Minggu
18 Oktober 2026 | 4 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Jatim Minta Pemprov Pastikan Skema Kredit Berbunga Murah bagi UMKM Tetap Tersedia

pdip jatim 260626 fuad B

DPRD Jawa Timur meminta Pemprov memastikan tetap tersedia skema kredit berbunga murah bagi UMKM meski Program Kredit Sejahtera (Prokesra) tidak lagi dialokasikan dalam APBD 2026.

SURABAYA – Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan tetap tersedia program pembiayaan atau skema kredit berbunga murah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meski Program Kredit Sejahtera (Prokesra) tidak lagi dialokasikan dalam APBD 2026.

Menurut Fuad, akses permodalan dengan bunga ringan merupakan kebutuhan penting bagi pelaku UMKM untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, penghentian Prokesra tidak boleh membuat pelaku usaha kehilangan dukungan pembiayaan dari pemerintah.

“Ke depan sebaiknya kita sama-sama lebih teliti dalam perencanaan agar program-program unggulan Pemprov tetap hadir di tengah masyarakat. Pelaku UMKM di Jawa Timur sangat terbantu dengan adanya akses modal berbunga murah,” kata Fuad, Senin (6/7/2026).

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menilai tidak adanya alokasi Prokesra dalam APBD 2026 harus menjadi bahan evaluasi agar perencanaan program pemerintah lebih matang. Program yang telah dirasakan manfaatnya masyarakat, menurutnya, perlu memiliki keberlanjutan melalui skema lain yang memiliki tujuan serupa.

Selama ini, Prokesra menjadi salah satu instrumen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperluas akses pembiayaan UMKM melalui subsidi bunga kredit. Program tersebut dinilai membantu pelaku usaha memperoleh modal dengan biaya yang lebih terjangkau sehingga dapat mengembangkan usahanya.

Karena itu, DPRD Jatim mendorong Pemprov segera memastikan adanya skema pembiayaan pengganti yang tetap memberikan kemudahan akses kredit bagi pelaku UMKM.

“Harapannya proses pengajuannya tidak berbelit, tetapi tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Fuad.

Ia menegaskan, keberlanjutan akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing UMKM di Jawa Timur. Dengan dukungan permodalan yang mudah dijangkau, pelaku usaha diharapkan mampu memperluas usahanya sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

DPP PDI Perjuangan Jadikan Video AI DPD Jatim Percontohan Nasional

SURABAYA – Inovasi pembelajaran politik berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) buatan DPD PDI ...
KABAR CABANG

Wadahi Bakat Atlet Lokal, Turnamen Catur Piala DRJ Ngawi Disambut Antusias Ratusan Peserta

NGAWI – Permainan papan catur rupanya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Kabupaten Ngawi. Hal ini ...
KRONIK

Risma Desak Pemulihan Air Sumur di Malang, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

MALANG – Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini menekankan pentingnya pemulihan ...
KRONIK

Sri Untari: Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih Bisa Timbulkan Kegaduhan

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengingatkan Kementerian Koperasi agar mengkaji ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gelar Pekan Sampah Nasional, Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berguna

MALANG – PDI Perjuangan mengajak masyarakat dan komunitas di berbagai daerah menjadikan pengelolaan sampah sebagai ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Rawat Mangrove, Pelestarian Lingkungan Harus Berkelanjutan

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam ...