakal mendapatkan kunjungan banyak wisatawan.

“Saya minta agar pemerintah daerah dapat menjamin keselamatan para pekerja sektor pariwisata, serta selalu mengingatkan masyarakat untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan. Hal ini demi keselamatan dan kenyamanan kita bersama,” ujarnya.

“Seperti Banyuwangi yang sudah menerapkan protokol kesehatan di sektor wisatanya,” imbuh dia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama pun mendukung arahan Menko Luhut tersebut. Menurutnya, membuka kembali pariwisata untuk wisatawan domestik akan mampu memulihkan aktivitas pariwisata yang kini lesu akibat hantaman Pandemi covid-19.

“Pada 2018 ada 8 juta wisatawan Indonesia ke luar negeri dengan spending USD 9 miliar. Artinya ini ada potensi besar wisatawan yang tadinya ke luar negeri, kini bisa ke dalam negeri sehingga pariwisata bisa bangkit. Daerah harus bisa menangkap peluang ini,” ungkap Wishnutama.

Sementara itu, Bupati Anas mengatakan bahwa Banyuwangi sendiri telah menyiapkan sejumlah skema pariwisata di era kebiasaan baru. Mulai dari sertifikasi protokol kesehatan hingga penggunaan teknologi untuk mendukung protokol kesehatan.

“Kami melakukan supervisi ketat ke destinasi, hotel, homestay, kafe, restoran. Semua ini untuk memberi jaminan kesehatan dan keselamatan bagi para pengunjung. Kami juga memberikan pelatihan dan sertifikasi protokol kesehatan pada pemandu pariwisata,” kata Anas.

Bahkan, lanjut dia, Banyuwangi juga tak segan bertindak tegas untuk menjamin keamanan dan kenyamanan bagi warga maupun wisatawan selama di Banyuwangi.

Tim gugus tugas Banyuwangi telah melakukan penutupan sementara bagi pelaku usaha yang lalai menerapkan protokol kesehatan.

“Sudah kami sosialisasikan, kami simulasikan, dan setelah dievaluasi masih saja ada yang bandel. Terpaksa kami peringatkan dan evaluasi sambil kita masukkan ke kelas pembinaan. Setelah mereka paham dan bersedia mentaati, baru kami ijinkan melayani kembali. Ini adalah upaya kami agar wisatawan dan pelaku wisata sama-sama aman,” pungkas Anas. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...
KRONIK

Empat SD Negeri di Ponorogo Nihil Siswa Baru, Riyanto Minta Dindik Siapkan Solusi

PONOROGO – Empat sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada ...
LEGISLATIF

Mia Desak Pemkot Malang Evaluasi Data Kemiskinan agar Bansos Tepat Sasaran

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Pemkot Malang mengevaluasi data kemiskinan agar ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Surabaya Ajak Anak Muda Kikis Stigma Negatif Politik

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menegaskan bahwa lembaga legislatif selalu ...