Jumat
24 Juli 2026 | 5 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ini, Pesan Sesepuh Muhammadiyah Jombang untuk Puti Guntur

pdip-jatim-puti-sesepuh-muhammadiyah-jombang1

JOMBANG – Tidak hanya dengan kalangan Nahdliyin, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno intensif menjalin silaturahmi dengan kalangan Muhammadiyah.

Pada Senin (11/6/2018) hari ini, cawagub pendamping Cagub Saifullah Yusuf (Gu Ipul) itu minta doa restu pada seorang tokoh Muhammadiyah, yakni KH Abdul Mukhid Djaelani, Penasehat PD Muhammadiyah Jombang.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit itu, Mbak Puti mendapat wejangan langsung dari KH Abdul Mukhid Djaelani, mengenai kepemimpinan.

Bahkan, Kiai Mukhid juga berdoa dan titip pesan kepada Puti Guntur Soekarno, jika nantinya menjadi seorang pemimpin itu harus amanah dan merakyat.

“Saya hanya pesan agar berdoa untuk kakeknya, Bung Karno, dan untuk Bapak Guntur Soekarno Putra beserta anak cucunya,” kata Kiai Muchid.

“Pesan penghidupannya ada 3 yaitu takwa kepada Allah SWT, berbuat tobat dan berbuat baik kepada semua orang. Tidak pandang bulu,” lanjut Kiai Muchid.

Pesan lanjutnya, kata dia, seperti sabda Nabi Muhammad SAW agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. “Kalau gubernur itu misah-misahno (memecah belah), diskriminasi, gak bakal slamet (tidak akan selamat). Itu banyak contohnya,” tambah Kiai Muchid.

Kiai Muchid berpesan pada Puti untuk terus merekatkan kembali antar umat beragama. Selain itu, Puti Guntur Soekarno juga mendapatkan doa dari ulama sepuh itu.

Usai pertemuan, Mbak Puti mengaku silaturahmi dengan Kiai Mukhid itu sangat perlu. Sebab, dirinya sebagai anak muda harus mendengarkan arahan dan nasehat orang tua.

Terutama, mengenai pembangunan Jawa Timur ke depannya itu seperti apa dan bagaimana. Serta nasehat, jika dirinya menjadi seorang pemimpin, Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Gus Ipul sebagai Gubernur itu harus amanah dan mencintai rakyatnya.

“Pemimpin yang amanah dan mencintai rakyatnya. Itu doa yang saya dapat dari Kiai Mukhid saat bertemu dengannya,” ucap Mbak Puti.

Selain itu, Mbak Puti juga mendapat nasehat dari Kai Mukhid. Jika ke depannya menjadi seorang pemimpin, Puti harus menerima masukan.

Seperti sama halnya yang dilakukan pada sosok Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, mau mendengarkan nasehat dari para kiai, ulama, dan tokoh agama.

Karena dari nasehat itu nantinya juga untuk kepentingan kemaslahatan umat. “Apalah artinya dari sebuah nama, jabatan. Jika tidak amanah. Karena, saat orang meninggal tidak akan membawa apa-apa. Itu pesan dan amanah dari Pak Kiai,” tutur Mbak Puti. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pedagang Pasar Baru Magetan Cemas Tergusur Rencana Pembangunan Bioskop, DPRD Turun Tangan

MAGETAN – Kawasan Pasar Baru Magetan kembali menjadi sorotan. Belum usai persoalan penataan parkir, kini muncul ...
KABAR CABANG

PDIP Trenggalek Mulai Musran-Musanran, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek memulai Musyawarah Ranting dan Musyawarah Anak Ranting dari Kecamatan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tertibkan Parkir Surabaya, 250 Lokasi Disegel dan Makam Keputih Terapkan Gate System

Pemkot Surabaya menertibkan pengelolaan parkir dengan menyegel 250 lokasi yang belum berizin serta menerapkan gate ...
LEGISLATIF

Hari Anak Nasional, Kanang Berbagi Motivasi kepada Wali Murid SDN Margomulyo 2 Ngawi

NGAWI – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SDN Margomulyo 2 Ngawi. ...
LEGISLATIF

Dukung Sekolah Terintegrasi, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Tolak Pengambilalihan Aset Daerah

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Rakyat, ...
RUANG MERAH

Menghitung Genarasi Emas dari Lambung

Oleh Martin Rachmanto ADA sebuah fragmen ingatan yang abadi dari dekade 1950-an, ketika halaman Istana Negara belum ...