Selasa
09 Juni 2026 | 2 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Segenggam Lumpur Lapindo untuk Komitmen Jokowi

jokowi dapat segenggam lumpur lapindoSIDOARJO — Capres Joko Widodo mendapat ‘hadiah’ segenggam lumpur, sesaat tiba di lokasi semburan lumpur Lapindo, Porong, Sidoarjo, Kamis (29/5/2014) sore. Segenggam lumpur dari jutaan kubik yang meluap sejak 2006 lalu itu diterima Jokowi dari seorang warga setempat yang badannya tertutup lumpur.

Calon presiden yang diusung PDI Perjuangan, Partai Nasdem, PKB, Partai Hanura, dan PKPI itu menerima lumpur Lapindo dengan tangan kanannya tanpa ragu. Sontak, ribuan warga yang berjejer di tepi tanggul luapan lumpur tersebut bertepuk tangan sambil bersorak-sorai. Mereka juga meneriakkan yel-yel “Jokowi presiden” berkali-kali.

Setelah menyerahkan segenggam lumpur, korban Lapindo itu kembali ke sisi tiga warga lainnya yang juga penuh lumpur. Di belakang sisi kanan, seratus lebih patung korban lumpur Lapindo, berdiri seakan ‘menyaksikan’ prosesi penyerahan lumpur ke Jokowi

Warga korban luapan lumpur mengibaratkan lumpur di tangan Jokowi tersebut sebagai janji dan komitmennya akan keberpihakannya kepada korban lumpur PT Lapindo Brantas. Komitmen politisi yang kini menjabat Gubernur DKI Jakarta terhadap kaum miskin itu juga tertuang dalam kontrak politik yang diteken Jokowi.

Isi kontrak politik itu, pertama mewujudkan kartu Indonesia pintar, kedua kartu Indonesia sehat, ketiga bukan menggusur tapi menggeser dan menata, keempat beri dana talangan untuk korban lumpur Lapindo, kelima memberi lapangan pekerjaan.

Patung-patung yang Berduka

Ikhwal 110 patung manusia setinggi sekitar 2 meter di titik 21 tanggul lumpur, menurut seniman pembuatnya, Dadang Christanto, bisa ditafsirkan dari berbagai aspek, tergantung siapa yang memaknainya. “Patung berbaris menunjukkan korban lumpur yang kehidupannya dulu sangat bermasyarakat, tapi sekarang tercerai-berai,” kata Dadang.

Mereka berbaris dengan tangan menengadah sambil memegang rongsokan peralatan rumah tangga yang dilumuri lumpur. Kata Dadang, tangan menengadah ke atas pertanda berkabungnya korban lumpur Lapindo atas bencana yang mungkin tak ada duanya di dunia ini. “Dalam ilmu seni, tangan menengadah memberi kesaksian bahwa sedang berduka cita,” jelasnya.

Sedang alat-alat rumah tangga yang dibawa menunjukkan bahwa barang-barang serta rumah para korban lumpur sudah tenggelam. Oleh karena itu, peralatan rumah tangga itu sengaja dilumuri lumpur.

Idham Kholid Ali, salah satu penyintas asal Desa Jatirejo yang kehilangan rumah serta tanah kelahirannya berharap, peringatan delapan tahun lumpur Lapindo ini menjadi yang terakhir dengan segera diselesaikannya pembayaran ganti rugi. “Mudah-mudahan untuk (pemerintahan) yang akan datang ini bisa menyelesaikan dari korban lumpur ini, artinya bisa menyelesaikan uang-uangnya yang belum terlunasi. Pokoknya terselesaikan semua,” ujarnya. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Diana Sasa Temukan Banyak Mata Air di Lokasi Tambang Sayutan: “Harus Dievaluasi”

MAGETAN – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, turun langsung meninjau lokasi aktivitas tambang di Desa ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Desak Pemerintah Siapkan Mitigasi untuk Lindungi Industri Manufaktur

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendesak pemerintah menyiapkan langkah mitigasi konkret untuk menjaga daya ...
KRONIK

Bupati Ipuk Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Progres 75 Persen

BANYUWANGI – Pemerintah pusat membangun Sekolah Rakyat (SR) di Banyuwangi. Saat ini, progres pembangunannya ...
KABAR CABANG

Harlah Bung Karno, BPEK Tuban “Ngangsu Kaweruh” Ideologi dan Ekonomi Kreatif di Blitar

KOTA BLITAR – Memperingati hari kelahiran Soekarno, Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Pemberdayaan ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Fokus Tekan Pengangguran, Mas Dhito Genjot Pelatihan Kerja hingga Job Fair

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan Pemkab Kediri fokus menekan Tingkat Pengangguran Terbuka ...
KRONIK

Ganjar Ajak Generasi Muda Suarakan Kegelisahan Bangsa Lewat Film dan Seni

Ganjar Pranowo mengajak generasi muda menyalurkan gagasan, kritik sosial, dan kegelisahan terhadap kondisi bangsa ...