Selasa
27 Oktober 2026 | 12 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ada Fatwa Fardhu Ain, Warga Surabaya Makin Solid pilih Gus Ipul-Puti

pdip-jatim-spanduk-fatwa-fardhu

SURABAYA – Kemunculan fatwa fardhu ain untuk memilih Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak tidak membuat warga Kota Surabaya gamang. Justru warga Kota Pahlawan semakin bertekad untuk memilih pasangan nomor urut dua sebagai pemimpin di Jawa Timur.

“Pilgub itu tetap nomor dua, masyarakat solid kok. Janganlah agama dibawa-bawa untuk urusan pilgub di Jawa Timur,” kata Wakil Wali Kota Surabaya, Wishnu Sakti Buana, Rabu (13/6/2018).

Pihaknya menyayangkan orang-orang yang menggunakan agama sebagai senjata dalam pilgub. Padahal dalam ajaran agama Islam sudah sangat jelas, hubungan manusia itu ada dua, habluminallah dan habluminannas.

“Artinya kan hubungan dengan sesama manusia dengan cara apa, saling menghormati bukan mencederai, kemudian hubungan dengan Allah, dengan cara taat kepada Allah SWT,” ujar Whisnu.

Untuk itu, tambah dia, perlu dijaga persatuan dan kesatuan supaya Jawa Timur kondusif sebagai wilayah Indonesia. Dengan pilgub yang santun, maka demokrasi akan dijaga dengan baik.

“Yang paling utama itu menjaga keutuhan bangsa. Jangan justru memecah belah dengan mengeluarkan fatwa fardhu ain,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Meski mendapat serangan fardhu ain memilih Khofifah-Emil, Whisnu menegaskan kalau Surabaya bertambah solid. Menurut dia, kemunculan fatwa tersebut justru semakin menjadikan warga Kota Surabaya bertekad untuk memenangkan pilgub dengan cara memilih nomor dua.

Saat ini seluruh kader dan relawan Surabaya terus bergerak dan mensosialisasikan untuk memilih pasangan nomor urut dua, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno sebagai pemimpin di Jawa Timur.

“Jadi pilgub itu nomor dua, bukan nomor satu. Warga Surabaya itu sudah dewasa, fardhu ain itu ya sholat,” ucapnya.

Dia mengimbau supaya semua warga Jawa Timur, khususnya Surabaya jangan sampai terprovokasi dengan keluarnya fardhu ain memilih Khofifah-Emil.

Menurut dia, perang kiai dan agama jangan sampai terpecah belah dan terkotak-kotak. Seharusnya semua pihak sadar bahwa persatuan menjadi hal yang paling utama.

“Perang kiai dan agama jangan sampai memecah kita. Jaga persatuan bersama untuk bangsa,” ajak Whisnu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

MILANGKORI

Mbah Jenggot, Penjaga Langen Tayub Tuban yang Bertahan di Antara Panggung dan Perjuangan Hidup

Sejak 2001, Suparminto setia menjadi cucuk lampah seni Langen Tayub. Ketika tanggapan ramai, ada penghasilan untuk ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...
KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Pelaku Bullying di Kediri Bisa Di-DO, Guru dan Orang Tua Diminta Terlibat

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan perundungan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Perpres Ojol, Dewanti Desak Juknis Transparan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun ...