Sabtu
27 Juni 2026 | 8 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Diminta Siapkan Mekanisme Seleksi Terbuka

pdip-jatim-adi-sutarwijono-utami

pdip-jatim-adi-sutarwijono-utamiSURABAYA – Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono minta pemerintah kota segera menyiapkan mekanisme seleksi terbuka dalam penempatan seorang pejabat.

Posisi jabatan yang penempatannya harus melalui seleksi terbuka itu, yakni untuk pejabat setingkat eselon dua atau pejabat tinggi pratama, seperti kepala dinas maupun kepala badan.

Hal ini disampaikan Adi Sutarwijono, setelah payung hukumnya, yakni Perda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (PSPD) Kota Surabaya, disahkan dalam rapat paripurna di gedung DPRD Surabaya, Rabu (26/10/2016) lalu.

Sesuai UU Nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara, jelas kata Awi, sapaan akrab Adi Sutarwijono, penempatan pejabat eselon dua parameternya meliputi pengetahuan tentang tupoksi pemerintahan, dedikasi dan loyalitas, integritas, serta rekam jejak.

“Harapannya, agar prinsip the right man and the right place bisa terlaksana,” kata Awi, kemarin.

Sebelum proses seleksi dilakukan, tambah dia, Pemkot Surabaya harus membentuk panitia seleksi terdiri dari 3 unsur meliputi, pemerintah kota, independen dan pemerintah provinsi.

“Selanjutnya, bagaimana mendefinisikan ulang peran baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan),” ujar legislator yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.

Selama ini, baperjakat punya kewenangan dalam penataan pegawai. Tapi setelah ada panitia seleksi, terang Awi, baperjakat hanya mengurusi pejabat eselon tiga ke bawah, seperti kabag dan kabid.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana mengatakan, Pemkot Surabaya segera melakukan perampingan struktur organisasi dan mutasi pegawai.

Perampingan ini, jelas Whisnu, dilakukan sebagai wujud menindaklanjuti amanah Undang-Undang Nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah.

Tapi, lanjut Whisnu, restrukturisasi ini sifatnya hanya penyesuaian. Kalau ada penambahan, menurutnya, itu tidak terlalu besar, dan tidak ada pemecatan pegawai. “Mutasi mungkin, iya,” ujar Whisnu.

Dia mengakui, dalam reorganisasi nanti beban beberapa dinas akan semakin berat. Sebab, tugas di tiap dinas menjadi bertambah.

Dampak dari restrukturisasi organisasi ini, sebut Whisnu, juga akan terjadi mutasi pegawai. Hanya saja, mutasi itu menempatkan personel sesuai dengan posisi yang tepat. “Jika ada penggabungan, tentu ada penambahan personel,” jelasnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya ini menambahkan, sebelum mutasi dilakukan akan ada evaluasi menyeluruh soal penataan pegawai. Sebab, untuk penempatan kepala dinas dan camat misalnya, harus melalui mekanisme tertentu.

“Sekarang kepala dinas atau camat harus melalui pemilihan terbuka,” terang wawali yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.  (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Gema Piala Dunia di Soekarno Cup E-Football DPC Ngawi

NGAWI – Gema sepakbola dunia turut terasa di Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi. Selama dua malam, ...
LEGISLATIF

Banggar DPRD Jember Ingatkan Pemkab Tak Lagi Geser Anggaran APBD Sepihak

Banggar DPRD Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten Jember agar tidak lagi menggeser anggaran APBD yang telah ...
EKSEKUTIF

Eri Perintahkan Inspektorat Periksa Camat dan Lurah, Siap Copot Jika Kinerjanya Buruk

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memerintahkan Inspektorat memeriksa camat dan lurah di tiga kecamatan setelah sidak ...
KABAR CABANG

Eko Wahyono Tawarkan Tiga Strategi Membumikan Marhaenisme di Kalangan Gen-Z

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPC PDI Perjuangan Surabaya Eko Wahyono menawarkan tiga pendekatan untuk ...
LEGISLATIF

Temui Massa Aksi, Ketua DPRD Blitar Pastikan 11 Tuntutan Mahasiswa Dikawal

Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi turun langsung menemui massa aksi Cipayung Plus Blitar Raya dan memastikan 11 ...
LEGISLATIF

Fuad Benardi Minta Pemerintah Kaji Penghentian Impor BBM, DPRD Jatim Bakal Panggil Pertamina

Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Fuad Benardi meminta pemerintah mengkaji secara matang rencana penghentian impor ...