SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sukses menyelenggarakan pelatihan kaderisasi tingkat Pra-Pratama berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) bagi Gen Z se-Jawa Timur.
Usai menyelesaikan tahapan pembekalan digital selama dua hari di Palm Hotel Surabaya, kader-kader muda itu akan disiapkan skema penugasan terstruktur serta menghubungkan para alumni muda secara langsung ke pengurus di tingkat kabupaten/kota (DPC).
Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jatim, Bambang Yuwono, menegaskan, para kader muda yang telah dibekali ideologi tidak boleh dibiarkan tanpa pengarahan struktur di daerah.
“Kita koneksikan teman-teman peserta ini dengan pengurus-pengurus Partai di wilayah masing-masing DPC. Ini loh ada kader yang baru bergabung sama kita, muda. Berilah tugas, berdayakan dia supaya dia juga bersemangat bergabung dengan PDI Perjuangan,” ujarnya, Minggu (18/10/2026).
Pria yang akrab disapa Logos itu menjelaskan, mekanisme pasca pelatihan berfokus pada tahapan pemantauan dan evaluasi (monev) yang berkelanjutan di seluruh wilayah Jawa Timur.
Koordinasi teknis, lanjut dia, juga segera dilakukan dengan jajaran DPC di berbagai daerah tempat asal peserta, seperti Kabupaten Sumenep, Banyuwangi, hingga Blitar, guna memastikan tiap alumni mendapatkan ruang pergerakan politik di daerahnya.
Melihat keberhasilan pelaksanaan di tingkat Pra-Pratama, PDI Perjuangan Jatim berencana mengevaluasi efektivitas metode ini untuk diterapkan pada jenjang kaderisasi berikutnya.
“Setelah ini kita akan masuk ke level tingkat Pratama. Pada tingkat Pratama masih bisa kita adopsi dengan pendalaman diskusi kasus dan tugas lapangan untuk memperkaya materi,” tambahnya.

Terkait terobosan metode pelatihan digital, Logos mengungkapkan, penggodokan materi berbasis AI membutuhkan waktu persiapan sekira empat bulan. Penggunaan format video sinematik terstandar ini dirancang agar pesan ideologi dapat diserap secara nyaman oleh generasi muda.
“Materinya akan jadi standar. Kita berharap para peserta itu seperti melihat film dalam situasi yang nyaman, tapi secara pelan-pelan nilai-nilai nasionalisme, kebangsaan, tentang siapa itu Bung Karno, dan PDI Perjuangan itu secara soft bisa landing ke pikiran dan hati mereka,” papar Bambang.
Menyambung hal tersebut, Wakil Sekretaris Bidang Program DPD PDI Perjuangan Jatim, Yordan M. Batara, menyampaikan bahwa seluruh alumni diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL).
“Kita minta mereka melakukan rencana tindak lanjut di kabupaten/kota masing-masing. Jadi, apa yang hendak mereka lakukan, kolaborasi apa yang hendak mereka lakukan, terutama juga dengan pengurus Partai di kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur ini,” kata Yordan.
Yordan merincikan, materi pembekalan pra-Pratama mencakup fondasi ideologi kebangsaan serta pengetahuan praktis keorganisasian.
“Materi yang kita detailkan yang pertama tentang Pancasila, khususnya Pancasila yang diajarkan tanggal 1 Juni 1945, kemudian bagaimana implementasinya di bidang sosial dan ekonomi. Kita juga mengenalkan sosok Bung Karno sebagai penggali Pancasila, sejarah hidupnya, metode berpikirnya, manajemen organisasi, masalah pemilu, serta Trisakti,” jelas Yordan.
Yordan turut mengajak generasi muda di Jawa Timur untuk terlibat aktif dalam pendidikan politik yang kokoh dan berkelanjutan.
“Kita mengajak para Gen Z yang ada di Jawa Timur ini ayo bergabung dengan PDI Perjuangan. Kita tidak hanya belajar tentang PDI Perjuangan, tetapi juga tentang Pancasila dan Bung Karno sebagai dasar yang kokoh untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Hal ini pun disanggupi para peserta. Salah satunya kader muda asal Lamongan Elsye Glory. Mahasiswi usia 21 tahun itu mengaku senang dan tak sabar menularkan ilmu yang dia dapat untuk membantu masyarakat.
“Ini sangat luar biasa, ilmunya juga tidak akan bisa didapatkan di tempat yang lain, pembelajarannya juga sudah keren banget sih. Saya harap nanti ada kelanjutannya ya,” harapnya.
Perwakilan DPC Lamongan itu mengaku makin memantapkan dirinya untuk di PDI Perjuangan dan berjuang dengan caranya yang kekinian.
“Aku pengennya nanti turun langsung ke masyarakat, pengen mengimplementasikan karena sampai hari ini saya sudah merasakan di bawah itu banyak sekali masyarakat yang melakukan yang kesulitan, terutama tentang BPJS kesehatan,” pungkasnya. (nia/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













