Senin
12 Oktober 2026 | 10 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Untuk Megawati

pdip-jatim-megawati-s

DUA hari setelah merayakan ulang tahun ke-53, Selasa, 25 Januari 2000, Megawati Soekarnoputri berada di Kota Ambon yang sedang panas membara karena konflik.

Ketika itu Megawati melaksanakan tugasnya sebagai wakil presiden. Mega mengunjungi Masjid Al Fatah dan kemudian ke Gereja Maranata. Ketika berkeliling kota yang porak poranda, Mega disambut tepuk tangan dan teriakan tangis masyarakat yang berdiri di tepi jalan.

Dengan menitikkan air mata, Megawati berbicara kepada tokoh agama dan masyarakat.

“Orang yang namanya Bung Karno yang menyerahkan Masjid Besar Al Fatah dan Gereja Maranata. Bung Karno tahu bahwa kedua kelompok yang berbeda agama ini bisa hidup berdampingan,” kata Megawati yang semula membuat hadirin hening, diam seribu bahasa.

Namun, tiga menit kemudian hadirin bertepuk tangan.

Itulah cuplikan kecil salah satu peristiwa tentang Megawati, yang bernama lengkap Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri. Ia dilahirkan di Kampung Ledok Ratmakan, tepi barat Sungai Code, Yogyakarta, 23 Januari 1947.

Ketika ia dilahirkan Ibu Fatmawati, Presiden Soekarno sedang dibuang Belanda di Pulau Bangka. Dengarkan beberapa orang bicara tentang presiden ke-5 RI ini.

Bupati Bojonegoro (Jawa Timur) Suyoto alias Kang Yoto bertatap muka langsung dengan Megawati tahun 2001. Ketika itu Kang Yoto sebagai pengurus Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

“Beliau konsisten, tidak larut dalam kepedihan dan tidak goyah dalam kemenangan. Mbak Mega, teruslah jadi karang dan jangkar perjuangan membangun negeri,” ujar Kang Yoto, senada dengan para tokoh Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih 14 Februari 1946 (GPPMP).

Siti Zuhro dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, Megawati adalah pemimpin paling tangguh di Indonesia setelah Soekarno dan Soeharto.

“Megawati telah menggores sejarah, politik bukan hanya milik kaum laki-laki,” ujar Siti Zuhro.

“Saya kenal langsung Ibu Mega, bukan karena kata orang lain. Ibu Mega seorang pemimpin yang istiqomah, yang ikhlas meskipun posisinya menjadikan beliau sebagai sasaran kecaman,” kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf.

Menurut Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto, Megawati adalah pemimpin yang gemar tanaman, mengumpulkan resep dan bumbu masakan Indonesia serta berpolitik.

“Dari makanan saja, kalau dilihat secara politis, rakyat seharusnya tidak boleh dijajah makanan impor, bangsa ini punya segalanya,” kata Hasto, yang senada dengan sekretaris Megawati, Cory.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, Megawati adalah perempuan tegar dan keibuan.

“Sejak masih SMP, saya diajak beliau ikut acara partai,” ujar Puan.

Pengamat etika dan komunikasi politik Para Syndicate, Romo Benny Susetyo, mengatakan, Megawati adalah “Ibu Bangsa” karena itu harus terus mendidik bangsa ini mengaktualisasikan Pancasila. Selamat ulang tahun ke-70, Bu Mega. (J Osdar)

Sumber: Kompas

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...
EKSEKUTIF

Promosi dan Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Bakal Berbasis Manajemen Talenta

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan promosi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Dorong Media Partai Jadi Penyambung Lidah Rakyat

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mendorong perombakan mendasar dalam ...
LEGISLATIF

Sampah Sungai Ancam Picu Banjir, Ketua DPRD Kota Malang Dorong Pemasangan Trash Boom

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang memperkuat ...