Kamis
17 September 2026 | 5 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anton Kusumo Minta Penilaian Desil Bansos Berdasarkan Kondisi Ekonomi Riil Keluarga

pdip jatim 260802 reses madiun kota 1

MADIUN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun, Anton Kusumo, meminta pemerintah mengevaluasi mekanisme penentuan desil kesejahteraan agar tidak hanya didasarkan pada kondisi fisik rumah. Menurutnya, ukuran utama harus mengacu pada penghasilan dan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan hidup, pendidikan, serta kesehatan sehingga bantuan sosial tepat sasaran.

Permintaan tersebut disampaikan Anton menyusul banyaknya keluhan warga yang kehilangan hak menerima bantuan sosial akibat perubahan data desil kesejahteraan, meski kondisi ekonomi mereka dinilai tidak mengalami perubahan.

“Jangan hanya melihat rumahnya bagus atau lantainya keramik. Bisa saja itu rumah warisan orang tua. Yang harus menjadi ukuran adalah penghasilan dan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan hidup, pendidikan, maupun kesehatan,” tegas Anton, Minggu (2/8/2026).

Aspirasi itu mengemuka dalam Reses Masa Persidangan III DPRD Kota Madiun Tahun Sidang 2025–2026 di Kantor Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Jumat (31/7/2026) malam, yang dihadiri sekitar 150 warga.

Anton mencontohkan adanya warga yang sebelumnya terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memperoleh bantuan pendidikan bagi anak yang menempuh kuliah. Namun, setelah status desil kesejahteraannya berubah, bantuan tersebut dihentikan meski kemampuan ekonomi keluarga tetap terbatas.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditinjau kembali agar masyarakat yang benar-benar berhak tidak kehilangan akses terhadap program bantuan pemerintah.

“Kami akan meminta rekomendasi dari kelurahan, kemudian menyampaikannya kepada Dinas Sosial agar dilakukan peninjauan kembali. Kalau memang syaratnya masih terpenuhi, maka data tersebut harus dievaluasi sehingga warga yang berhak tetap bisa menerima bantuan,” ujarnya.

Selain persoalan data desil, Anton juga menerima aspirasi terkait kerusakan talud sungai yang memicu banjir saat musim hujan.

“Yang pertama adalah persoalan talud sungai yang sudah rusak. Saat hujan turun, air meluap dan menyebabkan banjir yang berdampak kepada masyarakat. Ini tentu akan kami tindak lanjuti,” katanya.

Warga juga mengusulkan perhatian terhadap lapangan sepak bola sebagai sarana pembinaan atlet muda. Menurut Anton, pemerintah perlu mendukung penyediaan fasilitas olahraga sebagai bagian dari pembinaan generasi muda.

Selain itu, keluhan mengenai Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah di kawasan Jalan Palem, Karombasan, belakang stadion, juga menjadi perhatian karena dinilai mengganggu aktivitas pelaku usaha kuliner di sekitar lokasi.

Anton memastikan seluruh aspirasi tersebut akan dikomunikasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar memperoleh tindak lanjut sesuai kewenangannya. (ahm/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Kasus Rudapaksa Disabilitas, Hj. Ansari PDIP Desak Pemulihan Mental Total bagi Korban

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Tulungagung Soroti Tingginya Silpa dan Perjuangkan Kelayakan Gaji PPPK

TULUNGAGUNG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung menyoroti tingginya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan ...
SEMENTARA ITU...

Kediri Bidik Emas Senam Porprov 2027, Atlet Dibina Sejak Usia SD

KEDIRI — Kabupaten Kediri mulai mematangkan target prestasi cabang olahraga senam untuk menghadapi Porprov Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Dorong Perda Pesantren dan Madin Mulai Berlaku Maksimal 2027

TRENGGALEK – Peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pesantren dan Madrasah Nonformal atau Madrasah ...
EKSEKUTIF

Terbukti Pungli Retribusi Sampah, Dua PPPK Paruh Waktu DLH Surabaya Diberhentikan

SURABAYA — Pemkot Surabaya memberhentikan dua pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu ...
SEMENTARA ITU...

Tradisi Keduk Beji, Upaya Warga Tawun Melestarikan Sumber Air Jadi Wisata Budaya

NGAWI – Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, terus melestarikan tradisi Keduk Beji sebagai bentuk ...