MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya Plaosan–Sarangan, Magetan, Jawa Timur, Senin (14/9/2026). Inspeksi ini dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan para petani terkait lambannya proses pemanenan dan distribusi hasil panen kentang program kemitraan bersama PT Indofood.
Pengecekan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B DPRD Magetan Rita Haryati bersama Wakil Ketua Komisi B Agus Dwi Wibowo. Rita menegaskan, peninjauan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan nasib para petani terlindungi.
“Kami turun untuk memastikan keluhan petani mendapatkan penjelasan yang jelas, sekaligus mencari solusi agar persoalan ini tidak merugikan pendapatan petani,” ujar Rita di lokasi.
Sebelumnya, sejumlah petani mengeluhkan keterlambatan proses pemanenan di tingkat lahan. Keterlambatan ini mengancam kualitas kentang, bahkan berpotensi membusuk jika terlalu lama dibiarkan di dalam tanah.
Selain masalah keterlambatan distribusi, Komisi B juga menyoroti penurunan alokasi benih program kemitraan. Pasokan benih tercatat menurun drastis dari 300 ton pada 2025 menjadi sekitar 200 ton pada 2026.

Penyebab Gudang Overload dan Respons Pengepul
Dari hasil penelusuran di lapangan, pihak DPRD menemukan bahwa akar masalah keterlambatan pemanenan dipicu oleh kapasitas gudang penampungan yang melampaui batas (overload).
Pertama, penumpukan stok. Gudang pengepul masih dipenuhi hasil panen sebelumnya yang menanti giliran bongkar muat dan penyerapan dari pihak pabrik Indofood.
Kedua, jaminan pengepul. Pihak pengepul memastikan persoalan ini murni mampetnya jalur distribusi, bukan pembatalan penyerapan hasil panen. Begitu kapasitas gudang kembali longgar, panen petani akan langsung ditampung kembali.
Komisi B meminta pihak vendor dan PT Indofood segera memberikan kepastian tanggal penyerapan agar jadwal panen petani tidak makin terbengkalai. Kendati demikian, petani diimbau untuk tetap tenang.
“Kami minta petani tidak panik. Persoalannya pada antrean distribusi. DPRD Magetan akan terus memantau hingga komunikasi antara petani, vendor, pengepul, dan Indofood berjalan lancar,” kata Rita.(rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













