Jumat
31 Juli 2026 | 10 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Realisasikan PAMSIMAS 2026, Bupati Lukman Prioritaskan Daerah Rawan Kekeringan

PDIP-Jatim Lukman Hakim 31072026

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan bersama pemerintah pusat mulai merealisasikan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Tahun 2026. Sebanyak 21 lokasi di sejumlah kecamatan akan menjadi sasaran pembangunan sarana air bersih dengan total anggaran mencapai Rp10,5 miliar.

Program tersebut diprioritaskan bagi wilayah yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh akses air bersih dan belum terlayani jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan seluruh pihak yang telah memperjuangkan bantuan PAMSIMAS bagi Kabupaten Bangkalan.

“Pertama saya menyampaikan terima kasih atas bantuan dan aspirasi yang telah diperjuangkan sehingga program PAMSIMAS dapat dilaksanakan di Kabupaten Bangkalan. Harapannya program ini mampu membantu menyelesaikan persoalan kekeringan yang saat ini masih terjadi,” ujar Lukman seusai acara Sosialisasi Program PAMSIMAS 2026 di Pendopo Kabupaten Bangkalan, Jumat (31/7/2026).

Lukman berharap, pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan sehingga tujuan utama penyediaan akses air bersih benar-benar dirasakan masyarakat.

“Harapannya pelaksanaan program ini dilakukan dengan baik sehingga fungsi dan misi PAMSIMAS untuk meningkatkan akses air bersih di Kabupaten Bangkalan dapat tercapai. Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga semua pihak harus mendukung agar kegiatan ini berjalan sukses,” katanya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan itu menambahkan, 21 titik pembangunan tersebut dipilih berdasarkan tingkat kerawanan kekeringan yang selama ini dialami masyarakat.

“Lokasi yang menjadi prioritas berada di daerah-daerah yang akses air bersihnya masih sangat rawan, di antaranya Kecamatan Blega, Klampis, Tanjung Bumi, dan Kokop” terang Lukman.

Melalui program PAMSIMAS 2026 ini, Pemkab Bangkalan berharap persoalan krisis air bersih yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, terutama saat musim kemarau, dapat berangsur teratasi dan meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah-wilayah rawan kekeringan.

Sementara Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Deni Kumara, menjelaskan, seluruh lokasi saat ini telah memasuki tahapan pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas) sebagai pelaksana kegiatan.

“Untuk PAMSIMAS tahun 2026 dipanggil sebanyak 21 lokasi. Saat ini sudah dilakukan pembentukan kelompok masyarakat atau Pokmas. Setelah ini mereka akan menyusun Rencana Kerja Masyarakat (RKM),” ujar Deni.

Ia menjelaskan, setelah dokumen RKM selesai disusun, akan dilakukan penandatanganan kontrak antara pihak balai dengan ketua pokmas masing-masing lokasi sebelum dana tahap pertama dicairkan.

“Kalau RKM sudah selesai, nanti dilakukan tanda tangan kontrak antara BPK dengan Ketua Pokmas. Setelah itu dana termin pertama bisa disalurkan. Insya Allah, mulai Agustus tahap pertama sudah bisa dilaksanakan,” katanya.

Deni optimistis seluruh pekerjaan dapat rampung sesuai target sehingga masyarakat segera menikmati manfaat program tersebut.

“Harapannya sampai Desember nanti seluruh pekerjaan selesai dan sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, setiap lokasi memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp500 juta, sehingga total nilai program untuk 21 titik mencapai sekitar Rp10,5 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun berbagai fasilitas penyediaan air bersih, mulai dari pengeboran sumber air, pembangunan tandon, pemasangan jaringan perpipaan hingga sambungan rumah bagi warga penerima manfaat.

“Anggaran itu meliputi pembangunan sumber air, ada yang pengeboran, kemudian pembangunan tandon, jaringan pipa, sampai sambungan ke rumah-rumah warga,” jelasnya.

Menurut Deni, sasaran utama program ini adalah desa-desa yang mengalami krisis air bersih, khususnya daerah yang belum mendapatkan layanan PDAM.

“Program ini memang untuk melayani lokasi-lokasi yang rawan air, khususnya yang belum dilayani oleh PDAM. Itu memang menjadi salah satu syarat penerima PAMSIMAS,” tegasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dugaan Pemerkosaan Dua Santriwati di Sidoarjo: BBHAR PDIP Jatim Mintakan Perlindungan dan Restitusi dari LPSK

SURABAYA – Badan Bantuan Hukum Advokasi Rakyat (BBHAR) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur secara resmi mengajukan ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Boyong 5 Penghargaan Harganas Jatim, Inovasi TPA Masmundari Jadi Andalan

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik meraih lima penghargaan dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ...
KABAR CABANG

Musran-Musranran se-Kecamatan Kalidawer Sukses Akomodasi 30 Persen Gen Z dan Perempuan

TULUNGAGUNG – Musyawarah Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se- Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, ...
LEGISLATIF

DPRD Lamongan Rekomendasikan Pemberhentian Sementara Sebuah Perusahaan Pembekuan Ikan

LAMONGAN – Komisi C DPRD Kabupaten Lamongan merekomendasikan penghentian sementara operasional sebuah perusahaan CV ...
KRONIK

Realisasikan PAMSIMAS 2026, Bupati Lukman Prioritaskan Daerah Rawan Kekeringan

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan bersama pemerintah pusat mulai merealisasikan Program ...
BERITA TERKINI

Deni Wicaksono Realisasikan Aspirasi Warga, Ruang Kelas Ponpes Darussalam Dibangun Tahun Ini

Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono memastikan pembangunan ruang kelas Ponpes Darussalam Trenggalek senilai Rp400 ...