Senin
19 Oktober 2026 | 4 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi Naik KRL, TKN: Inspirasi bagi Kader Parpol Koalisi untuk Menangkan Pilpres 2019

pdip-jatim-jokowi-naik-krl1

MEULABOH – Kegiatan Presiden Joko Widodo yang naik kereta komuter arah Jakarta-Bogor saat jam pulang kerja pada Rabu (6/3/2019) petang diminta jadi inspirasi bagi kader partai koalisi pendukungnya untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Kader partai diminta mau mencontoh kerja keras dan kesediaan Jokowi untuk turun bersama rakyatnya.

Baca juga: Cerita Yahdi, Penumpang KRL yang Terkejut Bertemu Jokowi

“Kalau presidennya saja mau naik kereta, maka kader parpol pendukungnya harusnya mau jalan kaki. Bekerja door to door yakinkan rakyat,” kata Zuhairi Misrawi, anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf di Meulaboh, Aceh, kemarin.

Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) PDI Perjuangan ini mengatakan, bila Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf Amin menang di Pilpres 2019, maka mereka bisa melanjutkan komitmen dan pengabdian kepada rakyat.

“Kalau kita menang, insya Allah kita bisa melanjutkan komitmen pembangunan bangsa,” tutur Zuhairi.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menggunakan KRL dari Jakarta menuju Bogor, usai menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Jakarta Selatan.

Jokowi naik kereta dari Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, sekitar pukul 17.45 WIB. Jokowi menggunakan KRL menuju kediamannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. 

Akun Instagram resmi @kantorstafpresidenri mengunggah potret Jokowi naik KRL tanpa pengawalan ketat. Terlihat dengan senyum lebarnya, Jokowi yang menggunakan seragam khas putihnya sedang asyik swafoto bersama warga yang menggunakan KRL.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan, sejak menjadi walikota dan gubernur, Jokowi memang kerap bertemu secara langsung dengan rakyat. Karena menurut Hasto, komunikasi dengan rakyat harus menggunakan suasana batin secara langsung.

“Komunikasi dengan rakyat membutuhkan suasana batin yang baik dan mereka yang jarang bertemu rakyat artinya sikap batinnya gak siap,” ujar Hasto.

Terkait tudingan pencintraan Jokowi di masa kampanye, Hasto mengungkapkan bahwa dekat dengan rakyat adalah bentuk kepemimpinan Jokowi. “Dan untuk itu mereka hanya bisa menuduh pencitraan. Padahal itu adalah kepemimpinan Jokowi,” terangnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Tuntas Pelatihan AI, PDI Perjuangan Jatim Dorong Gen Z Naik Level Pratama

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sukses menyelenggarakan pelatihan kaderisasi tingkat Pra-Pratama berbasis ...
LEGISLATIF

Diana Sasa Bawa Pesan “Jalan Baik, Ekonomi Bangkit” dalam Sosialisasi Kedewanan

MAGETAN — Pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas dan perekonomian masyarakat. ...
SEMENTARA ITU...

Turnamen Catur Abhipraya Open 2026: Cetak Atlet Muda Potensial dan Bentuk Karakter Siswa di Magetan

Ajang berburu pengalaman dan jam terbang bagi 240 atlet catur tingkat pelajar ini diselenggarakan sekaligus untuk ...
LEGISLATIF

JKN Kabupaten Kediri Capai 98 Persen, Pulung Agustanto Soroti Kepastian Akses Layanan

KEDIRI – Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Kediri mencapai 98 persen. Anggota ...
LEGISLATIF

Arjuna Minta Kasus Dugaan Perundungan Anak Disabilitas di Surabaya Dikawal hingga Tuntas

SURABAYA – Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Arjuna Rizki Dwi Krisnayana meminta kasus dugaan perundungan terhadap ...
LEGISLATIF

Reses di Mojokerto, Sadarestuwati Siapkan Aspirasi Petani untuk Menteri Pertanian

MOJOKERTO – Anggota Komisi IV DPR RI Sadarestuwati mendesak pemerintah mengatasi persoalan pupuk subsidi sekaligus ...