NGAWI – Gema sepakbola dunia turut terasa di Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi. Selama dua malam, tempat tersebut dipenuhi para pemain sepakbola. Namun bukan pertandingan di lapangan hijau, melainkan adu strategi melalui gim sepakbola digital yang tengah digandrungi generasi muda.
Kompetisi Soekarno Cup E-Football Mobile Turnamen Kabupaten Ngawi menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Bulan Bung Karno 2026. Ajang ini mempertemukan para pemain e-football untuk menunjukkan kemampuan, strategi, dan ketangkasan dalam mengendalikan tim virtual melalui layar smartphone.
Sebanyak 33 peserta ambil bagian dalam turnamen tersebut. Mereka bersaing memperebutkan hadiah dengan total nilai jutaan rupiah, termasuk trofi berbentuk patung Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno.
Turnamen mulai bergulir pada Kamis malam (25/6/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko.
Sejak babak penyisihan, persaingan berlangsung sengit. Para peserta saling beradu strategi dalam pertandingan digital. Satu per satu pemain harus tersingkir hingga menyisakan para peserta terbaik.
Puncak pertandingan digelar Jumat malam (26/6/2026). Empat pemain terbaik yang berhasil lolos bertarung memperebutkan posisi juara pertama, kedua, dan ketiga dalam ajang Soekarno Cup E-Football Mobile Kabupaten Ngawi.

Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Diandra Novy Winalda mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026.
Menurutnya, turnamen e-football menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat, kreativitas, serta kemampuan di bidang olahraga digital.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang bagi anak muda, khususnya pecinta gim sepakbola, agar bisa berkompetisi secara positif sekaligus memeriahkan Bulan Bung Karno,” ujar Diandra.
Ia menambahkan, melalui turnamen ini diharapkan dapat memupuk rasa percaya diri para pemain sekaligus membuka peluang munculnya bibit-bibit atlet e-football dari Kabupaten Ngawi.
“Di momen Bulan Bung Karno, kami ingin mengajak anak-anak muda untuk turut serta mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, salah satunya melalui gim online seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Adyatma Damar Anggito, warga Prandon, Ngawi berhasil keluar menjadi juara. Pemuda berusia 26 tahun itu mengaku senang bisa mengikuti kompetisi gim online yang diselenggarakan oleh PDI Perjuangan Ngawi.
“Sebenarnya nggak nyangka, bisa menjadi juara dalam kompetisi ini. Awalnya cuma coba-coba daftar, ternyata malah juara,” ujarnya.
Damar begitu apresiasi dengan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi yang memberikan ruang kreatif bagi anak-anak muda seusianya. Khususnya melalui kegiatan permainan online yang digemari anak-anak muda sekarang.
“PDI Perjuangan Ngawi luar biasa. Harapannya acara seperti ini bisa rutin digelar untuk mewadahi kreativitas anak-anak muda,” harapnya.
Selain gim online, dalam agenda malam itu juga dilaksanakan penyerahan hadiah bagi peserta lomba membuat poster Bung Karno melalui teknologi AI. Kegiatan tersebut juga masuk dalam kalender Bulan Bung Karno DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi tahun 2026. (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









